Home / BERITA UTAMA / DAERAH / NEWS

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Dari Muktamar untuk Warga: Ning Lia Sebut UMKM Jombang Kebagian Berkah

JOMBANG – Kedatangan muktamirin dari berbagai daerah ke Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, mulai membawa dampak nyata bagi denyut ekonomi masyarakat sekitar.

Ribuan ulama, delegasi, peserta, dan penggembira yang datang untuk mengikuti agenda besar NU tersebut tak hanya menjadikan Jombang sebagai pusat pertemuan warga nahdliyin, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi di berbagai sektor. UMKM, pedagang kuliner, jasa transportasi, penginapan, hingga penjual oleh-oleh mulai merasakan meningkatnya aktivitas masyarakat.

Anggota DPD RI Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menilai fenomena tersebut merupakan contoh nyata multiplier effect atau efek berganda ekonomi yang muncul dari sebuah perhelatan berskala besar.

“Muktamar tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat. UMKM mendapat berkah karena banyak peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai daerah,” ujar Ning Lia.

Menurut Wakil Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur itu, uang yang dibelanjakan para muktamirin tidak berhenti pada satu pedagang saja. Perputaran transaksi dapat mengalir kepada pemasok bahan baku, pekerja, jasa transportasi, pemilik penginapan, hingga berbagai sektor ekonomi pendukung lainnya.

“Ketika ada ribuan orang datang, kebutuhan mereka juga meningkat. Ada makanan, minuman, transportasi, oleh-oleh, penginapan hingga berbagai kebutuhan lainnya. Ini menciptakan rantai ekonomi yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Ning Lia.

Bazar UMKM Jadi Ladang Rezeki Warga

Geliat ekonomi selama Muktamar ke-35 NU terlihat dari ramainya bazar dan lapak UMKM di sekitar lokasi kegiatan. Beragam produk lokal ditawarkan kepada para peserta yang berdatangan, mulai dari makanan dan minuman, jajanan khas daerah, hingga aneka oleh-oleh.

Salah seorang pedagang asal Jombang, Slamet Rahimin, mengaku merasakan langsung peningkatan aktivitas ekonomi seiring semakin banyaknya muktamirin yang datang dari berbagai daerah.

“Bazar ini menjadi ladang rezeki bagi warga Jombang. Banyak peserta yang datang dari luar daerah, sehingga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berjualan dan mendapatkan tambahan penghasilan,” ujar Slamet.

Baca juga  Polsek Kahayan Kuala sambangi warga dan Memberikan himbauan Maklumat Kapolda Kalteng Tentang Larangan Membakar hutan dan lahan

Bagi Ning Lia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosial-keagamaan dalam skala besar juga mampu memberikan kontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.

UMKM, kata dia, memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Ketika permintaan meningkat, dampaknya dapat dirasakan secara berantai oleh pedagang kecil, produsen, pemasok, pekerja, hingga sektor jasa.

“Ini yang disebut efek berganda. Ketika transaksi meningkat di satu titik, manfaat ekonominya bisa menjalar ke sektor lainnya,” tutur Senator Idola Gen Z asal Jawa Timur tersebut.

Tak Hanya Ramai Saat Muktamar

Putri KH Masykur Hasyim itu berharap berkah ekonomi dari Muktamar NU tidak berhenti ketika seluruh rangkaian kegiatan selesai. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk-produk UMKM Jombang kepada pasar yang lebih luas.

Ribuan peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia dinilai menjadi peluang promosi tersendiri bagi produk lokal.

“Yang lebih penting bukan hanya peningkatan transaksi selama muktamar. Kalau produk UMKM Jombang bisa dikenal peserta dari berbagai daerah, ini bisa menjadi pintu masuk pasar yang lebih luas setelah muktamar selesai,” kata Ning Lia yang juga alumnus Magister Ekonomi Islam.

Menurut doktoral UINSA tersebut, dampak ekonomi dari sebuah event besar akan semakin maksimal apabila dibarengi dengan strategi penguatan UMKM. Mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas kemasan, pemasaran digital, hingga perluasan jejaring pasar.

“Harapannya, berkah muktamar bisa dirasakan secara luas. UMKM tumbuh, ekonomi masyarakat bergerak, dan Jombang maupun Jawa Timur mendapatkan manfaat positif dari perhelatan besar ini,” harapnya.

Ning Lia menegaskan, keberhasilan sebuah event besar tidak hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan maupun suksesnya agenda organisasi. Lebih dari itu, ada manfaat sosial dan ekonomi yang seharusnya dapat menjadi warisan atau legacy bagi masyarakat sekitar.

“Muktamar ini adalah momentum spiritual, organisasi, sekaligus ekonomi. Ketika ribuan orang datang, kita berharap ada berkah yang ikut mengalir kepada masyarakat, terutama UMKM. Dari Jombang, semoga roda ekonomi Jawa Timur ikut bergerak,” pungkas Ning Lia.

Baca juga  Polsek Maliku Gelar KRYD di Wilayah Hukumnya Antisipasi Potensi Gangguan Kamtibmas

Mobilitas Meningkat, Pengaturan Lalu Lintas Disiapkan

Seiring berdatangannya muktamirin dari berbagai daerah, mobilitas masyarakat dan kendaraan menuju Jombang juga mengalami peningkatan.

Muktamar ke-35 NU sendiri merupakan forum tertinggi organisasi yang membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari roadmap NU 25 tahun ke depan, nilai keulamaan, digitalisasi, kaderisasi, hingga laporan program organisasi. Forum tersebut juga membahas tata tertib melalui sidang pleno dan agenda pemilihan Rais Aam serta Ketua Umum PBNU.

Dengan agenda yang berlangsung selama lima hari, lonjakan kedatangan peserta turut menjadi perhatian aparat kepolisian, khususnya dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen I Made Agus Prasatya sebelumnya menyampaikan bahwa sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama pelaksanaan muktamar.

“Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan seiring kedatangan ribuan ulama, delegasi, dan penggembira,” katanya.

Menurut Agus, pengaturan lalu lintas tidak hanya berorientasi pada kelancaran perjalanan rombongan peserta muktamar, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat Jombang tetap berjalan normal.

“Kegiatan kita tidak hanya mengatur kendaraan rombongan peserta muktamar, tetapi juga memastikan masyarakat dapat beraktivitas tanpa terganggu oleh peningkatan arus kendaraan,” ujarnya.

Korlantas Polri pun mendorong jajaran kewilayahan, khususnya Ditlantas Polda Jawa Timur, untuk menyiapkan personel dan pola pengaturan lalu lintas secara matang di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan.

Aspek keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau kamseltibcarlantas menjadi perhatian utama, baik bagi para muktamirin maupun masyarakat umum.

Di tengah derasnya arus kedatangan peserta, denyut ekonomi Jombang pun ikut bergerak. Bagi masyarakat kecil, Muktamar ke-35 NU bukan sekadar perhelatan organisasi besar, melainkan juga momentum datangnya rezeki dan terbukanya peluang ekonomi baru.

(Anil)

Share :

Baca Juga

Artikel

Anggota Satlantas Polres Pulang Pisau Memberi Teguran Kepada Pengemudi Yang Tidak Menggunakan Sabuk Pengaman dengan baik

Artikel

Truk Overload Dicegat, Sopir Diberi Teguran

Artikel

Hampir Setahun Tiada Kabar Terkait Laporannya, Petani Datangi Satreskrim Polres Mojokerto

BERITA UTAMA

Jaga Stabilitas Harga, Satgas Pangan Polres Pulang Pisau Kembali Inspeksi Stok Beras di Retail

BERITA UTAMA

Satlantas Polres Pulang Pisau Gelar Bakti Sosial, Bantu Warga Sakit di Komplek Buruh

Artikel

Ingatkan Pengendara Selalu Klik Helm Untuk Keselamatan

Artikel

Personel Polsek Kahayan Kuala menyampaikan pesan Kamtibmas, dan Himbauan kamtibmas

BERITA UTAMA

Politisi PAN Andian Parlindungan Berjuang Menuju Senayan 2024.