Home / BERITA UTAMA / DAERAH / NEWS

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:37 WIB

Jelang Muktamar NU, Senator Idola Gen Z Ning Lia Ajak Kader Kopri PMII Bangun Identitas dan Strategi Digital

JOMBANG TARGETNEWS.ID Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), kader perempuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) didorong untuk semakin percaya diri mengambil peran strategis di ruang publik.

Tidak hanya dalam organisasi dan politik, perempuan muda juga dituntut mampu memahami perubahan zaman serta membangun pengaruh positif di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.

Pesan itu disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., atau yang akrab disapa Ning Lia, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Wonder Initiative Camp yang digelar Pengurus Besar Korps PMII Putri (PB Kopri) di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh sebagai narasumber, di antaranya Komisioner KPU Jawa Timur Nur Salam, politisi PKB Luluk Khamidah, Wakil Ketua MPR RI Eem Marhamah, serta narasumber lainnya.

Dalam kegiatan itu, Ning Lia didampingi Ketua PB Kopri Wulansari Aliyatus Sholihah, Ketua Korcab Kopri PMII Jawa Timur Kholisatul Hasanah, serta jajaran kader Kopri dari berbagai daerah.

Dalam paparannya, senator yang dikenal sebagai Politisi Idola Gen Z Jawa Timur itu menekankan pentingnya perempuan membangun kapasitas, identitas, popularitas, dan integritas secara bersamaan.

Menurut Ning Lia, meningkatnya keterwakilan perempuan di parlemen harus menjadi motivasi bagi perempuan muda untuk mempersiapkan diri mengambil posisi-posisi strategis.

«“Tren rata-rata global keterwakilan perempuan di parlemen sudah mencapai sekitar 27,5 persen. Karena itu, perempuan harus berani masuk dan mengambil posisi strategis,” ujar Ning Lia.»

Popularitas Harus Berjalan Bersama Integritas

Ning Lia mengakui perjalanan perempuan menuju ruang publik tidak selalu mudah. Narasi women support women, menurutnya, belum sepenuhnya berjalan ideal.

Masih ada persaingan, tantangan, bahkan situasi ketika perempuan yang mulai menunjukkan potensinya justru tidak selalu mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitarnya.

«“Women support women itu tidak selalu didukung. Ketika ada perempuan yang mulai menyala, tidak semuanya berada di belakang untuk mendukung,” ungkapnya.»

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu kemudian membagikan pengalaman pribadinya dalam membangun popularitas di tengah perjalanan di ruang publik dan politik.

Menurut Ning Lia, popularitas memang penting dalam strategi membangun kedekatan dengan masyarakat. Namun, popularitas tidak boleh menjadi satu-satunya modal untuk memperoleh kepercayaan publik.

Baca juga  GLDC Banyuwangi Hadiri Deklarasi 1000 Lawyers Ganjar Pranowo For President 2024

Perempuan, kata dia, harus mampu membuktikan kecerdasan, integritas, dedikasi, dan kemampuannya dalam merepresentasikan kepentingan masyarakat.

«“Pertanyaannya, apakah kita terpilih hanya karena popularitas atau karena ada integritas dalam proses demokrasi? Apa pun strateginya, kalau kita serius dan berkomitmen, proses itu akan membangun preferensi publik terhadap kita,” jelas Ning Lia.»

Ning Lia yang pernah menyandang predikat Putri NU itu pun mengingatkan bahwa menjadi tokoh publik berarti siap menjalani proses panjang untuk membangun kepercayaan masyarakat.

Kader Kopri Diminta Melek Strategi Digital

Di hadapan kader Kopri, Ning Lia juga menyoroti perubahan pola komunikasi masyarakat, khususnya di kalangan generasi Z.

Menurutnya, ruang digital kini menjadi arena penting dalam membangun persepsi, menyebarkan gagasan, hingga menentukan arah percakapan publik.

Ia mencontohkan bagaimana pengguna media sosial, terutama generasi muda, menentukan ketertarikannya terhadap sebuah konten hanya dalam hitungan detik.

«“Kalau Gen Z melihat konten, mereka akan scroll. Tiga detik pertama harus menarik. Ini bagian dari bagaimana kita masuk dalam agenda setting dan memengaruhi orang,” katanya.»

Karena itu, kader organisasi tidak cukup hanya aktif melalui pola-pola konvensional. Mereka juga harus memahami bagaimana gagasan dikemas secara kreatif dan relevan dengan karakter masyarakat digital.

Namun, Ning Lia mengingatkan bahwa kemampuan membuat konten bukan semata-mata untuk mengejar popularitas.

Media sosial, menurutnya, harus menjadi ruang untuk memproduksi pemikiran, membangun identitas, dan menyebarkan narasi yang membawa nilai positif.

«“Jangan hanya menjadi konsumen di dunia digital. Kita harus belajar bagaimana menjadi produsen gagasan,” tegasnya.»

Bangun Identitas Perempuan Nahdliyin

Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia juga mengajak kader Kopri untuk tidak terjebak pada standar kecantikan yang dibentuk budaya populer.

Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan budaya dan identitas yang justru dapat menjadi kekuatan perempuan dalam membangun karakter dan kepercayaan diri.

«“Bisa tidak Indonesia berbicara tentang kecantikan ala perempuan Nahdliyin, dengan kultur kita sendiri? Anggun, berilmu, berintegritas, dan memiliki identitas,” tuturnya.»

Baca juga  KPK Ingatkan Tata Kelola Pemerintahan Bebas Korupsi

Menurut Ning Lia, perempuan muda harus berani membangun definisi dirinya sendiri, tanpa kehilangan akar budaya, nilai keislaman, maupun karakter kebangsaan.

Baginya, kecantikan bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi juga tentang kualitas pemikiran, sikap, karya, dan kontribusi kepada masyarakat.

Perempuan Harus Memberikan Dampak Nyata

Lebih lanjut, Ning Lia mengajak perempuan untuk tidak berhenti hanya pada perjuangan mendapatkan keterwakilan gender.

Ketika perempuan telah memperoleh ruang dan posisi strategis, tantangan berikutnya adalah membuktikan kapasitas serta memberikan dampak nyata.

«“Kalau perempuan sudah mewakili perempuan, jangan lagi hanya bicara gender. Isunya adalah bagaimana kita membangun identitas, kapasitas, dan dedikasi,” ujarnya.»

Menurutnya, menjadi anggota legislatif, pengurus organisasi, maupun pemimpin bukan sekadar tentang mendapatkan jabatan atau posisi.

Ada tanggung jawab besar untuk menjadi representasi yang benar-benar memahami dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

«“Ketika menjadi anggota dewan, pertanyaannya bukan hanya bagaimana mendapatkan posisi, tetapi bagaimana menjadi representasi yang benar-benar memiliki dedikasi,” lanjutnya.»

Ning Lia berharap kader Kopri PMII mampu menjadikan organisasi sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus laboratorium kepemimpinan.

Penguatan identitas, kecakapan digital, kemampuan komunikasi, jejaring, dan integritas, menurutnya, akan menjadi bekal penting bagi perempuan muda untuk menghadapi tantangan demokrasi di masa depan.

Ia juga mengingatkan agar kader tidak terjebak dalam gemerlap dunia media sosial semata.

Dunia digital, kata Ning Lia, seharusnya menjadi instrumen untuk memperluas pengaruh positif, memperkuat gerakan, serta memastikan organisasi tetap hidup melalui kaderisasi yang konsisten.

«“Jangan berhenti di dunia media sosial. Kita harus memahami bagaimana narasi dibangun, bagaimana pengaruh bekerja, dan bagaimana organisasi bisa terus hidup melalui proses yang konsisten,” pungkasnya.»

Sementara itu, Ketua PB Kopri PMII, Wulansari Aliyatus Sholihah, mengatakan Wonder Initiative Camp menjadi ruang strategis bagi kader Kopri untuk memperkuat kapasitas perempuan muda.

Kegiatan tersebut, menurutnya, diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin perempuan yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga siap menjawab tantangan demokrasi dan perubahan ekosistem digital.

«“Sekaligus mempersiapkan generasi pemimpin yang mampu menjawab tantangan demokrasi dan perubahan ekosistem digital,” harapnya.»

(Anil)

Share :

Baca Juga

Artikel

Polsek Maliku Tingkatkan Edukasi larangan Karhutla diwilkumnya.

Artikel

Jajaran Polres Pulang Pisau Menggelar Pos Pagi Membantu Pengaturan Arus Lalin dan Penyeberangan

BERITA UTAMA

Baksos Hari Bhayangkara, Polresta Palangka Raya Dampingi Anjangsana Kediaman Alm. G. S. Rahail

BERITA UTAMA

Bhabinkamtibmas Sampaikan Himbauan Prokes Covid-19

Artikel

Ultah ke-47 Pimred BhirawaNews Achmad Effendi: Berita Masih Ditulis dengan Nyali, Bukan Nalar Dagang

BERITA UTAMA

Kapolresta Denpasar Tegaskan Tidak Ada Perampasan Telepon Genggam, Luruskan Informasi Video Viral di Polsek Kuta

Artikel

Polres Malang Perkuat Layanan Penegakan Hukum Bagi Kaum Rentan Lewat Satres PPA dan PPO

BERITA UTAMA

Pelatihan Bagi Pelatih Tata Upacara Bendera Dan Baris Berbaris(TUB-BB) Kodim 0709/Kebumen