Home / BERITA UTAMA / KRIMINAL

Kamis, 24 September 2026 - 03:59 WIB

Penjual Kopi Diduga Dikeroyok, Laporan di Polsek Dukuh Pakis Segera Tindak Lanjuti

Ilustrasi warung kopi di kawasan Jalan HR. Muhammad, Surabaya. Penanganan dugaan keributan yang melibatkan pemilik dan penjaga warkop menjadi sorotan.

Ilustrasi warung kopi di kawasan Jalan HR. Muhammad, Surabaya. Penanganan dugaan keributan yang melibatkan pemilik dan penjaga warkop menjadi sorotan.

TARGETNEWS.ID SURABAYA — Malam yang tenang di Sentra PKL Jalan HR. Muhammad mendadak pecah oleh aroma alkohol dan arogansi. Rabu dini hari, 23 September 2026, jarum jam baru menunjukkan pukul 00.56 WIB ketika sebuah Yamaha Mio J memutar balik, membawa tiga pemuda bermata merah dengan tatapan penuh konfrontasi.

Tanpa dasar yang jelas, ketiga pemuda tersebut merangsek ke sebuah warung kopi (warkop) milik Jali. “Kau yang maki saya ya?” bentak salah satu dari mereka, mengintimidasi dengan logat khas wilayah timur Indonesia. Jaki, penjaga warkop yang tengah bertugas, berusaha mendinginkan suasana. Ia menegaskan tidak ada satu pun dari pihak warkop yang melontarkan makian.

Namun, dialog tak punya ruang di kepala yang dikuasai minuman keras. Meja warkop dirobohkan, gelas-gelas kopi pecah berhamburan, memicu perkelahian yang tak terhindarkan. Jali dan Jaki terpaksa bertahan di tengah gempuran. Akibat kekerasan sepihak ini, Jali menderita luka memar dan nyeri di sekujur tubuh, sementara lengan kiri Jaki terluka.

Baca juga  Geger Gara-gara Tak di Beri Uang Rp 15 Juta, Untuk Judol, Anak Hajar Ibu Sendiri

Meski menjadi korban dari tindakan premanisme jalanan, Jali menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap ketertiban umum. Ia memilih tidak membalas dengan aksi premanisme serupa ataupun merencanakan serangan balik.

“Dari kami tidak ada niat menyerang balik. Kami hanya membela diri karena terdesak. Yang kami takuti adalah jika mereka datang lagi membawa massa,” ujar Jali dengan nada tegar saat dikonfirmasi.

Langkah terhormat ditempuh. Jali bersama aparatur pemerintahan kecamatan setempat mendatangi Polsek Dukuh Pakis untuk mencari keadilan di mata hukum. Ironisnya, harapan itu membentur dinding birokrasi penegakan hukum.

Baca juga  Iven SMA Taruna Creative Camp, SMAN 5 Brawijaya Dua Kali Sebagai Juara Umum

Kapolsek Dukuh Pakis, Kompol Masdawati Saragih, secara mengejutkan menyatakan tidak menerbitkan laporan polisi (LP) resmi atas kasus ini. Dalihnya, penyelidikan awal mengindikasikan adanya aksi saling pukul. “Tidak ada dikeluarkan laporan polisi, karena sama-sama saling memukul,” cetus Kompol Masdawati singkat.

Keputusan kepolisian ini menyisakan tanda tanya besar mengenai batas tegas antara tindakan kriminal premanisme dengan hak warga negara untuk membela diri (noodweer). Di tengah jargon presisi, korban kekerasan di sentra usaha mikro Surabaya barat ini justru pulang tanpa perlindungan hukum yang pasti. (tok)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Asintel Danpasmar 2 Melepas Mudik Bersama Korps Marinir Kembali Ke Jakarta

Artikel

Satlantas Polres Pulang Pisau Optimalkan Patroli pada Kawasan yang Dianggap Rawan Terjadi Laka dan Pelanggaran Lalu Lintas

Artikel

Bhabinkamtibmas Polsek Pandih Batu Sosialisasikan Himbauan Larangan Praktek Pungli.

Artikel

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Belanegara Pemda Kab.Puncak : Apa yang disampaikan Narasumber dr. Bayu, Dokter Satgas Mobile Raider 300 Siliwangi

Artikel

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadhan, Babinsa Kodim 1009/Tanah Laut Komsos Bersama Warga Desa Binaan

BERITA UTAMA

Cegah Sejak dini Karhutla Personil Polsek Kahayan Tengah Giat Mengunjungi Rumah Warga

Artikel

Polsek Pegandon Beri Himbauan Kamtibmas ke Warga Yang Nongkrong Saat Patroli Malam

BERITA UTAMA

Datangi Polres Rembang, Pelapor Pertanyakan Perkembangan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen