Home / NASIONAL / PENDIDIKAN / TEKNOLOGI

Senin, 28 September 2026 - 17:17 WIB

Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Bijak Kuasai Teknologi

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru UMSU dalam kegiatan PKKMB Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Medan, Senin (28/9/2026).

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru UMSU dalam kegiatan PKKMB Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Medan, Senin (28/9/2026).

MEDAN – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk menguasai teknologi digital secara bijak dan produktif agar tidak menjadi korban maupun bagian dari berbagai kejahatan di ruang siber.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam Kuliah Umum pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026).

Kapolri mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan berkarya. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti beragam ancaman, mulai dari penipuan daring, pencurian data, phishing, judi online, hoaks, disinformasi, deepfake, hingga kejahatan berbasis AI.

“Bangun karakter dan integritas, kuasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya serta mengambil peran di tengah masyarakat,” ujar Kapolri.

Baca juga  Sat Lantas Polres Pulang Pisau Berikan Himbauan Tertib Berlalu Lintas Kepada Masyarakat

Menurut Kapolri, tingginya penggunaan internet dan media sosial di Indonesia harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik. Sebab, ruang digital menjadi salah satu saluran utama masyarakat dalam menerima informasi.

Data Digital News Report 2026 mencatat 64 persen responden di Indonesia memperoleh berita melalui media sosial. Sementara itu, 48 persen responden menjadikan media sosial dan jaringan video sebagai sumber utama informasi.

Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya generasi muda, perlu lebih kritis dalam menyaring setiap informasi. Kapolri mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah percaya, menyebarkan, ataupun mengikuti narasi yang belum jelas kebenarannya.

Kapolri juga menyoroti fenomena bandwagon effect, yakni kecenderungan seseorang mengikuti pandangan atau tindakan yang telah dilakukan banyak orang. Dalam ruang digital, fenomena ini dapat mempercepat penyebaran hoaks, membangun sentimen publik, hingga mendorong ajakan kolektif yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca juga  Aceng Syamsul Hadie: Hamas Menyerahkan Administrasi Sipil Gaza Bukan Menyerahkan Perlawanan

Selain itu, kejahatan digital terus berkembang dengan memanfaatkan kebutuhan masyarakat. Peredaran narkoba, penipuan berkedok lowongan kerja luar negeri, perdagangan orang, dan penyebaran paham ekstrem turut menggunakan ruang digital sebagai sarana.

Karena itu, Kapolri mendorong mahasiswa UMSU menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan perkembangan digital untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, serta memberi kontribusi positif bagi masyarakat.

Kapolri berharap mahasiswa baru UMSU dapat menjadi generasi yang kuat secara karakter, cakap dalam memanfaatkan teknologi, serta mampu menjaga persatuan dan keamanan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

(Samsul)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Police Goes To School, Polsek Bukit Batu Dampingi Ditlantas Polda Kalteng Edukasikan Para Pelajar

BERITA UTAMA

Polresta Amankan Konser Musik di GOR Indor Tjilik Riwut

BERITA UTAMA

Cegah gangguan kamtibmas di malam hari Personil Polsek Kahayan kuala laksanakan patroli malam

BERITA UTAMA

Kanit III SPKT Polresta Palangka Raya Periksa Kondisi para Tahanan

Artikel

Ksatria 509 Condromowo Berbagi Sarapan Pagi Untuk Mama Papua

Artikel

Long Weekend, Ratusan Personel Polres Tegal Kota di Siagakan

BERITA UTAMA

Cegah Laka Lantas, Satlantas Polresta Palangka Raya Lakukan Patroli di Kawasan Trans Kalimantan

Artikel

RTP Santri Yayasan Pondok Pesantren Nurul Madinah Hendak Beli Makan Dipukuli, Ketua Setwil FPII Lapor Polisi