Home / JAWA TIMUR

Selasa, 29 September 2026 - 17:02 WIB

Hari Karantina ke-149 di Jatim Diisi Jalan Sehat dan Vaksin Rabies

Peserta mengikuti rangkaian peringatan Hari Karantina ke-149 di Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jawa Timur, Sidoarjo, Selasa (29/9/2026).

Peserta mengikuti rangkaian peringatan Hari Karantina ke-149 di Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jawa Timur, Sidoarjo, Selasa (29/9/2026).

SIDOARJO — Pagi itu, halaman Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur tak hanya dipenuhi peserta jalan sehat. Sejumlah warga datang membawa hewan kesayangan, sebagian memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara lainnya mengunjungi bazar untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Suasana hangat tersebut mewarnai peringatan Hari Karantina ke-149 di Jawa Timur, Selasa (29/9/2026).

Peringatan tahun ini dikemas lebih dekat dengan masyarakat. Jalan sehat, layanan kesehatan gratis, bazar murah hingga vaksinasi rabies menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang tidak hanya menghadirkan kebersamaan, tetapi juga memperkenalkan peran karantina dalam menjaga kesehatan hewan, ikan dan tumbuhan, keamanan pangan serta ketahanan hayati nasional.

Sejumlah pejabat dan unsur organisasi turut hadir. Di antaranya Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia (Barantin) Shahandra Hanitiyo, S.IP., M.Si., Plt. Kepala Balai Karantina Jawa Timur Hudiansyah Is Nursal, S.H., M.I.L.I.R., serta Ketua Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia (IDHKI) drh. Apris Beniawan, M.Si.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan jalan sehat yang diikuti berbagai unsur. Setelah peserta kembali ke lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan, hiburan dan pengundian doorprize.

Memasuki acara utama, kegiatan diisi laporan panitia, sambutan Plt. Kepala Balai Karantina Jawa Timur dan pembukaan oleh Sekretaris Utama Barantin.

Setelah itu, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik yang disiapkan panitia.
Cek Kesehatan hingga Bazar Murah
Salah satu layanan yang mendapat perhatian adalah pemeriksaan kesehatan gratis dari Tim BBKK.

Masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh hingga deteksi dini tuberkulosis (TBC).
Di lokasi yang sama, bazar murah UMKM binaan dan panitia menyediakan berbagai kebutuhan pangan dan sembako dengan harga terjangkau.

Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, bazar tersebut menjadi ruang bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka.
Sementara bagi masyarakat yang membawa hewan kesayangan, tersedia layanan vaksinasi rabies gratis.

Baca juga  Cegah Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli di Kawasan Bromo

BKHIT Jawa Timur menyediakan 20 layanan vaksinasi rabies dalam rangkaian kegiatan tersebut. Pelayanan ini sekaligus bertepatan dengan momentum Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap 28 September.

Ketua IDHKI drh. Apris Beniawan menjelaskan, rabies menjadi perhatian karena merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan kepada manusia.

“Rabies sangat penting karena sifatnya zoonosis, bisa menular ke manusia. Kalau sudah terkena dan tidak mendapatkan penanganan cepat, bisa menyebabkan kematian,” jelasnya.

Menurutnya, vaksinasi tidak hanya menjadi upaya perlindungan bagi hewan peliharaan, tetapi juga bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan hewan dan pencegahan penyakit zoonosis.

Menjaga Ketahanan Pangan dari Ancaman yang Tak Terlihat

Di balik kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terdapat tugas besar yang dijalankan karantina.

Sekretaris Utama Barantin Shahandra Hanitiyo mengatakan, Hari Karantina ke-149 menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali sejarah sekaligus fungsi strategis karantina kepada masyarakat.

Menurutnya, masih terdapat pemahaman yang beragam mengenai istilah karantina. Sebab, masyarakat juga mengenal istilah karantina dalam konteks kesehatan manusia.

Sementara itu, Badan Karantina Indonesia memiliki mandat dalam penyelenggaraan karantina hewan, ikan dan tumbuhan.
Peran tersebut berkaitan erat dengan perlindungan sumber daya hayati, keamanan pangan dan keberlangsungan ekosistem.

Karantina, kata Shahandra, bekerja mencegah masuk dan tersebarnya penyakit serta organisme pengganggu yang apabila lolos dapat menimbulkan dampak luas.

Salah satu gambaran ancaman tersebut terlihat dalam pemeriksaan bahan tanaman dari luar negeri yang akan digunakan untuk rencana penanaman tebu di Papua Selatan.

Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan organisme pengganggu yang berpotensi mengancam tanaman.

Ancaman juga dapat terjadi pada sektor peternakan. Penyakit seperti African Swine Fever (ASF) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjadi gambaran pentingnya pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan produk hewan.

“Hal-hal kecil itu yang perlu kita jaga. Kalau lolos, dampaknya bisa menjadi besar,” ujar Shahandra.

Baca juga  Safari Ramadhan Cak & Ning Surabaya : Reuni bersama Angkatan Lawas

Karena itu, pengawasan di pintu pemasukan dan pengeluaran menjadi salah satu bagian penting dalam melindungi sektor pertanian, peternakan serta ketahanan pangan nasional.

Ancaman tersebut tidak selalu dapat dilihat secara kasatmata. Namun ketika penyakit atau organisme pengganggu berhasil masuk dan menyebar, dampaknya dapat meluas hingga memengaruhi produksi pangan dan perekonomian masyarakat.

Karantina Tak Bisa Bekerja Sendiri

Peran karantina juga membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Drh. Apris Beniawan mengatakan pengawasan terhadap lalu lintas hewan, ikan dan tumbuhan tidak mungkin dilakukan hanya oleh petugas karantina.

Dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, aparat penegak hukum, pelaku usaha, mitra swasta hingga masyarakat.

Masyarakat yang memahami fungsi karantina diharapkan ikut berperan dengan menyampaikan informasi apabila menemukan potensi penyelundupan atau lalu lintas komoditas yang berisiko membawa penyakit maupun organisme pengganggu.

“Kalau masyarakat sudah mengenal peran kita, mereka bisa ikut berkomunikasi dan membantu kita mencegah penyakit maupun penyelundupan,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, karantina tidak hanya hadir ketika masyarakat hendak membawa hewan, ikan atau tumbuhan melintasi wilayah.
Lebih dari itu, karantina menjadi bagian dari sistem perlindungan yang bekerja sejak dini untuk mencegah ancaman sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Peringatan Hari Karantina ke-149 di Jawa Timur akhirnya menjadi gambaran bahwa tugas perlindungan tersebut dapat diperkenalkan dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Jalan sehat, pemeriksaan kesehatan, bazar murah dan vaksinasi rabies menjadi satu rangkaian yang mempertemukan pelayanan publik, edukasi dan kebersamaan.

Sebab, di balik aktivitas pemeriksaan di pintu masuk dan keluar wilayah, terdapat misi yang lebih besar: menjaga kesehatan hewan, ikan dan tumbuhan, melindungi keamanan pangan, mencegah penyebaran penyakit serta menjaga keberlanjutan ekosistem Indonesia.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengundian grand prize dan penutupan kegiatan.

(Anil)

Share :

Baca Juga

JAWA TIMUR

Polres Probolinggo Intensifkan Patroli di Kawasan Wisata Gunung Bromo

JAWA TIMUR

Kapolda Jatim Resmikan Sumur Bor Presisi untuk Warga Malang

JAWA TIMUR

Cegah Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli di Kawasan Bromo