Home / Artikel / BERITA UTAMA / HUKRIM / KESEHATAN / Tag / TargetNews.id

Rabu, 17 Januari 2024 - 19:01 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Rawat Jalan dan Kamar Operasi MOT RSMM Jatim

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Rawat Jalan dan Kamar Operasi MOT RSMM Jatim

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Rawat Jalan dan Kamar Operasi MOT RSMM Jatim

 

SURABAYA,TargetNews.id-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Gedung Rawat Jalan dan Kamar Operasi Modular Operating Theatre (MOT) Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur (RSMM Jatim), Selasa (16/1/2024). Pada peresmian yang berlangsung di RSMM Jatim, Surabaya tersebut, sekaligus juga dilakukan peluncurkan Aplikasi Si Galon dan Aplikasi DESIS.

Gedung rawat jalan terdiri dari lima lantai, yang di dalamnya terdapat 32 ruangan, dan kamar operasi Modular Operating Theatre (MOT) ruang operasi, memiliki fungsi agar operasi atau penanganan pasien rumah sakit berjalan lancar.

Gubernur Khofifah menyampaikan, RSMM Jatim memiliki kualifikasi yang sudah sesuai dengan rumah sakit mata tipe B. “Banyak sekali pasien-pasien dari signifikan person yang bisa mendapatkan layanan dengan sangat baik di rumah sakit ini. Gedungnya sudah baru, kualitasnya terus dibenahi dengan peluncuran aplikasi Si Galon, dan Aplikasi DESIS,” tuturnya.

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Rawat Jalan dan Kamar Operasi MOT RSMM Jatim

Oleh karenanya, menurut Khofifah, dengan adanya gedung baru dan layanan aplikasi skrining ini, diharapkan, semuanya tetap harus terkonfirmasi kepada masyarakat. “Saya rasa itu akan membawa penguatan image building bagi rumah sakit mata ini, karena menjaga layanan berkualitas, dan kepercayaan masayarakat itu sangat penting,” tukas Khofifah.

Khofifah mengatakan, layanan di RSMM Jatim ini dulu antreannya cukup panjang, namun sekarang sudah mulai terfasilitasi masing-masing pasien dengan jenis layanan yang sesuai dengan spesifikasi yang ada. “Ini kan lebih banyak memberikan layanan rawat jalan, tempat tidurnya 32 buah. Nanti akan dikembangkan menjadi 40 buah, karena pada dasarnya ini akan memberikan layanan rawat jalan,” ujarnya.

Baca juga  Personil Polsek Kahayan Kuala secara masif lakukan giat himbauan Stop dan Larangan bermain Judi Online.

Dengan diresmikannya gedung baru di RSMM Jatim ini, Khofifah juga mengarahkan Direktur RSMM Jatim, agar mengubah nama RSMM Jatim dengan menggunakan nama tokoh pelopor atau penggerak kesehatan mata di Jawa Timur.

“Saya berharap Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur ini namanya diubah, mungkin rumah sakit mata dengan menggunakan nama tokoh yang menjadi inisiator atau penggerak kesahatan mata di Jawa Timur. Barang kali bisa minta izin kepada keluarga untuk bisa digunakan sebagai nama di rumah sakit ini. Karena hal itu bagian dari penguat image building supaya rumah sakit ini lebih dikenal masyarakat,” imbau Khofifah.

Sementara itu, Direktur RSMM Jatim, Eka Basuki Rahmat, menjelaskan, RSMM Jatim memiliki sejumlah 206 pegawai, yang terdiri dari 16 dokter spesialis mata, 1 dokter spesialis dalam, dan 1 dokter spesialis patologi klinis. Dengan total jumlah pegawai tersebut, Eka menuturkan, RSMM Jatim berupaya penuh memberikan pelayanan terbaik bagi Provinsi Jawa Timur terutama untuk kesehatan mata masyarakat.

Baca juga  Pastikan Ketersediaan BBM Jelang Mudik Lebaran Polres Magetan Patroli ke SPBU

“Kunjungan pasien kami tahun 2021 sebesar 45.946, tahun 2022 61.833, Alhamdulillah tahun 2023 kunjungan kami meningkat menjadi 67.738 pasien. Selain itu, kita juga merawat penyakit yang menyebabkan kebutaan seperti penyakit pupil retina, sebanyak 11 ribu kunjungan dalam satu tahun, katarak 11 ribu kunjungan, dan disusul dengan glukoma kurang lebih 9 ribu kasus yang sudah berkunjung ke rumah sakit mata masyarakat di tahun 2023,” papar Eka.

Selain itu, Eka juga menerangkan, RSMM Jarim sebagai pemberi pelayanan kesahatan mata masyarakat juga mengembangkan oftamologi community.

“Kami telah melakukan beberapa skrining di sekolah-sekolah, rumah anak prestasi, bekerja sama dengan Puskesma, skrining di pondok pesantren. Sehingga kami mengembangkan aplikasi Si Galon dan aplikasi DESIS yang merupakan aplikasi berdasarkan website dengan harapan supaya masyarakat dapat melakukan skrining mandiri untuk mengetahui kondisi apakah mempunyai gangguan kesehatan penglihatan,” terang Eka.

Menanggapi arahan Gubernur Khofifah mengenai pergantian nama rumah sakit, Eka mengatakan, akan menindak lanjuti arahan tersebut dan menargetkan tahun ini sudah berubah nama rumah sakit.

“Bismillah kami akan menindak lanjuti dengan surat dan kami akan berkoordinasi dengan atasan kami yaitu Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dan dengan organisasi perkumpulan dokter spesialis mata. Hal itu akan dilakukan sesegara mungkin, karena target kami kalau bisa tahun ini sudah berubah nama,” pungkasnya”.(Misti)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Polsek Maliku Laksanakan Kegiatan Patroli Malam Cipkon Kamtibmas Kondusif.

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 13 Buluspesantren melaksanakan pembersihan Pangkalan Koramil

BERITA UTAMA

Ketua PWNU Riau H.T.Rusli Ahmad hadiri acara PERAYAAN IMLEK BERSAMA 2023

BERITA UTAMA

Personil Polsek Sebangau Kuala bersama Instansi terkait gencar melakukan patroli dan berikan sosialisai larangan Membakar Hutan atau lahan kepada Masyarakat.

Artikel

Akmil Buka Kembali Pelatihan Bela Negara Untuk Calon Pekerja Pertamina

BERITA UTAMA

RUPBASAN PASURUAN LAKSANAKAN UPACARA HARI KEBANGKITAN NASIONAL TAHUN 2023

Artikel

Cegah Peredaran Narkoba, Petugas Gabungan Polres Tuban Razia Tempat Hiburan Malam

BERITA UTAMA

Cegah Gangguan Kamtibmas Personel Polsek Maliku laksanakan Patroli