Home / Artikel / BERITA UTAMA / HUKRIM / INVESTIGASI

Kamis, 25 Januari 2024 - 12:08 WIB

Tegaskan Kembali Peran UOBF Puskesmas Tekan Stunting

Tegaskan Kembali Peran UOBF Puskesmas Tekan Stunting

Tegaskan Kembali Peran UOBF Puskesmas Tekan Stunting

 

Pj Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar kembali menegaskan peran Puskesmas dalam menekan stunting. Untuk itu, Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskesmas agar lebih meningkatkan koordinasi dalam penanganan stunting bersama seluruh komponen lainnya.

Himbauan tersebut disampaikan Iwanuddin dihadapan seluruh Kepala UOBF Puskesmas se se-kabupaten Brebes di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Lantai 5 Brebes, Rabu (24/1/2024).

Kata Iwan, kasus Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang dilahirkan di Brebes pada 2023 mengalami kenaikan. Tentunya, akan berimbas pada tingkat stunting yang kini masih menjadi problematika yang terus diupayakan penanganannya oleh Pemerintah Kabupaten Brebes.

Stunting sendiri di Brebes per pusk tahun 2023 mencapai 10.978 jiwa. Sudah banyak upaya pemerintah melakukan stretegi penanganan stunting. Diantaranya menciptakan Gerakan Masyarakat Manfaatkan Buku Kia (Germas Mabukia), Gerakan Bersama Kawal Wong Meteng (Gerbek Wong Meteng), Manene Slamet Bayine Sehat, Telur Mbrebes Tekad Luhur Brebes Bebas Stunting (Telur Mbrebes).

Baca juga  MAKO KORMAR PERINGATI HARI DHARMA SAMUDERA TA. 2024

“Data yang ada hendaknya dapat disesuaikan dengan kondisi yang terjadi. Diantaranya data jumlah riil stunting di Kabupaten Brebes.

Jika data yang ada singkron dengan keadaan yang sekarang, dapat membantu controling dan evaluasi atas data tersebut. Sehingga kita dapat menilai apakah upaya dan strategi yang dilakukan berhasil. Seperti upaya yang dilakukan dengan memperbaiki kualitas makanan, treatmen kesehatan, jambanisasi atau perilaku apapun apakah berdampak atau tidak. Perubahan perilaku ini dapat dilakukan dengan sosialisasi. Perlunya sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan dampak berbahaya dari stunting.

Baca juga  Cegah Stunting, Babinsa Koramil 15/Klirong Dampingi Posyandu

“Saya ingin dalam waktu dekat dapat menurunkan tingkat pengangguran, stunting, dan meningkatkan mutu pendidikan. Tingkat pendidikan, kesehatan dan ekonomi akan mempengaruhi peringkat IPM Kabupaten Brebes,” pungkas Iwan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Ineke Tri Sulistyowaty SKM Mkes dalam paparannya menyampaikan kondisi stunting yang ada di Kabupaten Brebes.
“Ada beberapa daerah yang tingkat stuntingnya masih tinggi, diantaranya Desa Winduaji yang mencapai 632,” ungkap Ineke.

Ineke juga menjelaskan program-program apa saja yang dilakukan Dinkes dan pihak terkait lainnya untuk menurunkan stunting di Brebes. Kepada Kepada Puskesmas agar menyiapkan data berkaitan dengan lokasi desa yang akan menerima Program Makanan Tambahan (PMT). Dana PMT tersebut kemudian akan dikelola oleh masing-masing puskesmas.
Fauzi

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Polsek Sabangau Datangi Warga Binaan untuk Hal Ini

Artikel

Polres Tanjung Perak N Polsek Semampir Pencurian Tembaga Usut N Penadahnya

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 19/ Kuwarasan Pengamanan FKP Regsosek Tahun 2023 Desa Harjodowo

BERITA UTAMA

RSUD dr. Iskak Raih Golden Thropy Top BUMD Award 2023

Artikel

Rutinitas Personil Polsek Kahayan Kuala guna cegah terjadinya bahaya tindak kejahatan

Artikel

Kantor Desa Parit Bilal Rasa Warung Kopi: Pagi Buka, Siang Sudah Tutup

Artikel

Berikan Teguran Kepada Pengendara Motor Yang Tidak Memakai Helm Oleh Sat Lantas Polres Pulang Pisau.

BERITA UTAMA

Sambangi Warga Dengan Humanis, personel Polsek Sebangau Kuala Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Warganya