Home / BERITA UTAMA / DAERAH / NEWS / Tag / Uncategorized

Sabtu, 29 Juni 2024 - 15:05 WIB

Pj Bupati Brebes Ingin Sosialisasi Antikorupsi Sampai ke Desa

Sosialisasi Antikorupsi Sampai ke Desa

Sosialisasi Antikorupsi Sampai ke Desa

 

Pj Bupati Brebes Iwannudin Iskandar SH MHum ingin sosialisasi antikorupsi sampai ke tingkat desa, mengingat wilayah Kabupaten Brebes yang luas dan banyaknya jumlah penduduk. Upaya preventif tindak korupsi harus dilakukan secara masif dan kolaboratif.

Demikian disampaikan Iwan saat pembukaan Roadshow Bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi, di Pendopo Brebes, Kamis (27/6/2024).

“Kami ingin berkolaborasi dengan KPK, kami punya banyak SDM, masyarakat ingin dibina dan dijadikan pilot projek Tim Penyuluhan Antikorupsi, dengan demikian kejadian pelanggaran penyelewengan dana desa misalnya, bisa diminimalisir,” ucapnya.

Iwan mengatakan, kalau sering melakukan pendidikan, sering memberikan pemberitahuan informasi-informasi maka masyarakat akan sadar, sehingga masyarakat otomatis akan melakukan tindakan pencegahan bersama Pemkab dan pihak terkait apabila ada indikasi korupsi.

Baca juga  Bhabinkamtibmas Polsek Pandih Batu melaksanakan patroli malam diKec. Pandih Batu

“Kenapa Brebes terpilih sudah sesuai kriteria dari KPK, dan saya memastikan tidak ada kaitannya dengan Brebes sebagai target Operasi Tangkap Tangan (OTT) ataupun apa, kegiatan ini memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa korupsi ciri ciri kaya apa, cara mengantisipasinya, paling penting yakni pendidikan,” tandasnya.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI Amir Arif menyampaikan, Roadshow Bus KPK rutin dilakukan setiap tahun keliling di Pulau Jawa dan Sumatera, tujuannya ingin sebanyak-banyaknya menyambangi dan memberikan pendidikan di daerah.

“Di Jawa Tengah sebenarnya tahun 2018 sudah pernah kami datangi, kebetulan Brebes belum, dan kami pilih untuk didatangi, melihat daerah mana yang prioritas dan dijadikan mitra,” terangnya.

Lanjut Amir, daerah dipilih Roadshow Bus KPK ukurannya yaitu tiga indeks Monitoring Center for Prevention (MCP), Survei Penilaian Integritas (SPI), dan kerawanan politik uang. Ini penting karena mengatasi indeks semua itu bukan pekerjaan KPK sendirian, butuh Pemkab, masyarakat, forum dan semua stakeholder.

Baca juga  Prajurit Menkav 2 Marinir Harus Militan dan Profesional

“Esensinya adalah jadikan momen ini bersama-sama meningkatkan pendidikan antikorupsi,” tandasnya.

Terkait masih terjadi kades tersandung kasus korupsi dana desa, kata Amir, mengatasi risiko pelanggaran dengan tiga cara yakni pendekatan, penididikan yang harus dibarengi dengan pencegahan. Jadi mengatasi risiko pelanggaran dipengelolaan dana desa dapat dilakukan bersama.

“Penegak hukumnya iya, juga penegasan dari jajaran Pemkab dan kita semua bersama membangun sistem dan ekosistem pengelolaan dana desa yang baik, paling utama meningkatkan kesadaran masyarakat dari segala macam elemen masyarakat umum, pelajar ASN agar sadar antikorupsi,” pungkasnya.

Penulis: fauzi

Share :

Baca Juga

Artikel

Ramadhan Penuh Berkah UPTD SMPN 1 Tragah Dengan Berbagi Takjil Pada Masyarakat

Uncategorized

Polsek Kahayan Kuala menyampaikan pesan Kamtibmas, dan Himbauan kamtibmas

BERITA UTAMA

Heboh Meja Goyang Milik (KK) Diduga Izinnya Tidak Memenuhi Syarat Dan Membahayakan Kesehatan Warga.

Uncategorized

Mengunjungi Desa Binaannya, Bhabinkamtibmas Polsek Maliku Sampaikan Himbauan Waspadai Penipuan Online.

BERITA UTAMA

Perkuat Keimanan, Polresta Palangka Raya Gelar Binroh bagi Personel Beragama Kristiani

Artikel

Anggota Polsek Pujon Polres Batu, Lakukan Bansos Sembako Pada Disabilitas

Artikel

Rutan Barabai Bersama Kodim 1002/HST Gelar Razia Insidentil, Tindak Lanjuti Instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan

Artikel

Jumat Sehat Senyum Semangat : Kegiatan Rutin untuk Jaga Kesehatan dan Kebugaran Warga Binaan