Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / Home / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Olahraga / PENDIDIKAN / Tag / Uncategorized

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 12:57 WIB

Ketua GNPK-RI: Alaysius Aidy Angkat bicara Soal Gagalnnya 8 Kontainer Rotan Dugaan Permainan Bea Cukai Dan pelabuhan

Alaysius Aidy Angkat bicara Soal Gagalnnya 8 Kontainer Rotan Dugaan Permainan Bea Cukai Dan pelabuhan

Alaysius Aidy Angkat bicara Soal Gagalnnya 8 Kontainer Rotan Dugaan Permainan Bea Cukai Dan pelabuhan

 

Pontianak TargetNews.id Pengungkapan gagalnya skandal ekspor 8 kontainer rotan ke Cina oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat dan KPPBC Pontianak melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak menuai kontroversi dan kecurigaan dari berbagai pihak, termasuk Perwakilan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (PW GNPK RI) Kalimantan Barat.

Dalam keterangan pers kepada sejumlah wartawan Sabtu (17/8/24) di Pontianak Ketua GNPK-RI Alaysius Aidy mengungkapkan dari data yang diperolehnya dalam kasus ini, dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang diajukan oleh eksportir CV MAS pada 9 Agustus 2024 dengan nomor pendaftaran 604215, menyatakan bahwa barang yang akan diekspor adalah kelapa (coconut). Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak terkait, terungkap bahwa barang yang sebenarnya adalah rotan, yang notabene merupakan komoditas yang dilarang untuk diekspor (LARTAS), karena masih bahan mentah.

PW GNPK RI Kalbar mencurigai adanya permainan oknum intelektual yang memungkinkan proses ekspor ilegal ini terjadi. “Tak mungkin barang tersebut bisa masuk ke pelabuhan tanpa keterlibatan oknum-oknum tertentu,” tegas PW GNPK RI Kalbar. Mereka juga menekankan pentingnya transparansi dalam kasus ini, mengingat adanya dugaan kuat bahwa kasus serupa mungkin telah terjadi sebelumnya.

Baca juga  Tak henti hentinya Anggota Satpolairud Datangi Masyarakat Pesisir Ajak Stop Karhutla

Lebih lanjut, PW GNPK RI Kalbar juga mempertanyakan asal usul rotan tersebut dan menuntut agar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelidiki dari mana rotan itu diambil. Mengingat pentingnya pengawasan hutan di Kalbar, mereka juga meminta agar Kakanwil DJBC Kalbagbar dan pihak pelabuhan bersikap transparan dalam penanganan kasus ini.

Baca juga  Dari Pintu ke Pintu Kapolda Jatim Dengarkan Curhatan Warga

Ironisnya, pada saat pembongkaran kontainer dilakukan, wartawan yang bertugas meliput justru dihalangi dan tidak diizinkan mengambil gambar, yang semakin memperkuat dugaan adanya upaya untuk menutup-nutupi kasus ini. Pelindo pun tidak luput dari sorotan dan diminta untuk diperiksa terkait keterlibatannya dalam kasus ini.

Dengan terbongkarnya kasus ini, PW GNPK RI Kalbar berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan melayangkan surat resmi agar proses hukum dilakukan terhadap eksportir CV MAS serta pihak-pihak yang terlibat. Mereka juga mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan di wilayah Kalbar, yang selama ini dikenal sebagai jalur tikus untuk penyelundupan barang ke Malaysia dan Cina, harus segera diperbaiki agar kasus serupa tidak terulang kembali.(Tim liputan)

Share :

Baca Juga

Artikel

Polresta Malang Kota Gelar Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Tematik

BERITA UTAMA

261 Hari Kepastian Hukum, Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik Polres Pasuruan Kota Bungkam

BERITA UTAMA

PPA-BIRR dan Pemdes Oro Oro Ombo, Audensi Bersama Pelaku Usaha Terkait Penanaman Pohon

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 15/Klirong Hadiri RAT LKM Gapoktan Manunggal Tani Desa Binaan

BERITA UTAMA

Giat rutin Polsek Banama Tingang dalam mengantisipasi angka Laka Lalin personil Polsek Banama Tingang gelar operasi KRYD

Uncategorized

Ajak Warga Sukseskan Timnas Indonesia, Polres dan Pemkab Pulang Pisau Gelar Nobar Piala Asia U-23

BERITA UTAMA

Pasca Serah Terima, Kanit III SPKT Polresta Palangka Raya Cek 44 Tahanan

Uncategorized

Polsek Pandih Batu Patroli Malam Menyambangi Dermaga Pelabuhan Kec. Pandih Batu.