Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / NEWS / Olahraga / PENDIDIKAN / POLRI / Tag / Uncategorized

Selasa, 3 September 2024 - 09:02 WIB

Polres Pacitan Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang

Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang

Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang

 

PACITAN– Musim kemarau yang lebih kering dari tahun sebelumnya memaksa sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menghadapi krisis air bersih.

Sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat yang terdampak, Polres Pacitan melalui Polsek Tulakan melakukan aksi sosial dengan menyalurkan bantuan air bersih.

Pada hari Senin, 2 September 2024, sekitar pukul 10.00 WIB, tim dari Polsek Tulakan bersama dengan anggota Koramil Tulakan melakukan distribusi air bersih ke dua lokasi utama, yakni di Dusun Pinggir, Desa Jatigunung, RT 02/14, serta di Madrasah Ibtidaiyah MIM 1 Jatigunung, Kecamatan Tulakan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Tulakan, AKP Andreas Hekso Soepriyo.

“Kami melaksanakan giat ‘Polsek Tulakan Peduli’ sebagai bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang kekurangan air bersih, ” ujar AKP Andreas.

Ia mengatakan dalam baksos tersebut pihaknya menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga yang sangat membutuhkan.

Baca juga  Personil Polsek Pandih Batu Sosialisasi Dumas Layanan Call Center Polsek Pandih Batu

Musim kemarau yang berlangsung sejak awal tahun ini diprediksi akan mencapai puncaknya pada Agustus 2024, dengan kondisi yang lebih kering daripada tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu seperti diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Erwin Andriatmoko.

Ia menjelaskan bahwa meskipun durasi kemarau kali ini diperkirakan lebih pendek, intensitas kekeringannya cukup mengkhawatirkan.

“Kemarau tahun ini lebih kering meski jangka waktunya tidak selama kemarau tahun kemarin. Puncaknya diprediksi terjadi bulan Agustus nanti,” ungkap Erwin Andriatmoko.

Dengan ancaman krisis air bersih di sejumlah wilayah, Pemkab Pacitan melalui BPBD telah melakukan berbagai langkah antisipasi.

Salah satunya dengan membangun sarana penyediaan air baku seperti sumur bor dan penampungan air di desa-desa rawan kekeringan.

Baca juga  Babinsa Koramil 06/Sruweng Sambangi Kantor Desa Lakukan Komsos Dengan Kades.

Selain itu, optimalisasi embung dan pengerahan Satgas air bersih juga menjadi strategi penting dalam menghadapi dampak kemarau panjang ini.

“Kami juga melakukan proses mitigasi dan eksekusi di desa-desa yang rawan kekeringan untuk mencegah krisis air semakin meluas,” tambah Erwin.

Berdasarkan data dari BPBD Pacitan, sebanyak 59 desa di wilayah Kabupaten Pacitan termasuk dalam kategori rawan kekeringan.

Pada tahun 2023, upaya mitigasi kekeringan telah berhasil menyelesaikan masalah di 25 desa, sementara 34 desa lainnya masih dalam tahap penanganan.

Krisis air bersih yang terus berulang setiap musim kemarau menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pihak swasta, serta lembaga kepolisian seperti yang dilakukan oleh Polres Pacitan sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah krisis air bersih. Red

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Amankan Dan Kawal Pemberangkatan Calon Jamaah Haji, Polres Pulang Pisau Kerahkan Personilnya

BERITA UTAMA

Danramil 1008-01/Muara Uya-Jaro Hadiri Panen Raya Jagung Kuartal III, Wujud Sinergi Dukung Ketahanan Pangan

Artikel

Ternyata ini yang di lakukan Polsek Kahayan Kuala giat Patroli guna Cegah Kriminalitas.

Artikel

Petugas Satpas Colombo SIM Sat Lantas Polrestabes Surabaya, yang melayani masyarakat

Artikel

Pelaku Edarkan Narkoba Jenis Sabu di Pinggir Jalan, Pria Lintas Kabupaten Diamankan Satresnarkoba Polres Gresik

Artikel

Jelang Hari Bhayangkara ke 78 Tahun, Polsek Pulau Raja Menggelar Bakti Sosial Kepada Masyarakat

Artikel

Polres Ngawi Gandeng Gakkumdu Minimalisir Pelanggaran Pilkada 2024

BERITA UTAMA

Jaga Kamseltibcar, Satlantas Polresta Palangka Raya Atur Arus Lalin Kawasan Padat Pengendara