Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Rabu, 4 Desember 2024 - 16:40 WIB

Festival Seni Tradisi Pencak Silat Digelar di Jakarta Utara: Upaya Melestarikan Budaya dan Regenerasi Penggiat Seni

Upaya Melestarikan Budaya dan Regenerasi Penggiat Seni

Upaya Melestarikan Budaya dan Regenerasi Penggiat Seni

 

Jakarta Utara – Paguyuban Perguruan Silat Sentra Garda Budaya Nusantara (PPS SGBN) bersama Forum Budaya Jakarta Pesisir (FBJP) akan menggelar Festival Seni Tradisi Pencak Silat pada Minggu, 8 Desember 2024. Acara ini berlangsung di PPSB Aki Tirem, Jalan Yos Sudarso No. 27-29, Jakarta Utara, dengan dukungan dari Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara.

Menurut Bung Darno, Sekretaris Panitia Acara, saat dikonfirmasi pada Rabu (4/12/2024), festival ini bertujuan melestarikan seni tradisi pencak silat sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi berbagai perguruan silat. “Kami menggratiskan seluruh biaya untuk peserta. Setiap peserta akan mendapatkan cinderamata berupa map berisi piagam kepesertaan dan foto saat sebelum penampilan,” ujarnya.

Meningkatkan Minat Generasi Muda

Festival ini sekaligus menjadi upaya memperkuat minat generasi muda terhadap seni tradisi pencak silat. “Kami berharap tradisi ini tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan menjadi prestasi yang membanggakan di masa depan,” tambah Bung Darno. Acara ini juga menjadi bagian dari perayaan atas penetapan pencak silat seni tradisi sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

Baca juga  Bhabinkamtibmas Sambang Warga Binaan, Wujudkan Keamanan Dalam Lingkungan

Ketua PPS SGBN, Haji Nahrowi, menekankan pentingnya pembinaan tidak hanya bagi pesilat, tetapi juga bagi para pemain musik tradisional (nayaga). “Saat ini jumlah pemain alat musik tradisional masih sangat minim. Ke depan, kami akan memfasilitasi pelatihan alat musik tradisional bagi siswa perguruan, agar lahir lebih banyak pelestari budaya,” jelasnya.

Panggung Regenerasi dan Kampanye Budaya

Sementara itu, Ketua FBJP, M. Husni Munir, menyebut festival ini sebagai upaya untuk mengatasi tantangan regenerasi penggiat seni tradisi pencak silat. “Jika tidak ada yang melestarikan budaya ini, siapa lagi generasi penerusnya? Seni tradisi harus dikenalkan sejak dini agar anak-anak mencintai warisan budaya kita,” katanya.

Baca juga  Sambangi Satpam BANK BNI Pulang Pisau Personil satbinmas beri himbauan dan pesan pesan kamtibmas

Husni juga mengingatkan ancaman klaim budaya oleh negara lain, seperti yang pernah terjadi dengan pencak silat dan batik. “Pencak silat adalah milik Indonesia, dan melalui festival ini, kami ingin mempertegas identitas budaya kita sekaligus menumbuhkan rasa bangga,” tutupnya.

Festival Perdana Penuh Harapan

Festival ini menjadi yang pertama kali diadakan oleh FBJP bersama PPS SGBN. Selain menjadi panggung kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana pencarian bakat baru yang akan diinventarisasi sebagai pelaku kampanye budaya di masa depan.

Semua pihak berharap, melalui festival ini, seni tradisi pencak silat akan terus hidup, berkembang, dan menginspirasi generasi mendatang untuk menjaga warisan budaya bangsa.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Cegah Gangguan Kamtibmas, Patroli KRYD terus Ditingkatkan

Uncategorized

Antisipasi Cuaca Panas Anggota Satpolairud Sampaikan Isi Maklumat Kapolda Kalteng

Artikel

Kasdim 1621/TTS Mayor Inf Jemmy Nelwan, Bacakan Amanat Kasad Pada Upacara Peringatan Hari Juang TNI-AD Ke 79 Tahun 2024.

Artikel

Kodim 0706/Temanggung Gelar Upacara Bendera

Artikel

Kapolres Pulang Pisau Turun Langsung Patroli Motor Sasar Lokasi Rawan dan Gedung Pemerintahan

BERITA UTAMA

Habat TNI Akui Tak Terima KPK Tetapkan Kabasarnas Tersangka, Ramai-ramai Datangi Gedung KPK

BERITA UTAMA

Cegah Tindak Pidana Premanisme, Polsek Maliku Gencarkan KRYD

Artikel

Kalangan Judi Sabung Ayam di Desa Kedungmaling Dibakar Polsek Sooko