Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Sabtu, 6 September 2025 - 13:20 WIB

Bantuan Hibah Sanitasi Sebesar Rp400 Juta untuk 30 KPM, di Desa Lumeneng, Baru Pencairan Tahap Pertama

Bantuan Hibah Sanitasi Sebesar Rp400 Juta untuk 30 KPM, di Desa Lumeneng, Baru Pencairan Tahap Pertama [Jum'at 5/09/2025 Foto: met-slamt Gauol TargetNews.ID)

Bantuan Hibah Sanitasi Sebesar Rp400 Juta untuk 30 KPM, di Desa Lumeneng, Baru Pencairan Tahap Pertama [Jum'at 5/09/2025 Foto: met-slamt Gauol TargetNews.ID)

TargetNews.ID Pekalongan Jateng Program bantuan sanitasi untuk 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Lumeneng, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, mulai berjalan. Total anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat mencapai Rp400 juta, dengan mekanisme pencairan bertahap.

Sekretaris Desa Lumeneng, Romadhon, pada Jumat (5/9/2025) menjelaskan bahwa dana bantuan tersebut dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) “Banyu Mili”. Ketua kelompok dijabat Ardi Ma’ruf, sementara bendahara kelompok dipegang oleh Ena, warga setempat.

“Dana itu dipegang langsung oleh Kelompok, ditransfer untuk pembelian material. KPM hanya sebagai penerima hasil. Pencairannya dilakukan 4 sampai 5 tahap melalui pendamping dan pengawas, lalu ke BNI,” ungkap Romadhon.

Ia menambahkan, hingga saat ini sudah ada 5 hingga 6 unit sanitasi yang terbangun meski belum rampung 100 persen. Pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh warga, sehingga masyarakat yang bukan tukang pun bisa ikut bekerja. Upah kerja ditetapkan sebesar Rp108.000 per hari.

Baca juga  Satlantas Polres Pulang Pisau Gencarkan Himbauan Kamseltibcarlantas

Dalam teknisnya, material dibeli melalui beberapa rekanan, di antaranya dari Munif dan Ehap. Semua pembelanjaan harus sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditetapkan, termasuk spesifikasi bahan. “Contohnya, untuk pintu harus memakai aluminium merek Alexindo, harganya memang lebih mahal. Jadi kalau di RAB Rp1 juta, di lapangan bisa sampai Rp1,3 juta,” jelasnya.

Bantuan sanitasi ini digunakan untuk pembangunan kamar mandi, septic tank, dan resapan. Dari awal, pemerintah desa hanya menyerahkan daftar sekitar 60 calon penerima, lalu dilakukan survei untuk menentukan 30 yang layak. “Yang penting KPM tidak mengeluarkan biaya apa pun. Berbeda dengan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang nominal bantuannya Rp20 juta tapi kebutuhan bisa tembus Rp100 juta,” tambah Romadhon.

Baca juga  Respon Cepat Aduan Masyarakat Polres Mojokerto Amankan 38 Motor Diduga Balap Liar.

Sejauh ini, bantuan sudah menyebar ke enam dukuh di Desa Lumeneng, dengan konsentrasi terbesar di wilayah Si Kembang. Dari sekitar 800 rumah yang ada, 30 di antaranya kini mendapat program sanitasi tersebut.

Pencairan tahap pertama dilakukan pada Agustus lalu. Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Kabupaten Pekalongan melalui Bidang Cipta Karya belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan program ini.

Met-Slamet Gaol

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Menjelang Operasi Keselamatan Kapuas 2023, Kapolres Bengkayang Beri Pemahaman Kepada Para Pelajar

Uncategorized

Sosialisasi Standar Pelayanan Publik ( Alur Peayanan,Biaya Pelayanan dan Waktu pelayanan ) Penerbitan SKCK di Polsek Polsek Sebangau Kuala.

Artikel

Personel Polsek Kahayan Kuala sambangi warga dan Memberikan himbauan Tentang Larangan Membakar hutan dan lahan

Uncategorized

Upaya Pencegahan Karhutla Satbinmas Polres Pulang Pisau, Aktif Berikan Sosialisasi Dan Himbauan melalui Spanduk

Uncategorized

Penyaluran Zakat Fitrah Musholla Baiturrahman Kepada Warga Miskin

Artikel

TNI Hadir di Tengah Petani, Babinsa Koramil 1008-05/Kelua Berikan Pendampingan di Desa Takulat

Artikel

Anak Yatim di Yayasan Al Mukmin Dibulan Ramadan Dapat Santunan

BERITA UTAMA

Personel Polsek Kahayan Kuala menyampaikan pesan Kamtibmas, dan Himbauan kamtibmas dan mendukung Program pemerintah terkait ketahanan pangan