Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Kamis, 20 November 2025 - 17:55 WIB

Lia Istifhama Suarakan Hak Anak Berkebutuhan Khusus: “Negara Harus Hadir Lebih Dekat”

Foto: Lia Istifhama Suarakan Hak Anak Berkebutuhan Khusus: “Negara Harus Hadir Lebih Dekat”

Foto: Lia Istifhama Suarakan Hak Anak Berkebutuhan Khusus: “Negara Harus Hadir Lebih Dekat”

GRESIK — Upaya menghadirkan pendidikan yang benar-benar ramah bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), kembali diperjuangkan Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama. Dalam kunjungan kerjanya di SDN 13 Gresik, Ning Lia tampak berdialog hangat dengan para guru dan orang tua, sembari menegaskan bahwa setiap anak berhak merasakan sekolah yang nyaman dan inklusif.

“Pendidikan inklusi bukan hanya soal regulasi. Ini tentang memastikan setiap anak merasa diterima,” ujar Ning Lia dengan suara lembut namun tegas.

Keterbatasan Anggaran, Dampak Nyata pada Anak

Di SDN 13 Gresik, persoalan nyata terlihat jelas. Sekolah yang berada di lingkungan dengan sekitar 4.000 penduduk ini hanya sanggup menerima lima siswa ABK setiap tahun. Bukan karena kurangnya semangat, tetapi karena dukungan anggaran yang terbatas.

“Bayangkan, ada banyak anak yang ingin sekolah di sini. Tapi sekolah hanya bisa menerima lima. Sementara kebutuhannya jauh lebih besar,” tutur Ning Lia, putri KH Maskur Hasyim ini.

Baca juga  Warga Apresiasi Gerak Cepat Polisi Tangani Longsor di Jalur Bojong–Sokasari

Orang tua pun kerap kebingungan mencari sekolah lain karena rujukan inklusi di Gresik sangat sedikit. Beberapa di antara mereka terpaksa menempuh jarak jauh setiap hari.

Perjuangan Orang Tua: Antara Harapan dan Lelah

Dalam dialog, Ning Lia menyerap cerita-cerita para orang tua. Ada yang harus mengantar anaknya hingga 15 kilometer karena sekolah inklusi terdekat tidak tersedia di kecamatannya. Ada pula ibu yang harus membonceng anak dengan kondisi tubuh besar atau obesitas, penuh kekhawatiran setiap kali melintasi jalanan.

“Mereka tidak hanya berjuang untuk mengantar. Mereka sedang memperjuangkan masa depan anaknya,” kata Ning Lia dengan empati yang kuat.

Sebagai seorang tokoh perempuan, ia memahami betul betapa berat perjalanan itu — terutama bagi keluarga yang secara ekonomi terbatas.

Baca juga  Saat Patroli Dialogis, Personel Sat Samapta sampaikan Maklumat Kapolda Kalteng kepada Masyarakat

Harapan untuk Negara Hadir Lebih Kuat

Melihat kondisi ini, Ning Lia mengajak pemerintah pusat untuk memberi perhatian lebih besar terhadap pendidikan inklusi. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto serta Kemendikdasmen membuka ruang kebijakan yang lebih berpihak.

Beberapa langkah yang ia dorong meliputi: Penambahan anggaran BOS bagi sekolah inklusi, Dukungan pembiayaan khusus untuk sekolah yang menangani pendidikan reguler dan inklusi sekaligus, Pemerataan sekolah inklusif berbasis kecamatan agar orang tua tidak lagi menempuh jarak jauh.

“Ini Tentang Martabat Anak Kita”

Ning Lia mengakui bahwa sekolah-sekolah inklusi telah memberikan yang terbaik, bahkan dengan sumber daya yang terbatas. Karena itulah negara harus menambah dukungan.

“Sekolah inklusi telah membuka pintu dan hati untuk anak-anak kita. Kini negara perlu hadir lebih kuat. Ini bukan hanya tentang pendidikan, tapi tentang martabat anak-anak Indonesia,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Patroli terus di giatkan untuk antisipasi tindak kejahatan pada Obyek Vital dan sekitarnya

Artikel

Personel Polsek Banama Tingang Himbau Masyarakat Agar Stop Lakukan Penambangan Liar Yang Dapat Merusak Lingkungan

Uncategorized

Polsek Maliku Sambangi Masyarakat dengan Beri Imbauan

Artikel

Silaturahmi Warga, Kapolres Brebes Minta Jaga Kerukunan Selama Pilkada

BERITA UTAMA

Inovatif! Satlantas Polres Pulang Pisau Edukasi Warga Soal Tertib Lalin Lewat ‘Polantas Menyapa’

Uncategorized

Door To Door Polsek Sebangau Kuala laksanakan sosialisasi Saber Pungli

Artikel

Musim Hujan Tiba, Polsek Pandih Batu Siaga Banjir Rob yang Mengancam Fasilitas Umum

Uncategorized

Ajak Cegah Karhutla, Brigadir Rahmadhanu A.W Temui Warga