Kota Batu, Targetnews.id – Terjadinya langganan banjir Kali Paron setiap musim hujan tiba, yang berada di wilayah dusun Beru Desa Bumiaji Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Hingga sampai meluber ke pemukiman warga, menjadi sebuah pekerjaan rumah (PR) kembali pada pemerintah Kota Batu. Kejadian banjir rutin menjadi trauma warga dusun Beru dan sekitarnya setiap musim hujan tiba.
“Dengan meluapnya Kali Paron yang menjadi vital untuk mengaliri lahan pertanian yang berada di dua desa, Bumiaji dan desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji dari tahun ketahun. Terjadinya banjir Kali Paron seyogyanya Pemkot Batu dengan dinas terkait melakukan solusi cepat dan tepat. Agar trauma warga Desa Bumiaji tidak berlarut larut dalam kecemasan,”kata Kades Bumiaji Edy Suyanto Rabu (7/1/25).
Untuk menghilangkan rasa trauma warga, maka Pemkot Batu bersama dinas terkait, bersama pemangku kepentingan juga masyarakat maupun petani penggarap di lahan perhutani. Agar bersama-sama melakukan kroscek di lapangan dari hulu sampai ke hilir agar tahu langsung akar permasalahannya.
“Ditambahkan oleh Edy Suyanto, keterlibatan yang dimaksud, masyarakat maupun petani penggarap di wilayah atas mulai dari lereng Gunung Arjuna sampai Gunung Pucung atau Gunung Poso Ladeng. Diharapkan bisa meminimalisir terjadinya alih fungsi lahan jenis tanaman maupun dalam obyek-obyek lainya yang bisa mengakibatkan banjir Antropoganik lebih jelasnya (banjir akibat aktivitas manusia),”papar Edy Suyanto.
Terjadinya luberan sungai Paron setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan di titik pantau pintu air Kali Paron yang menjadi pertemuan dua sungai. Seperti dari sungai daerah Desa Sidomulyo dan Desa Bulukerto tersentral di pintu air Kali Paron Bumiaji.
“Persoalan ini perlu adanya kesadaran masyarakat yang tinggi dan sikap peduli terhadap lingkungan maupun kawasan perhutani di bagian wilayah atas atau hulunya. Karena sebaik apapun penyelesaian di sungai Paron tidak akan berfungsi,tatkala kesadaran masyarakat maupun petani penggarap hutan kurang menerapkan tanaman tegakan, atau lahan pertanian sebagai resapan air hujan ,” papar Kades Bumiaji.
Kejadian luapan sungai Paron karena banyak temuan sampah jenis bambu juga sampah lainya bercampur lumpur. Juga tak kala pentingan pemerintah Kota Batu penerapan Perda RTRW menjadi rambu rambu yang harus di taati oleh semua pihak. Baik calon investor maupun obyek – obyek wisata baru atau bentuk usaha lainnya.
“Dampak maupun resiko yang ada di dua desa antara Bulukerto dan desa Bumiaji, kami selaku pemerintah desa berharap pada Pemkot Batu melalui dinas terkait. Agar Perda RTRW bisa dijalankan dengan tepat sasaran dan disiplin, agar mulai hulu ke hilir bisa terpantau dan ada konsekwensi jika ada pelanggarannya. Lebih-lebih prilaku para penggarap lahan di perhutanan bisa meminimalisir terjadinya alih fungsi lahan yang beresiko banjir,”singkat Edy Suyanto.
Kesempatan itu warga dusun Beru Desa Bumiaji Saleh berharap pada pemerintah maupun dinas yang membidangi, agar kami sebagai warga dusun Beru tidak mengalami was -was atau trauma berkepanjangan dikala musim hujan tiba. Harapan kami semoga banjir yang jadi langganan Kali Paron ini bisa secepatnya di carikan solusi tepat guna dan jangka panjang.
“Semoga usulan usulan kami warga dusun Beru Desa Bumiaji ketika mengikuti Musrenbang desa, minimal ada realisasi atau bukti pelaksanaan pembangunan seperti di Kali Paron. Agar asa manfaat jangka panjangnya masyarakat merasa aman,nyaman dan sejahtera juga dijauhkan dari musibah alam,” tutup Saleh.
Penulis : Toe
Editor. : Habib










