Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / Tag

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:10 WIB

Akses Terputus, Pemkab Tegal Segera Lakukan Penanganan di Jembatan Sokasari

Bojong, TargetNews.id Pemerintah Kabupaten Tegal akan segera melakukan penanganan terhadap terputusnya akses jalan di Jembatan Sokasari akibat longsor. Komitmen ini disampaikan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat meninjau langsung lokasi terdampak di Jembatan Sokasari, Kecamatan Bumijawa, Jumat (30/01/2026).

Menurutnya, longsor yang terjadi pada 24-26 Januari 2026 menyebabkan sebagian badan jalan di sisi kanan amblas sehingga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemkab Tegal melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal telah melakukan asesmen awal untuk menentukan pola penanganan yang paling aman.

Bupati menjelaskan pembangunan kembali jalan di titik yang sama dinilai berisiko tinggi karena potensi longsor susulan masih besar. Oleh karena itu, Pemkab Tegal memilih opsi pembangunan jalan alternatif baru yang dinilai lebih aman dan berkelanjutan.

Baca juga  142 Atlet Jujitsu Ikuti Kejurkab Jujitsu Piala KONI Kabupaten Sidoarjo 2025

Melihat kondisi tanah yang tersisa sangat terbatas, kami memutuskan membuka jalur baru agar risiko longsor dapat diminimalkan,” ujarnya.

Ia menambahkan jalur Bojongsari merupakan akses vital yang mempercepat mobilitas warga dari Sokasari menuju Pasar Bojong, pusat kota, dan wilayah sekitarnya.

Meski akses utama menuju pusat Kecamatan Bumijawa masih tersedia, terputusnya jalur alternatif ini menyebabkan jarak tempuh warga menjadi lebih jauh.

Saat ini, Jembatan Sokasari belum dapat dilalui kendaraan bermotor. Warga yang akan melintas menuju Puncung harus berjalan kaki hingga jembatan, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan ojek dari sisi seberang.

Diketahui, Jembatan Sokasari baru selesai dibangun pada 2025 dengan anggaran sekitar Rp2,9 miliar dari APBD Kabupaten Tegal dan baru digunakan sekitar satu bulan. Sementara itu, jalan penghubung terakhir dibangun pada 2023.

Baca juga  SukseskanKeluargaBerencana, PemkabTegalBersinergidenganMuslimat NU

Untuk penanganan lanjutan, Pemkab Tegal akan memanfaatkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan estimasi kebutuhan anggaran Rp500 juta-Rp700 juta. Selain pembangunan jalan alternatif, akan di lakukan penyodetan aliran air di sekitar jembatan lama guna mengurangi tekanan arus air terhadap tebing di bawah badan jalan.

Bupati juga meminta pemerintah desa segera memfasilitasi musyawarah dengan warga pemilik lahan yang akan dilalui jalan alternatif agar proses pembangunan dapat segera dilaksanakan.

Semakin cepat kesepakatan dengan warga tercapai, pengerjaan juga bisa segera dimulai,” pungkasnya.(Fauzi,/Hms)

Share :

Baca Juga

Artikel

Forkopimda Provinsi dan Tim Pamatwil OMB Mabes Polri lakukan Patroli Pantau Langsung Pelaksanaan Pemungutan Suara di Lokasi TPS

BERITA UTAMA

Selain untuk Sinergitas, Patroli Satsamapta Polresta Palangka Raya untuk Pertahankan Kondusifitas

Artikel

Babinsa Koramil 08/Alian Dampingi Pemdes Jatimulyo Salurkan Bantuan Pemerintah

Artikel

2 Pelaku Pengedar Narkoba, Mendekam di Jeruji Polres Pasuruan

Artikel

Ketua Dewan Pembina Pusat ASWIN Mengutuk dan Mengecam Keras Pernyataan Konyol Abu Janda

Artikel

Berikan Rasa Aman, Polsek Maliku Patroli Malam ke Daerah Pemukiman Warga

BERITA UTAMA

Program Makan Bergizi Gratis Diluncurkan, Kapolres Pulang Pisau Hadir Bersama Forkopimda

Artikel

Polisi Hadir, Polres Tegal Kota Giatkan Pos Pelayanan Ambang Gangguan Pagi