Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag

Senin, 20 April 2026 - 20:27 WIB

Ahli Waris Kecewa!!!, Gus Fuad Badas Angkat Bicara Biaya Sewa dan Proses “Dapur SPPG Berdiri Yang Bermasalah”

KEDIRI – Keberadaan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Badan Gizi Nasional yang berlokasi di Dusun Tegalrejo, RT 002 RW 003, Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dengan nomor registrasi QU6E9BXD, kini menuai masalah.

 

Kasus ini bermula dari keluhan salah satu ahli waris yang merasa dirugikan terkait status sewa lahan tempat dapur tersebut berdiri. Menurut informasi, pihak ahli waris merasa sangat kecewa karena besaran biaya sewa yang diterima dinilai tidak sesuai, serta merasa tidak pernah dilibatkan atau diajak berunding oleh pihak pengelola lokasi, yaitu Yayasan Padamu Negeri Berbakti, selaku penyewa lahan.

 

Merespons persoalan tersebut, tokoh masyarakat setempat, Gus Fuad Badas, angkat bicara. Ia menilai bahwa kondisi ini perlu segera dicarikan solusi yang bijak dan beradab.

 

“Kami melihat ada ketidakpuasan dari pihak ahli waris terkait biaya sewa dan proses yang berjalan. Mereka merasa tidak dilibatkan dengan baik,” ujar Gus Fuad.

Baca juga  Pangdam XII/Tpr Hadiri Acara Festival Cap Go Meh Di Kecamatan Pemangkat Kab. Sambas Tahun 2023

 

Oleh karena itu, Gus Fuad Badas menyampaikan harapannya agar operasional dapur tersebut ditutup sementara waktu terlebih dahulu.

 

“Sebelum masalah ini berlarut-larut, sebaiknya dapur SPPG ini ditutup dulu. Semua pihak harus duduk bersama, bermusyawarah, hingga mencapai kesepakatan atau mufakat yang baik dan adil bagi semua pihak,” tegasnya.

 

IPAL Diduga Tak Layak, Limbah Diduga Langsung Dibuang ke Kali. Saat tim media bersama perwakilan dari Yayasan Jiwa’ Pelopor Reclasseering Suhada Abadi (YJPRSA) Lembaga Reclasseering Indonesia (LRI) melakukan pengecekan langsung di lokasi, ditemukan sejumlah kejanggalan terkait fasilitas pengolahan limbah.

 

Berdasarkan hasil pantauan, bangunan yang diduga berfungsi sebagai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terlihat hanya berupa struktur beton kosong. Di dalamnya terdapat saluran pipa yang ketika ditelusuri lebih lanjut, diduga kuat mengalirkan air limbah langsung ke sungai atau kali yang berada tepat di sebelah lokasi dapur tersebut.

Baca juga  Babinsa Koramil 15/Klirong Hadiri Kegiatan Rapat Rutinan RT Di Desa Binaan

 

Menurut keterangan yang diperoleh Dari Asisten Lapangan (Aslap) Lasim, sistem yang digunakan saat ini memiliki 4 (empat) bilah atau ruang penyaringan. Air bekas cucian yang mengandung minyak dan lemak disaring menggunakan bahan gestrep di dalam tempat penampungan tersebut sebelum dialirkan keluar.

 

Dari Puskesmas menyarankan agar air limbah yang sudah disaring tersebut tidak langsung dibuang ke kali, melainkan dibuatkan kolam penampungan tambahan. Tujuannya supaya bisa diketahui dengan jelas hasil pengolahan air tersebut sebelum akhirnya dibuang ke sungai,” jelasnya.

 

Saat ini, belum ada langkah perbaikan yang akan dilakukan pihak pengelola menyikapi temuan dan saran tersebut.Hingga saat ini pengelola SPPG belum ada Kesepakatan Sewa kedua belah pihak. (tok)

Share :

Baca Juga

Artikel

Babinsa Koramil 09/Kutowinangun Bina Siswa Ikapeksi

BERITA UTAMA

Kunjungan Mendadak, Sipropam Polres Pulang Pisau Tes Urine Anggota Polsek Kahayan Tengah dan Banama Tingang

Artikel

Mencegah Potensi Gangguan Kamtibmas di Wilkumnya, Polsek Maliku Laksanakan Kryd

Artikel

Pelayanan di pagi hari, Personel Satlantas Polres Pulang Pisau Laksanakan Pengaturan dijalan

BERITA UTAMA

Wujud Kedekatan Dengan Warga Bhabinkamtibmas Aktif Sambangi Desa Binaan

Artikel

Polda Jatim Berhasil Ungkap Kasus, Tindak Pidana ITE Pornografi Anak Motif Cemburu

BERITA UTAMA

kades mlaten .hj Dwi siswarini sh .genjot pembagunan usaha tani .di desa mlaten kec puri mojokerto

Artikel

Gerak Bersama Pangdam XXII/TB dengan Insan Media Kalsel, Pererat Sinergi dan Wujudkan Informasi Edukatif