Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag

Selasa, 21 April 2026 - 14:30 WIB

Ketua Komite SMKN 12 Surabaya Diduga Mengalami Tekanan usai Pelaku Memperlihatkan Senjata Api, MAKI Jatim Ultimatum 24 Jam Kadindik Bertindak

Surabaya – Peristiwa intimidasi senjata api terhadap Ketua Komite SMKN 12 Surabaya bukan sekadar insiden kriminal, ini adalah alarm keras atas kegagalan sistemik yang terjadi di dalam institusi pendidikan. Lokasinya pun tidak main-main: ruang kepala sekolah SMKN 12 Surabaya. Tempat yang seharusnya menjadi pusat kendali, justru berubah menjadi titik terjadinya intimidasi bersenjata.

 

Fakta ini sendiri sudah cukup untuk mengguncang kepercayaan publik. Jika ruang formal sekolah bisa ditembus oleh ancaman bersenjata, maka pertanyaan mendasarnya sederhana: di mana kontrol, di mana pengawasan, dan siapa yang bertanggung jawab?

 

Keterangan yang menyebutkan adanya pihak lain di lokasi, termasuk Prata, justru menambah lapisan kejanggalan. Hingga kini belum ada penjelasan terang mengenai kronologi utuh maupun posisi para pihak saat kejadian.

 

Kekosongan informasi ini membuka ruang spekulasi yang berbahaya dan lebih parah lagi, menunjukkan lemahnya transparansi.

Baca juga  Polres Nganjuk Gelar Binrohtal, Jadikan Surat Al-Ikhlas Landasan Melayani Masyarakat

 

Ketua Komite SMKN 12 tidak menutup-nutupi keresahannya. Ia secara gamblang menyatakan bahwa situasi sudah tidak aman, bahkan memberi tenggat waktu kepada pihak terkait untuk bertindak. Pernyataan ini bukan sekadar keluhan, melainkan bentuk peringatan bahwa kesabaran telah mencapai batas.

 

Desakan evaluasi terhadap kepala sekolah SMKN 12 pun menjadi relevan. Dalam konteks kepemimpinan, kelalaian menjaga keamanan bukan hal teknis itu adalah kegagalan mendasar. Jika terbukti ada pembiaran atau ketidakmampuan mengendalikan situasi, maka tuntutan pencopotan bukan berlebihan, melainkan konsekuensi logis.

 

Dari sisi hukum, kasus ini jelas masuk kategori serius. Intimidasi dengan senjata api ilegal bukan hanya intimidasi, tetapi ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa. Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 telah tegas mengatur sanksi berat, bahkan hingga penjara seumur hidup. Artinya, tidak ada ruang kompromi dalam penanganannya.

 

Namun yang justru mencolok adalah absennya respons resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai.

Baca juga  Babinsa Koramil 15/Klirong Bersama Tim Kesehatan Puskesmas Klirong 1 Pengecekan Dan Penyuluhan Penyakit Leptospirosis

 

Dalam situasi krisis, diam bukanlah netral, diam adalah sikap yang memperburuk keadaan. Publik tidak membutuhkan keheningan, tetapi kepastian sikap dan langkah konkret.

 

Ketua MAKI Jawa Timur telah mengeluarkan ultimatum. Ini bukan gertakan kosong, melainkan sinyal bahwa jika negara lambat bergerak, tekanan publik akan mengambil alih. Ketika organisasi masyarakat sipil mulai turun tangan, itu menandakan ada celah serius dalam fungsi pengawasan pemerintah.

 

Kasus ini kini berada di persimpangan penting: ditangani secara tegas, transparan, dan menyeluruh atau dibiarkan menjadi preseden buruk bahwa kekerasan bisa masuk ke sekolah tanpa konsekuensi jelas.

 

Jika yang kedua terjadi, maka yang runtuh bukan hanya rasa aman di SMKN 12 Surabaya. Yang runtuh adalah kepercayaan publik terhadap seluruh sistem pendidikan itu sendiri.

Anil

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Polri Keluarkan Aturan Optimalkan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Melalui ETLE dan Tiadakan Razia

Artikel

Kunjungi Anggota yang Sakit, Kapolsek Kahayan Hilir Tunjukkan Rasa Empati

BERITA UTAMA

Sosialisasi Satgas Saber Pungli, yang di lakukan Polsek Kahayan Kuala guna cegah terjadinya pungutan biaya yang tak resmi.

Artikel

MISBAKHUL MUNIR ADM PERHUTANI BONDOWOSO TNI ADALAH SAHABAT SEJATI PARA RIMBAWAN

Artikel

Datangi masyarakat dan ajak masyarakat untuk jaga Kamtibmas, itulah yang di sampaikan Petugas Patroli Sat Samapta

BERITA UTAMA

Dukung Kelestarian Seni Budaya, Polsek Rakumpit Ikuti Acara Pembentukan Paguyuban

Artikel

Polres Probolinggo Lakukan Pengamanan Obyek Vital Nasional PLTU Paiton untuk Kelancaran WWF di Bali.

BERITA UTAMA

Jaga Keamanan Wilayah, Polsek Banama Tingang Laksanakan Serah Terima Piket Penjagaan Mako