Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:22 WIB

Sekolah Maung: Belajarlah dari Pengalaman

Oleh: Prof. Dr. Yoyon Suryono, M.S.

Akademisi dan Pengamat Sosial Politik

Gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mendirikan Sekolah Maung sebagai sekolah unggulan di Jawa Barat patut diapresiasi. Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan dan persaingan sumber daya manusia yang semakin ketat, kehadiran sekolah unggulan dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki daya saing tinggi.

 

Namun, sejarah pendidikan Indonesia mengajarkan bahwa membangun sekolah unggulan bukanlah gagasan baru. Berbagai model pernah hadir, mulai dari sekolah unggulan, sekolah bertaraf internasional, hingga sekolah berasrama dengan beragam nomenklatur dan kekhasannya. Publik juga mengenal Sekolah Taruna Nusantara yang selama puluhan tahun menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan pendidikan berbasis karakter, kepemimpinan, dan prestasi akademik.

 

Karena itu, Sekolah Maung perlu belajar dari pengalaman berbagai model sekolah unggulan yang telah ada. Keunggulan sebuah sekolah tidak cukup diukur dari kemegahan bangunan, kelengkapan sarana, atau desain fisik yang modern. Banyak sekolah dibangun dengan fasilitas yang mengesankan, tetapi belum tentu mampu melahirkan budaya akademik yang kuat dan berkelanjutan.

 

Faktor yang sesungguhnya menentukan kualitas pendidikan adalah ekosistemnya. Ekosistem tersebut mencakup kualitas guru, kepemimpinan sekolah, budaya belajar, keterlibatan orang tua, sistem pembinaan peserta didik, jejaring kemitraan, hingga tata kelola yang transparan dan akuntabel. Sekolah yang hebat lahir bukan semata-mata karena bangunannya, melainkan karena hadirnya lingkungan yang memungkinkan setiap peserta didik berkembang secara optimal.

Baca juga  Danbrigif Para Raider 17/Sakti Budi Bakti Pimpin Upacara Sertijab Danyonif Para Raider 330/Tri Dharma

 

Sekolah Maung juga perlu menjawab tantangan yang lebih luas. Apakah sekolah ini akan menjadi laboratorium inovasi pendidikan yang hasilnya dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain? Ataukah hanya menjadi “pulau keunggulan” yang berdiri sendiri tanpa memberikan dampak sistemik bagi pendidikan Jawa Barat?

 

Pertanyaan ini penting karena tujuan akhir pendidikan publik bukan hanya menciptakan segelintir sekolah unggulan, melainkan meningkatkan mutu seluruh ekosistem pendidikan. Keberhasilan sebuah sekolah unggulan seharusnya tidak berhenti pada pencapaian internal, tetapi mampu menjadi sumber inspirasi, inovasi, dan praktik baik bagi sekolah-sekolah lainnya.

 

Di samping itu, publik perlu menyadari bahwa pendidikan adalah proses jangka panjang. Tidak ada sekolah unggulan yang lahir secara instan. Membangun tradisi akademik, membentuk karakter peserta didik, menghasilkan lulusan berkualitas, serta menumbuhkan reputasi kelembagaan memerlukan waktu, konsistensi, dan kesabaran.

 

Hasil pendidikan sering kali baru dapat dilihat setelah bertahun-tahun, bahkan ketika para lulusannya telah hadir dan berkiprah di tengah masyarakat. Karena itu, Sekolah Maung perlu diberi ruang untuk bertumbuh, dievaluasi secara objektif, dan dikawal secara berkelanjutan, bukan dinilai semata-mata dari capaian awal yang bersifat jangka pendek.

Baca juga  Personel Polsek Kahayan Kuala sambangi warga, dan Memberikan himbauan Tentang Larangan Membakar hutan dan lahan

 

Keberhasilan Sekolah Maung kelak tidak hanya diukur dari jumlah pendaftar, prestasi lomba, atau kemegahan kampusnya. Ukuran yang jauh lebih penting adalah kemampuannya melahirkan lulusan yang berkarakter, berintegritas, berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan zaman, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

 

Gagasan Sekolah Maung layak didukung. Namun, dukungan tersebut perlu disertai harapan agar pembangunan tidak berhenti pada aspek fisik dan simbolik. Yang harus dibangun secara bersamaan adalah budaya akademik, sistem pembelajaran yang unggul, serta ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.

 

Keunggulan yang sejati tidak dibangun dalam hitungan bulan. Ia lahir dari proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan, ketekunan, konsistensi, dan kesabaran. Karena itu, keberhasilan Sekolah Maung pada akhirnya akan ditentukan bukan oleh seberapa megah ia dibangun, melainkan oleh seberapa besar kontribusinya dalam melahirkan generasi yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Kita menunggu realisasinya. Semoga Sekolah Maung tidak sekadar menjadi sekolah yang tampak unggul, tetapi benar-benar menjadi sekolah yang menghasilkan keunggulan.[]

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

DPD RI Lia Istifhama dan Senator Maluku Boy Latuconsina Hadiri Pelantikan KPPM di Surabaya

Artikel

Bahas Titik Rawan Laka dan Persiapan Program 2025, Jasa Raharja Hadiri Rapat Forum Lalu Lintas Kabupaten Sambas

Artikel

Uri Uri Bodoyo Do’a Bersama di Makam Nyai Satijem Desa Jagiran Kecamatan Tambaksari Surabaya

Artikel

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Perkuat Kemitraan Tebu Berkelanjutan Melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi bagi Petani Tebu Mitra Binaan – Batch 2

Artikel

Pembekalan Panglima TNI : Polri Presisi Yang Melayani Dambaan Rakyat Untuk Indonesia Maju

Artikel

Sambangi warga Bhabinkamtibmas Sosialisasi cegah karhutla

BERITA UTAMA

Dorong Kemandirian Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Kahayan Tengah Sambangi Lahan Warga

BERITA UTAMA

Kedatangan presiden RI ke labuhan Bajo Kabupaten Manggarai Barat