Home / BERITA UTAMA

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:56 WIB

Polrestabes Surabaya Ungkap Jaringan Scamming Internasional, 44 Tersangka Diamankan

Surabaya, Satreskrim Polrestabes Surabaya membongkar jaringan scamming internasional. Pengungkapan disampaikan dalam press release di Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, Rabu (17/6/2026).

Kapolrestabes Surabaya Kombes. Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., menjelaskan penyidikan terus berlanjut terhadap 44 pelaku.

“Total sekarang ada 44 tersangka yang kita proses,” ujar Kombes Luthfie.

Para tersangka dijerat UU ITE dan pasal terkait lainnya. “Kita akan terus maksimalkan pengenaan pasal-pasal ini,” tegasnya.

Dari 44 tersangka, 30 di antaranya warga negara China, 4 warga negara Jepang, 7 warga negara Taiwan, dan 3 WNI.

“Kami berkomitmen penyidikan ini akan terus kita tuntaskan,” kata Kombes Luthfie.

Baca juga  NU Care-LAZISNU Kabupaten Tangerang Dan DPC KAI Kabupaten Tangerang Jalin Sinergi Sosial untuk Umat

Penanganan kasus ini difasilitasi dan melibatkan kerja sama dengan Kepolisian Jepang dan Kepolisian China.

“Sudah kita lakukan pemeriksaan terhadap korban-korban yang ada di Jepang. Dalam waktu dekat kita akan segera lakukan pemeriksaan para korban yang ada di Cina,” jelasnya.

Kombes Luthfie menyebut pihaknya terus mendalami modus dan kerugian korban. Pelaku memeras korban dengan dalih korban teridentifikasi terlibat pencucian uang.

“Kamar-kamar dibuat kedap suara. Dari hasil di Jepang, mereka yakin karena sempat video call dengan pelaku dan tergambar suasana seperti di kantor polisi,” ungkapnya.

Berdasarkan pendalaman, data potensial korban mencapai puluhan ribu. “Untuk Jepang ada data kurang lebih 30.000 yang mungkin potensial akan menjadi korban. Di Cina juga puluhan ribu data,” bebernya.

Baca juga  Satgas TMMD Regtas ke-126 Kodim 1208/Sambas Jalin Silaturahmi Lewat Makan Siang Bersama Warga

Meski begitu, polisi memastikan tidak ada korban dari WNI. “Memang tidak ada korban dari warga negara Indonesia,” kata Kombes Luthfie.

Saat ini penyidik fokus memperkuat pembuktian dengan memeriksa para korban di luar negeri. Koordinasi lintas negara terus dilakukan agar proses hukum berjalan cepat.

“Kami akan terus menelusuri dan melakukan pendalaman. Kita harapkan bisa berproses dengan lebih cepat dan bisa terjaring seluruh pelaku ini tanpa ada hambatan,” tutupnya.

 

(Samsul)

Share :

Baca Juga

Artikel

Antisipasi Banjir Dan Penyerabaran Wabah Penyakit, Koramil Batang Alai Selatan Lakukan Pembersihan Saluran Irigasi

BERITA UTAMA

PJ Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH melantik dan mengambil sumpah Jabatan

Artikel

Personel Polsek Kahayan Kuala menyampaikan pesan Kamtibmas, dan Himbauan kamtibmas dan mendukung Program pemerintah terkait ketahanan pangan

BERITA UTAMA

Polres Pulang Pisau Lakukan Sosialisasi Ops Zebra Telabang 2024 Kepada Masyarakat

Artikel

Kodim 1009/Tanah Laut Selenggarakan Upacara Pemakaman Militer Untuk Prajurit Terbaiknya

Artikel

Momen Mabes Polri: Suami Selebgram di Bogor Dijerat Pasal Berlapis, KDRT dan Kekerasan Anak, Korban diberikan Trauma Healing

Artikel

Pemerintah Kabupaten Asahan Gelar Pawai Takbir Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 H/2024 M.

BERITA UTAMA

SATBINMAS SAMBANG PETANI SAMPAIKAN PESAN-PESAN KAMTIBMAS