Home / BERITA UTAMA / DAERAH

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:16 WIB

Di Balik Dugaan Penggelonggongan Sapi, Pemilik Sebut Pemberian Air untuk Hindari Kerugian

Gresik – Praktik yang diduga sebagai penggelonggongan sapi sebelum proses penyembelihan diduga masih berlangsung di sebuah kandang di Desa Sumbergede, Kabupaten Gresik. Dugaan tersebut mencuat setelah tim investigasi media melakukan penelusuran langsung dan memperoleh keterangan dari sejumlah narasumber yang saling berkaitan.

Hasil investigasi mengungkap adanya dugaan proses pemberian air ke dalam tubuh sapi menggunakan selang sebelum hewan dikirim ke rumah potong hewan (RPH). Informasi tersebut pertama kali diperoleh dari seorang yang disebut sebagai pekerja kandang bernama Ghfr.

Kepada tim investigasi, Ghfr menerangkan bahwa proses pemberian air dilakukan selama sekitar dua hingga empat jam untuk setiap ekor sapi sebelum diberangkatkan ke rumah potong hewan.

Informasi tersebut kemudian ditelusuri lebih lanjut. Tim investigasi juga memperoleh keterangan dari mantan Kepala Desa Sumbergede, Skd, yang menurut hasil penelusuran memberikan informasi yang sejalan dengan dugaan adanya aktivitas tersebut.

Baca juga  Pengukuran Tanah PT SSS Ricuh Ini Komentar Dedi BPN Tigaraksa

Penelusuran kemudian mengarah kepada seorang pria yang dikenal sebagai Abah M, yang ditemui tim investigasi di kawasan RPH Kedurus, Surabaya.

Dalam wawancara tersebut, Abah M mengakui bahwa sapi-sapi yang berada di kandang Desa Sumbergede merupakan miliknya.

Saat dimintai penjelasan mengenai dugaan penggelonggongan sapi, Abah M tidak membenarkan penggunaan istilah tersebut. Ia menyebut kegiatan itu sebagai “dicombor”, atau pemberian air minum kepada sapi.

«”Itu sudah biasa, itu namanya dicombor, hanya memberikan air untuk minum,” ujarnya.»

Namun, ketika ditanya mengapa pemberian air dilakukan menggunakan selang, Abah M menjelaskan bahwa cara tersebut bertujuan menambah bobot sapi.

«”Supaya bertambah bobot atau beratnya bertambah. Kalau tidak begitu kita rugi. Sekarang satu sapi bisa rugi sampai Rp4 juta. Harga sapi sekarang mahal,” katanya.»

Tak hanya itu, Abah M juga mengaku praktik tersebut telah berlangsung cukup lama.

«”Sejak tahun 2014. Dari kandang di Sumbergede dikirim ke RPH sekitar pukul 21.00 WIB, disembelih sekitar pukul 01.00 WIB. Setiap hari tiga sampai empat ekor sapi dipotong,” ungkapnya.»

Baca juga  Kurang dari 24 Jam, Polisi Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Mobil di Malang

Keterangan tersebut kini menjadi bagian dari rangkaian hasil investigasi media. Tim redaksi telah melayangkan surat konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan resmi, termasuk mengenai mekanisme pemberian air menggunakan selang, tujuan pelaksanaannya, serta kesesuaiannya dengan ketentuan di bidang peternakan, kesehatan hewan, keamanan pangan, dan perlindungan konsumen.

Media juga akan meminta tanggapan dari instansi yang berwenang agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang. Pemberitaan ini akan terus diperbarui sesuai perkembangan hasil klarifikasi dan informasi resmi yang diperoleh.

Redaksi membuka hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Investigasi)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Polres Malang Amankan Pulihan Remaja yang Terjaring Razia Balap Liar

Artikel

Kodim 1002/HST Ubah Hidup Keluarga Qamarus Zaman dengan Rumah Baru

BERITA UTAMA

Sambangi Warga Tangkiling, Aipda Poniman Sampaikan Pesan Kamtibmas

Artikel

Jalin Komsos Babinsa Sambangi Peternak Sapi Di Desa Binaan

Artikel

Yontankfib 1 Marinir Terima Kunjungan TK RA Azzahra di Kesatrian Marinir Hartono Cilandak

BERITA UTAMA

Pastikan Berjalan Lancar, Sipropam Polresta Palangka Raya Cek Unit Pelayanan Tiap Satfung

Artikel

Bangun Satlinmas Berintegritas, Dandim 1002/HST Ajak Anggota Tanamkan Semangat Bela Negara

BERITA UTAMA

Kabel WiFi Dipasang Tengah Malam, Padi Net Disemprot Warga Satpol PP Simokerto Putus Jaringan