Home / BERITA UTAMA / DAERAH

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:49 WIB

Wakil Walikota Ingatkan Pentingnya Keluarga dalam Membangun Karakter Antikorupsi

TEGAL,Targetnews.id -Pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi harus di mulai dari lingkungan terkecil: keluarga dan sekolah.

Wakil Walikota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, menegaskan hal ini saat menjadi pembicara dalam acara Edukasi Antikorupsi dalam Pelayanan Pendidikan Kota Tegal bertema “Anti Korupsi Stop Gratifikasi” di Aula SMP Negeri 1 Kota Tegal, Selasa (07/07/2026).

Mba Iin, sapaan akrabnya, menekankan bahwa keluarga adalah tempat pertama anak belajar nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan menghargai hak orang lain. Penanaman nilai sejak dini akan menjadi fondasi kuat dalam membentuk pribadi berintegritas dan mampu menolak perilaku koruptif di masa depan.

Ia mengajak orang tua menjadi teladan dengan membiasakan sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Anak belajar bukan hanya dari apa yang kita sampaikan, tetapi juga dari apa yang kita lakukan setiap hari. Karena itu, keluarga harus menjadi contoh pertama dalam menanamkan nilai kejujuran, integritas, dan sikap antikorupsi,” ujarnya.

Baca juga  Warga Desa Tiron Siap Turun ke Jalan, Dugaan Penyalahgunaan Tanah Kas Desa Disorot Publik

Selain keluarga, sekolah juga berperan penting. Guru memperkuat nilai integritas melalui pembelajaran, keteladanan, dan budaya sekolah yang menolak menyontek, membiasakan disiplin, serta menanamkan tanggung jawab. Sinergi keluarga dan sekolah, menurutnya, akan membuat anak memahami bahwa kejujuran adalah nilai yang harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan.

Sekretaris Inspektorat Kota Tegal, Siti Cahyani, menambahkan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK. Inspektorat setiap tahun konsisten menyelenggarakan edukasi antikorupsi di sekolah. Pada 2025 kegiatan menyasar 10 SMP Negeri, sementara 2026 dilaksanakan di sembilan SMP Negeri dengan fokus pada guru dan orang tua siswa.

Baca juga  TNI-Polri Pengawalan Pendistribusian Logistik Pilkada TPS Terluar

Ia mengungkapkan, hasil SPI KPK 2024 menunjukkan masih ada 86,11 persen responden yang menganggap pemberian hadiah kepada guru saat hari raya atau kenaikan kelas sebagai hal wajar. “Budaya ini perlu kita ubah agar tercipta lingkungan pendidikan yang bersih, berintegritas, dan bebas dari korupsi,” tegasnya.

Melalui edukasi ini diharapkan terbangun kesadaran bersama antara pemerintah, tenaga pendidik, dan orang tua mengenai pentingnya menanamkan nilai antikorupsi sejak dini. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, budaya integritas di lingkungan pendidikan akan semakin kuat, sehingga mampu mencetak generasi yang jujur, berkarakter, dan berintegritas.(Fauzi/Targetnews.id)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Anggota Polsek Pandih Batu Bhabinkamtibmas Desa’ Dandang Bripka Slamet Rianto Laksanakan Kegiatan Super Police di Wilkum Polsek Pandih Batu

Artikel

Sukseskan Swasembada Pangan Nasional Babinsa Malek Bantu Warga Bersihkan Gulma

BERITA UTAMA

Sertifikat di Bank, Ahli Waris Diduga Dipersulit

Artikel

Amankan Pelaksanaan Jalanya Kunjungan Keluarga, Personel Kodim 1009/Tanah Laut Hadir Di Rutan Kelas II B Pelaihari

Artikel

Polres Batang Ungkap Judi Togel Online di Warkop

BERITA UTAMA

Wujud Negara Hadir, Jasa Raharja Memberi Perlindungan Korban Kecelakaan Rp3,22 Triliun Sepanjang 2025

BERITA UTAMA

Dukung Pariwisata Lokal, Koramil 0808/17 Panggungrejo Berkontribusi Melalui Aksi Bersih-bersih Pantai Serang

Artikel

IWO-I DPD Kota Bekasi Jalin Silahturohmi dan Perkenalan dengan Danyon 7/ Biringgalih