Slawi,Targetnews.id – Pemerintah Kabupaten Tegal terus memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap dunia kerja melalui Program Prioritas Bupati Tegal “Gampang Nyambut Gawe”. Program yang di jalankan Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Disperintransnaker) Kabupaten Tegal tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan kerja berbasis kompetensi, tetapi juga memperkuat sistem penempatan tenaga kerja melalui digitalisasi layanan dan kemitraan dengan dunia usaha.
Kepala Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal, Supriyadi, mengatakan Program Gampang Nyambut Gawe dibangun melalui pendekatan hulu hingga hilir. Pada sisi hulu, pemerintah meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai pelatihan yang di sesuaikan dengan kebutuhan industri. Sementara pada sisi hilir, pemerintah mempercepat layanan ketenagakerjaan sekaligus memperluas jaringan penempatan kerja.
Program ini terdiri dari dua bagian besar, yaitu pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja serta penempatan tenaga kerja. Tujuannya adalah mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan mandiri melalui pendekatan hulu sampai hilir,” ujar Supriyadi saat wawancara publikasi Program Prioritas Bupati Tegal.
Pada tahun 2026, Disperintransnaker menargetkan penguatan kompetensi bagi 155 peserta yang berasal dari dua sumber pendanaan. Sebanyak 80 peserta mengikuti pelatihan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang menyasar buruh pabrik rokok, petani tembakau beserta keluarganya sebagai upaya memberikan keahlian alternatif atau second skill. Sementara 75 peserta lainnya mengikuti Program Vokasi Nasional yang didanai APBN dengan target seluruh peserta memperoleh sertifikat kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Berbagai kejuruan yang dibuka juga semakin beragam dan di sesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, di antaranya pelatihan garment, tata rias, practical office advance, pembuatan roti dan kue, desain grafis hingga servis elektronik.
Menurut Supriyadi, pelaksanaan pelatihan kini juga mengalami peningkatan kualitas. Jika sebelumnya sebagian besar pelatihan dilaksanakan oleh pihak ketiga, saat ini seluruh kegiatan di pusatkan di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tegal dengan dukungan sarana prasarana yang lebih memadai serta instruktur yang kompeten.
Kami ingin pelatihan benar-benar menghasilkan tenaga kerja yang siap bekerja maupun siap membuka usaha mandiri. Karena itu kompetensi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan industri sekaligus kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain meningkatkan kualitas pelatihan, Pemerintah Kabupaten Tegal juga melakukan transformasi layanan administrasi ketenagakerjaan. Sejak pertengahan tahun 2025, penerbitan Kartu AK-1 atau yang dahulu dikenal sebagai Kartu Kuning telah menggunakan sistem paperless berbasis Tanda Tangan Elektronik (TTE). Masyarakat cukup melakukan pendaftaran secara daring, kemudian data diverifikasi oleh petugas dan dokumen dapat di terima melalui email maupun WhatsApp tanpa harus datang ke kantor.
Tak hanya itu, Disperintransnaker juga menginisiasi aplikasi PILUS (Pusat Informasi Lowongan Perusahaan) sebagai ekosistem layanan ketenagakerjaan terpadu. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat membuat AK-1 secara daring, mencari dan melamar pekerjaan, memperoleh informasi lembaga pelatihan kerja, hingga mengakses layanan hubungan industrial. Sementara perusahaan dapat mengunggah dan mengelola lowongan pekerjaan secara mandiri.
Dalam memperluas kesempatan kerja, Disperintransnaker juga mengoptimalkan fungsi job matching dengan melibatkan pengantar kerja sejak proses pelatihan berlangsung. Langkah tersebut diperkuat melalui kemitraan dengan sejumlah perusahaan seperti PT Aroma, PT MBI, PT Lea Footwear, PT Adonia, PT Wahana Gula Investama, Alfamart, dan PT Sinar Sosro Gunung Slamet, serta kerja sama antar daerah dengan Kabupaten Batang dan Kendal maupun jaringan resmi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran, pemerintah daerah kini lebih mengoptimalkan metode job matching di bandingkan penyelenggaraan job fair berskala besar. Informasi lowongan pekerjaan di publikasikan secara aktif melalui media sosial serta dilakukan analisis kebutuhan tenaga kerja secara langsung ke Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK agar penempatan tenaga kerja lebih tepat sasaran.
Data administrasi Disperintransnaker mencatat jumlah pencari kerja yang berhasil tersalurkan mencapai 17.747 orang pada tahun 2024, 11.746 orang pada tahun 2025, dan 4.003 orang pada Semester I Tahun 2026. Menurut Supriyadi, penurunan angka tersebut tidak dapat dimaknai sebagai menurunnya kesempatan kerja semata, melainkan dipengaruhi berbagai faktor, seperti meningkatnya masyarakat yang memilih berwirausaha maupun bekerja di luar Kabupaten Tegal.
Kalau dilihat hanya dari angka memang terlihat menurun. Tetapi harus dibaca secara komprehensif karena banyak masyarakat yang memilih bekerja di luar daerah atau membuka usaha sendiri. Yang terpenting adalah masyarakat tetap memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan maupun meningkatkan penghasilannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan Program Gampang Nyambut Gawe turut tercermin dari kondisi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tegal yang mampu mempertahankan posisi sebagai daerah dengan persentase penduduk miskin terendah keenam di Provinsi Jawa Tengah. Sementara evaluasi terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Tahun 2026 masih menunggu hasil resmi Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis Badan Pusat Statistik.
Supriyadi berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat terus di perkuat agar semakin banyak tenaga kerja Kabupaten Tegal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
Kami ingin masyarakat Kabupaten Tegal semakin mudah memperoleh pekerjaan. Bagi yang ingin bekerja kami fasilitasi sampai bertemu dengan perusahaan, sedangkan bagi yang ingin berwirausaha kami bekali keterampilan agar mampu mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” pungkasnya.(Fauzi/Hms)










