Home / BERITA UTAMA / DAERAH

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:16 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Dibalik Kasus Jampidsus Febrie, Negara Tidak Boleh Menjadi Arena Adu Kekuatan Penegakan Hukum

JAKARTA – Perkembangan perkara yang berkaitan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, telah menjadi perhatian nasional. Terlepas dari benar atau tidaknya berbagai dugaan yang berkembang, serta beragam informasi yang masih memerlukan pembuktian di pengadilan, satu hal telah terjadi: publik menyaksikan dinamika yang memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antarlembaga penegak hukum.

Aceng Syamsul Hadie menyoroti dengan serius peristiwa tersebut, dimana isu ini bisa menuai perbedaan pandangan di kalangan masyarakat sehingga dikhawatirkan terjadi kesalahpahaman dan liar.

> “Seyogyanya antar lembaga untuk menahan diri dan diharapkan dibalik kasus Jampidsus Febrie Adriansyah agar negara tidak boleh menjadi arena ada kekuatan penegakan hukum”, ungkap Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM yang berinisial ASH selaku Ketua Dewan Pembina Pusat ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional).

ASH menegaskan, Negara hukum tidak boleh berubah menjadi panggung adu kewenangan. Kejaksaan Agung, Polri, TNI, dan seluruh instrumen negara dibentuk untuk menjaga supremasi hukum, bukan untuk menimbulkan kesan sedang mempertontonkan rivalitas institusional.

Baca juga  Patroli Dialogis Bhabinkamtibmas Food Estate Memberikan Masker dan Sampaikan Himbauan Prokes Pada Warga

Dalam setiap perkara besar, menurutnya, masyarakat hanya memiliki satu harapan: hukum ditegakkan secara objektif, profesional, dan berdasarkan alat bukti. Tidak boleh ada kesan bahwa suatu perkara dipengaruhi oleh kepentingan di luar hukum, ataupun bahwa proses penegakan hukum berubah menjadi pertarungan prestise antarlembaga.

> “Lebih berbahaya daripada dugaan tindak pidana adalah hilangnya kepercayaan publik terhadap sistem hukum. Ketika masyarakat mulai mempertanyakan siapa yang mengawasi pengawas, siapa yang menyelidiki penyelidik, dan siapa yang menjamin independensi aparat penegak hukum, maka yang sedang diuji sesungguhnya adalah kredibilitas negara”, tambahnya.

ASH berharap, seluruh institusi penegak hukum harus menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan korps. Tidak boleh ada ego sektoral yang mengaburkan tujuan utama penegakan hukum, yaitu menghadirkan keadilan.

Presiden sebagai Kepala Negara memegang tanggung jawab konstitusional untuk memastikan koordinasi antarlembaga berjalan baik, sehingga setiap proses hukum berlangsung tanpa intervensi, tanpa rivalitas, dan tanpa menimbulkan persepsi yang melemahkan kepercayaan publik.

Baca juga  Kodim 1002/HST Gelar Lari Jalanan Tingkatkan Kebugaran Prajurit

> “Bangsa ini tidak membutuhkan demonstrasi kekuatan institusi. Bangsa ini membutuhkan demonstrasi integritas. Korupsi harus menjadi musuh bersama, bukan alasan lahirnya kesan persaingan antarlembaga”, tuturnya.

Pada akhirnya, ASH menekankan, siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana harus diproses sesuai hukum dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Sebaliknya, siapa pun yang tidak terbukti bersalah berhak memperoleh pemulihan nama baiknya. Itulah esensi negara hukum.

Keutuhan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kuatnya pertahanan negara, tetapi juga oleh kokohnya kepercayaan rakyat kepada lembaga-lembaga penegak hukum. Ketika kepercayaan itu retak, yang dipertaruhkan bukan sekadar citra sebuah institusi, melainkan wibawa negara itu sendiri.

> “Kasus ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, transparansi, dan profesionalisme antarlembaga. Sebab dalam negara hukum, yang harus saling berlomba bukanlah kekuasaan, melainkan integritas”, pungkasnya []

Sumber: ASH
Editor: Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Ini Yang Diminta Dandim Brebes Kepada Anggota

Artikel

Kasdim 0901/Samarinda Tekankan Dan Ingatkan Netralitas TNI Dalam Pemilu Tahun 2024

Artikel

Polres Pamekasan Sukses Amankan Rekapitulasi Hitung Suara Pilkada 2024

BERITA UTAMA

Gelar Baksos Pengobatan Gratis, RSUD Brebes Hadirkan 40 Dokter Specialis Nyeri dari Berbagai Wilayah

Artikel

Polres Bangkalan pastikan Libur Panjang imlek dan isro’ mikroj berjalan aman Kondusif

Artikel

Terapi Nanobubbles IMI-RAHO Club di Inaugurasi ke-30 Berkala Penelitian Hayati

BERITA UTAMA

Personil Polsek Sebangau Kuala bersama Instansi terkait gencar melakukan patroli dan berikan sosialisai larangan Membakar Hutan atau lahan kepada Masyarakat

BERITA UTAMA

Pemerintah Desa Gadabung Sepakati Penetapan Tanah Desa Melalui Musyawarah Bersama