JAKARTA TARGETNEWS.ID Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memperkuat sistem pengelolaan sumber daya manusia berbasis merit. Salah satunya melalui pelaksanaan Promosi Jabatan Terbuka untuk mengisi jabatan strategis Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Kasetukpa) Lemdiklat Polri.
Sebanyak 13 perwira Polri kini mengikuti tahapan Uji Kompetensi Bidang dalam proses seleksi tersebut. Mereka terdiri atas dua Perwira Tinggi berpangkat Brigadir Jenderal Polisi dan 11 Perwira Menengah berpangkat Komisaris Besar Polisi.
Rangkaian seleksi secara resmi dibuka oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Pol. Anwar, di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Irjen Pol. Anwar menegaskan, mekanisme promosi jabatan terbuka menjadi bagian dari komitmen Polri dalam membangun tata kelola SDM yang profesional, transparan, objektif, dan mengedepankan sistem merit.
“Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kompetensi dan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan jabatan,” ujar Irjen Pol. Anwar.
Sebelum memasuki tahap Uji Kompetensi Bidang, seluruh peserta telah menjalani proses pemeriksaan administrasi dan Uji Kompetensi Manajerial. Tahapan tersebut menjadi bagian dari penyaringan untuk memastikan setiap kandidat memenuhi persyaratan serta memiliki kemampuan yang dibutuhkan dalam memimpin Kasetukpa Lemdiklat Polri.
Dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Bidang, Polri melibatkan tim penguji dari berbagai unsur, baik internal maupun eksternal. Dari internal Polri, penguji berasal dari Lemdiklat Polri, Itwasum Polri, dan Bagian Psikologi Kepolisian.
Sementara unsur eksternal turut melibatkan perwakilan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan mampu menghasilkan penilaian yang komprehensif dan independen terhadap kemampuan para peserta, khususnya dalam menghadapi tantangan serta tanggung jawab jabatan Kasetukpa.
Menurut Anwar, tahapan Uji Kompetensi Bidang memiliki peran penting untuk mengukur secara lebih mendalam kapasitas dan kemampuan setiap kandidat sebelum menentukan pejabat yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Pejabat yang nantinya terpilih harus benar-benar memiliki kompetensi dan kapasitas sesuai dengan kebutuhan organisasi,” tegasnya.
Tak hanya melibatkan penguji lintas unsur, seluruh proses seleksi juga berada dalam pengawasan internal Polri. Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) serta Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri turut melakukan pengawasan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan.
Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga proses seleksi tetap akuntabel, bersih, objektif, dan transparan.
Promosi Jabatan Terbuka Kasetukpa Lemdiklat Polri sendiri telah dimulai sejak 5 Agustus 2026 dengan tahapan pendaftaran. Seluruh proses seleksi dijalankan berdasarkan ketentuan yang berlaku, sementara hasil akhir dijadwalkan diumumkan pada September 2026.
Irjen Pol. Anwar menegaskan bahwa Polri terus berkomitmen membangun sistem pengelolaan SDM yang mengutamakan kualitas dan kompetensi.
“Prinsip yang kami kedepankan adalah Profesional, Akuntabel, Objektif, Bersih, dan Transparan,” pungkasnya.
Pelaksanaan seleksi terbuka ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka dan Kompetitif di Lingkungan Instansi Pemerintah.
REDAKSI










