Home / NASIONAL / NEWS / POLRI

Kamis, 10 September 2026 - 12:06 WIB

Temui Polisi Malaysia, Kapolda Riau Tegaskan Penanganan Karhutla Dilakukan Gotong Royong

Keterangan Foto: Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan saat memaparkan penanganan Karhutla Riau dalam pertemuan dengan jajaran kepolisian Johor dan Melaka, Malaysia.

Keterangan Foto: Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan saat memaparkan penanganan Karhutla Riau dalam pertemuan dengan jajaran kepolisian Johor dan Melaka, Malaysia.

JUDUL: Temui Polisi Malaysia, Kapolda Riau Tegaskan Penanganan Karhutla Dilakukan Gotong Royong

TARGETNEWS.ID Johor Bahru – Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memaparkan langkah terpadu dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada jajaran kepolisian Johor dan Melaka, Malaysia. Pertemuan tersebut berlangsung di Johor Bahru, Selasa (8/9/2026), dalam rangkaian kerja sama keamanan Indonesia-Malaysia.

Dalam forum tersebut, Herry menjelaskan bahwa penanganan Karhutla di Riau melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, TNI, masyarakat hingga elemen terkait lainnya.

Sekitar 3.030 personel disiapkan untuk mendukung penanganan di lapangan. Mereka diperkuat berbagai sarana, seperti kendaraan operasional, peralatan pemadaman, alat berat, drone serta perlengkapan keselamatan.

“Kami ingin menyampaikan kepada sahabat-sahabat kami di Malaysia bahwa Riau bekerja secara serius dan bergotong royong dalam menangani Karhutla. Lebih dari tiga ribu personel dari berbagai unsur bekerja di lapangan, didukung sarana darat, udara dan teknologi,” kata Herry.

Menurut Herry, penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman ketika api telah membesar. Pencegahan dan mitigasi dilakukan sejak sebelum memasuki periode rawan kebakaran.

Polda Riau bersama pemerintah daerah, Kodam XIX Tuanku Tambusai dan unsur terkait memperkuat patroli serta pemantauan kawasan rawan. Langkah lainnya mencakup sosialisasi larangan pembakaran lahan, pemasangan papan peringatan, pelibatan masyarakat dan pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi titik api.

Baca juga  Polsek Sebangau Kuala laksanakan kegiatan KRYD di wilayah kecamatan Sebangau Kuala

Kesiapan infrastruktur juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Di Riau tercatat terdapat 19 sumur bor, 1.390 embung air, 1.988 sekat kanal serta 313 menara pantau yang mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

“Kami bekerja dari hulu sampai hilir. Bukan hanya ketika api muncul kemudian kita memadamkan. Pencegahan, edukasi, deteksi dini dan kesiapan seluruh unsur dilakukan sejak awal, kemudian dilanjutkan dengan pemadaman, pendinginan hingga penegakan hukum ketika terjadi pelanggaran,” ujarnya.

Data yang dipaparkan dalam pertemuan itu menunjukkan luas lahan yang terbakar di Riau sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 17.525,80 hektare.

Selain melakukan pemadaman dan pencegahan, aparat juga menempuh langkah hukum terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran. Hingga saat ini, Polda Riau dan jajaran menangani 45 perkara Karhutla dengan 49 tersangka. Luas lahan yang berkaitan dengan perkara tersebut sekitar 2.958,04 hektare.

“Penegakan hukum tetap kami lakukan secara tegas. Pesannya jelas, tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dengan cara merusak lingkungan dan membakar hutan maupun lahan,” tegas Herry.

Perhatian juga diberikan terhadap dampak Karhutla bagi masyarakat dan petugas. Sejumlah langkah dilakukan, antara lain pembagian masker, pemeriksaan kesehatan, trauma healing serta penyediaan posko kesehatan dan oksigen.

Baca juga  Cegah Peredaran Narkoba, Polsek Banama Tingang Intensifkan Razia Selektif Malam Hari

Dalam kesempatan itu, Herry turut menjelaskan kondisi arah angin dan potensi sebaran asap di sejumlah wilayah Indonesia. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam komunikasi dengan pihak Malaysia karena posisi geografis Riau berdekatan dengan Semenanjung Malaysia.

“Riau dan Malaysia berada dalam satu kawasan yang sangat dekat. Karena itu, persoalan lingkungan juga membutuhkan komunikasi dan keterbukaan. Kami menyampaikan kondisi yang ada, apa yang sudah kami kerjakan, sekaligus memastikan seluruh unsur di Riau terus bekerja untuk mengendalikan Karhutla,” katanya.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari Mesyuarat Dua Hala Keselamatan Sempadan yang berlangsung pada 7-9 September 2026. Forum ini menjadi sarana memperkuat komunikasi dan jaringan kerja sama aparat keamanan kedua negara, khususnya dalam menjaga keamanan serta stabilitas kawasan perbatasan.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Riau didampingi Dirreskrimsus Kombes Ade Kuncoro Ridwan, Dirreskrimum Kombes Hasyim Risahondua, Dirpolairud Kombes Apri Fajar Hermanto dan Dirresnarkoba Kombes Putu Yudha Prawira.

Pertemuan dari pihak Malaysia dihadiri Ketua Polis Johor CP Dato’ Ab Rahaman Bin Arsad, Ketua Polis Melaka DCP Datuk Wira Dzulkairi Bin Mukhtar, Timbalan Ketua Polis Johor DCP Hoo Chuan Huat serta jajaran kepolisian Johor dan Melaka.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru Sigit Suryantoro Widyanto turut hadir dalam pertemuan tersebut.

SAMSUL

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Anggota Satlantas Polres Pulang Pisau, Memberi Teguran Kepada Pengemudi Yang Tidak Menggunakan Sabuk Pengaman dengan baik

Artikel

Apresiasi Kinerja, Kapolres Pulang Pisau Sampaikan Terima Kasih atas Suksesnya Pelaksanaan HUT Kemerdekaan

Artikel

Dandim 1002/HST Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Barabai

BERITA UTAMA

Kakanwil Kemenkumham Jabar (R. Andika Dwi Prasetya) Bersama Wali Kota Tasikmalaya (Cheka) Laksanakan Baksos Pengentasan Stunting HDKD Ke-78

BERITA UTAMA

Satlantas Polres Pulpis Edukasi Pelajar SMAN 1 Terkait Aturan Lalu Lintas

Artikel

Polisi Masuk Sekolah, Siswa SDN Trisari-3 Diajari Pentingnya Tertib Berlalu Lintas

BERITA UTAMA

Polres Pasuruan Kota Maksimalkan Polisi RW dan Bhabinkamtibmas Bantu Penanganan Stunting

BERITA UTAMA

Sambangi Kantor DPRD Provinsi, Patmor Samapta Sampaikan Ini