TARGETNEWS.ID TARUB — Polsek Tarub bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tarub, pemerintah desa, relawan kebakaran, dan Banser memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau.
Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi dan sosialisasi Karhutla Kecamatan Tarub Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Tarub, Jumat (11/9/2026), pukul 09.00 hingga 10.45 WIB.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan kesiapsiagaan lintas sektor sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Camat Tarub, Danramil Tarub, Kapolsek Tarub Iptu Mukhlisin, S.H., para kepala desa se-Kecamatan Tarub, relawan kebakaran, serta Banser Kecamatan Tarub.
Dalam arahannya, Plt. Camat Tarub mengingatkan bahwa kondisi kemarau membuat rumput dan tanaman menjadi kering sehingga mudah terbakar. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengelola sampah dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.
Masyarakat juga diingatkan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi apabila pembakaran diperbolehkan dan dilakukan secara aman.
Sementara itu, Danramil Tarub menyampaikan bahwa musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga November 2026. Karena itu, potensi kebakaran perlu diantisipasi bersama, khususnya di lahan kosong yang banyak ditumbuhi rumput kering.
Kapolsek Tarub Iptu Mukhlisin, S.H., menekankan pentingnya kecepatan informasi dan koordinasi apabila terjadi kebakaran maupun bencana lainnya.
“Kami berharap setiap kejadian dapat segera termonitor. Jangan sampai petugas justru mengetahui adanya kebakaran dari media sosial. Apabila terjadi bencana, segera selamatkan korban, arahkan ke tempat aman, kemudian laporkan kepada Polsek, Koramil, atau pihak Kecamatan agar penanganan dapat segera dilakukan,” tegasnya.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat tidak mengambil risiko ketika menghadapi kebakaran. Jika api masih kecil dan situasi memungkinkan, masyarakat dapat melakukan penanganan awal menggunakan peralatan yang tersedia. Namun, apabila api mulai membesar, warga diminta segera menjauh dan menunggu petugas melakukan penanganan.
Polsek Tarub juga mengajak seluruh elemen masyarakat berperan dalam sistem deteksi dini. Warga diminta saling mengingatkan terhadap berbagai potensi penyebab kebakaran, mulai dari pembakaran sampah atau daun kering, puntung rokok yang dibuang sembarangan, hingga kemungkinan korsleting listrik.
Melalui koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, Polsek Tarub berupaya memperkuat langkah pencegahan serta mempercepat respons apabila terjadi kebakaran. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko Karhutla sekaligus menjaga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan di wilayah Kecamatan Tarub.
(Fauzi/Targetnews.id)










