Home / BERITA UTAMA / BUDAYA / NEWS / PENDIDIKAN

Minggu, 13 September 2026 - 04:04 WIB

Festival Literasi Jawa Tengah Jadi Momentum Penguatan Ekosistem Literasi

Festival Literasi Jawa Tengah 2026 digelar di Uptown Mall BSB City, Semarang, Jumat (11/9/2026), sebagai momentum memperkuat ekosistem literasi dan budaya membaca masyarakat Jawa Tengah TargetNews.ID/Istimewah

Festival Literasi Jawa Tengah 2026 digelar di Uptown Mall BSB City, Semarang, Jumat (11/9/2026), sebagai momentum memperkuat ekosistem literasi dan budaya membaca masyarakat Jawa Tengah TargetNews.ID/Istimewah

TARGETNEWS.ID SEMARANG — Festival Literasi Jawa Tengah 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem literasi melalui kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini mendorong tumbuhnya budaya membaca, menulis, sekaligus kemampuan berpikir kritis di tengah masyarakat.

Festival yang digelar di Uptown Mall BSB City, Semarang, Jumat (11/9/2026), tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah Hj. Nawal Nur Arafah, M.Si., para Bunda Literasi kabupaten/kota se-Jawa Tengah, termasuk Bunda Literasi Kota Tegal Gadis Dedy Yon, serta Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati, mengatakan festival tersebut menjadi sarana untuk kembali menggelorakan budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis masyarakat.

Menurutnya, festival juga menjadi ruang pertemuan dan kolaborasi berbagai elemen untuk membangun ekosistem literasi yang kuat serta berkelanjutan.

Mengusung tema “Bergerak Bareng Membangun Literasi di Jawa Tengah” dengan slogan “Ngopeni Budaya, Lakoni Literasi”, kegiatan tersebut melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari anak usia dini, pelajar, mahasiswa, santri, masyarakat umum, sekolah, perguruan tinggi, pesantren, pustakawan, pegiat literasi, seniman, sastrawan, penulis, penerbit, komunitas seni budaya, instansi pemerintah hingga dunia usaha.

Baca juga  Satgas Yonif 509 Kostrad Berikan Bantuan Seragam kepada Anak Papua di Tk J2, Intan Jaya

Dalam sambutannya, Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah Hj. Nawal Nur Arafah menekankan perlunya transformasi perpustakaan agar semakin relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Ia menilai perpustakaan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai tempat untuk membaca buku, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi ruang publik yang nyaman, terbuka, dan menyenangkan.

“Perpustakaan harus berani bertransformasi menjadi ruang publik yang menyenangkan. Selama ini masih ada kesan perpustakaan sebagai tempat yang penuh larangan. Padahal, generasi muda membutuhkan ruang yang lebih terbuka, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar maupun berinteraksi,” ujarnya.

Nawal juga mendorong integrasi perpustakaan dengan ruang terbuka serta fasilitas yang lebih ramah masyarakat. Digitalisasi bahan bacaan, lanjutnya, juga perlu terus dikembangkan agar akses terhadap sumber pengetahuan semakin luas.

Di sisi lain, Nawal menyadari adanya tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah daerah. Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak menghambat pelayanan dan program peningkatan literasi.

“Efisiensi anggaran menjadi tantangan bagi kita semua. Karena itu, kolaborasi harus terus diperkuat dan jangan sampai efisiensi menghentikan layanan perpustakaan keliling yang selama ini menjangkau masyarakat,” katanya.

Baca juga  Babinsa Koramil 17 Adimulyo Melaksanakan pendampingan kegiatan FKP(Forum Konsultasi Publik)

Sebagai salah satu inovasi, Nawal mengusulkan pemanfaatan armada Trans Jateng sebagai ruang baca bergerak. Gagasan tersebut dinilai dapat mendekatkan akses literasi kepada masyarakat, khususnya pelajar yang menggunakan transportasi umum tersebut.

Ia menegaskan, literasi tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak seseorang membaca. Lebih dari itu, literasi harus mampu membuat pengetahuan yang diperoleh menjadi dasar dalam berpikir, mengambil keputusan, dan menjalani kehidupan.

“Literasi bukan sekadar banyak membaca, tetapi bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi tumpuan dalam berpikir dan bertindak. Mudah-mudahan festival ini menjadi momentum untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat Jawa Tengah,” tuturnya.

Festival Literasi Jawa Tengah 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 September 2026. Sejumlah kegiatan disiapkan, antara lain bedah buku bersama penulis Tere Liye, workshop penguatan literasi, seminar literasi santri bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, monolog, berbagai lomba literasi, serta pertunjukan seni dan budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

(Fauzi/Targetnews.id)

Share :

Baca Juga

Artikel

Dewan Pakar (Forum Pers Independent Indonesia) : Tanggapi Pernyataan Wakil Wali Kota Serang Soal Wartawan “Bodrek”

Artikel

Pimpinan Media K2RNEWS Dan Masyarakat Tuban ,Dukung RUU TNI

Artikel

Prajurit Kima Brigif 2 Marinir Laksanakan Hanmars

BERITA UTAMA

Waspada Penipuan Berbasis AI Kejati Sulsel Minta Masyarakat Abaikan Pesan yang Mencatut Nama Kajati Sulsel Didik Farkhan

Artikel

Tebar Manfaat Untuk Ummat, BAZNAS Sampang Gelar Pelatihan & Pengukuhan BBT

Artikel

Dandim 1208/Sambas Hadiri Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah Janji Anggota DPRD Kab. Sambas

Artikel

Pembentukan Disiplin Generasi Penerus, Danramil 08/Paloh Berikan Pembekalan Kepada Pramuka Saka Wira Kartika SMKN Tanah Hitam

BERITA UTAMA

Antisipasi Karhutla, Polsek Sabangau Cek Sarpras di Danau Tundai