BARABAI – Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah (HST) memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul masih adanya ancaman titik api di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan video conference (vicon) yang dipimpin Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., Selasa (13/10/2026), di Ruang Data Makodim 1002/HST.
Dalam kegiatan itu, Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar diwakili Pasiopsdim 1002/HST Kapten Inf Bajuri, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten HST.
Vicon tersebut turut dihadiri perwakilan Bupati HST, yakni Kepala Pelaksana BPBD HST Ahmad Fatoni, perwakilan Kapolres HST melalui Kabag Ops, perwakilan Kajari HST melalui Kasi Intel, serta para Danramil dan perwira staf Kodim 1002/HST.
Dalam arahannya, Pangdam XXII/Tambun Bungai menyoroti kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Peristiwa tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat dan membutuhkan penanganan serius melalui langkah terpadu serta berkelanjutan dari seluruh unsur terkait.
Pangdam menegaskan, potensi karhutla di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masih harus diantisipasi. Keberadaan titik api menuntut peningkatan kewaspadaan, kesiapsiagaan personel, serta koordinasi yang solid agar potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.
Sejumlah langkah strategis turut ditekankan, di antaranya mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), meningkatkan patroli terpadu TNI-Polri, serta menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla.
Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk memperkuat deteksi dini, mendorong partisipasi aktif masyarakat, serta meminimalkan risiko kebakaran yang dapat merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas warga.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar melalui Pasiopsdim 1002/HST Kapten Inf Bajuri menegaskan kesiapan Kodim 1002/HST untuk terus bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat dalam mengantisipasi ancaman karhutla.
Menurutnya, peran aparat kewilayahan, khususnya Babinsa, menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pencegahan melalui pemantauan wilayah binaan, koordinasi dengan instansi terkait, patroli, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar secara sembarangan.
“Pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, sinergi lintas sektor dan kesadaran masyarakat harus terus diperkuat agar potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani,” demikian penegasan dalam upaya pencegahan yang dilakukan Kodim 1002/HST.
Melalui penguatan koordinasi dan langkah pencegahan di tingkat kewilayahan, Kodim 1002/HST berharap potensi karhutla dapat diminimalkan, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
(pen1002hst)










