TARGETNEWS.ID SURABAYA – Di balik kebahagiaan wisuda, ada kerinduan yang tak selalu mampu diungkapkan dengan kata-kata. Di tengah senyum para lulusan yang merayakan keberhasilan, sebagian dari mereka harus menerima kenyataan bahwa orang tua tercinta tak lagi dapat hadir menyaksikan pencapaian tersebut.
Suasana haru itulah yang mewarnai kehadiran Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, saat menghadiri pelepasan wisudawan Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dalam rangka Wisuda ITS ke-134, Sabtu (24/10/2026).
Ning Lia, sapaan akrabnya, hadir mewakili almarhumah sang kakak, Fentin Istifaiyah, untuk mendampingi keponakannya, Aura Fatkiyah Langitzenia, yang menjalani prosesi wisuda. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan keluarga, melainkan juga menjadi bentuk kasih sayang dan dukungan bagi sang keponakan dalam menapaki salah satu fase penting kehidupannya.
Dalam sambutannya sebagai perwakilan orang tua wisudawan, Ning Lia menyampaikan pesan penuh empati kepada Aura dan para lulusan yang harus melewati hari kelulusan tanpa kehadiran orang tua karena telah berpulang ke hadirat Allah SWT.
“Semoga Mbak Kia (sapaan Aura, red.) dan juga wisudawan lainnya yang saat ini tidak bisa didampingi orang tua secara lengkap karena telah dipanggil ke hadapan Ilahi, senantiasa diberikan ketegaran, kesabaran, dan tetap yakin untuk menatap kesuksesan ke depan. Aamiin,” tutur Ning Lia.
Pesan tersebut menghadirkan makna yang lebih dalam tentang wisuda. Bahwa di balik selembar ijazah dan gelar akademik, terdapat perjalanan panjang, pengorbanan, serta doa keluarga yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan seseorang.
Bagi mereka yang kehilangan orang tua, kelulusan bukan hanya tentang merayakan pencapaian, tetapi juga tentang meneruskan harapan yang pernah ditanamkan. Kesedihan boleh hadir, tetapi masa depan tetap layak diperjuangkan.
Di sisi lain, Ning Lia turut mengapresiasi perjuangan para wisudawan DKV ITS yang telah menyelesaikan proses akademik, mulai dari perkuliahan, tugas akhir, rangkaian sidang, hingga pameran karya kreatif.
Menurutnya, pendidikan desain komunikasi visual tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan artistik, tetapi juga membangun kemampuan berpikir strategis, memahami perkembangan teknologi, serta membaca kebutuhan industri kreatif yang terus berubah.
“Kita semua tentu berbangga hati karena anak-anak kita telah menempuh pendidikan di Departemen Desain Komunikasi Visual ITS. Ini merupakan ekosistem pendidikan yang menguatkan teknologi, kreativitas, strategi, dan manajerial sehingga mampu merespons perkembangan industri kreatif serta preferensi global,” ungkapnya.
Ning Lia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika DKV ITS yang telah mendidik dan membimbing mahasiswa hingga mampu menyelesaikan pendidikan. Ia berharap bekal ilmu yang diperoleh dapat menjadi fondasi untuk melahirkan generasi kreatif yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial.
Menurutnya, lulusan DKV memiliki ruang kontribusi yang luas dalam pengembangan ekonomi kreatif Indonesia, mulai dari periklanan, branding, desain grafis, penerbitan, percetakan, animasi, gim, hingga film dan televisi.
Karena itu, ia mendorong para lulusan untuk terus mengasah pola pikir, memperluas kolaborasi, serta memahami perkembangan ekosistem digital dan kebutuhan pasar global.
“Miliki prinsip how to think untuk menjadi penguasa dunia kreatif. Terus kuatkan elaborasi, kolaborasi, dan konvergensi digital. Kenali core business digital dan padukan dengan preferensi global dalam kebutuhan jasa dunia visual dan digital kreatif,” pesannya.
Bagi Ning Lia, kreativitas tidak cukup berhenti pada kemampuan menghasilkan karya yang menarik. Kreativitas juga perlu diarahkan untuk menciptakan inovasi, memberikan nilai tambah, serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan motto ITS, Advancing Humanity. Menurut Ning Lia, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan seharusnya berjalan beriringan dengan kemajuan kemanusiaan. Sebab, keberhasilan sebuah inovasi tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihannya, tetapi juga oleh manfaat yang dapat dirasakan manusia.
“Sesuai motto Advancing Humanity, saya berharap para wisudawan DKV ITS tidak hanya menjadi insan kreatif yang unggul dalam berkarya, tetapi juga pribadi yang humanis, peka terhadap persoalan sosial, mampu membaca perubahan global, dan menjadikan kreativitas sebagai jalan untuk memuliakan kehidupan manusia,” katanya.
Pelepasan wisudawan tersebut turut dihadiri Kepala Departemen DKV ITS Dr. Rahmatsyam Lakoro, S.Sn., M.T., Sekretaris Departemen DKV Dr. Sabar, S.E., M.M., Ketua Himpunan Mahasiswa DKV Chairunnisa Nabila Indah Pramesti, serta jajaran sivitas akademika, alumni, dan keluarga wisudawan.
Menutup sambutannya, Ning Lia menyampaikan pantun berisi doa dan harapan agar para lulusan mampu menapaki masa depan dengan optimisme.
Ikan lele, ikan sepat,
Ikan cakalang, ikan tuna.
Mahasiswa DKV wisuda ke-134,
Insyaallah karier gemilang di depan mata.
Ia berharap kelulusan tersebut menjadi awal perjalanan baru bagi para wisudawan untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Semoga para wisudawan menjadi pribadi unggul yang mampu menguatkan Indonesia melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata. Teruslah berkarya, berkolaborasi, dan jangan pernah berhenti belajar,” ujarnya.
Di tengah perayaan kelulusan, pesan Ning Lia menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang mencapai cita-citanya, melainkan juga tentang bagaimana ia tetap tegar menghadapi kehilangan, menjaga nilai-nilai kemanusiaan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
(Anil)










