Home / BERITA UTAMA / TNI-POLRI

Minggu, 21 Mei 2023 - 16:45 WIB

Satgas Binluh Polsek Gringsing Sosialisasikan Bahaya Radikalisme dan Dampaknya pada Kehidupan Sosial dan Keamanan Negara

Batang – Polsek Gringsing Polres Batang, telah melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada siswa-siswi SMAN 1 Gringsing pada Sabtu (20/5/2023).

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Operasi Bina Waspada Candi 2023 yang dilakukan oleh Polres Batang. Polisi berharap agar para siswa-siswi dapat memahami dan menghindari ajaran yang berpotensi merusak moral anak bangsa.

Kapolres Batang, AKBP Saufi Salamun melalui Kapolsek Gringsing, AKP Imam Sudrajat, berharap melalui kegiatan ini, para siswa-siswi SMAN 1 Gringsing dapat memahami betapa berbahayanya paham radikalisme, anti-Pancasila dan terorisme.

“Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat menjauhkan diri dari paham-paham yang dapat membahayakan diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujar AKP Imam Sudrajat.

Baca juga  Pengusaha Muda Asal Tegal Dukung Penuh Ahmad Luthfi Maju Pilgub Jateng

Dalam kegiatan Binluh tersebut, anggota Satgas Binluh, PS. Kanitbinmas Polsek Gringsing AIPTU Kafrudin memberikan pemahaman yang mendalam kepada siswa-siswi SMAN 1 Gringsing tentang bahaya radikalisme dan ajaran yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Mereka menjelaskan konsekuensi negatif yang dapat timbul akibat paham-paham tersebut serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan keamanan negara.

“Melalui kegiatan Binluh ini, kami berusaha mengajak para siswa-siswi untuk memahami nilai-nilai Pancasila dan pentingnya mempertahankannya. Kami ingin mereka menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat dan dapat menghindari pengaruh buruk dari paham radikalisme yang dapat merusak persatuan dan kesatuan,” jelaa AKP Imam Sudrajat.

Secara umum, radikalisme dapat diartikan sebagai pemahaman dan perilaku yang menggunakan kekerasan dalam menanggapi perbedaan, memecahkan masalah, atau mencapai tujuan. “Radikalisme merupakan akar dari terorisme. Radikalisme dan terorisme merupakan ancaman nyata bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.

Baca juga  Pemkot Tegal Beri Apresiasi Gerakan Gropyokan Sampah

Peran pelajar dan anak muda sangat penting dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme. “Peran siswa sangat penting karena masyarakat menilai pelajar sebagai kaum intelektual dan contoh bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, anak-anak muda dan siswa-siswi SMA juga merupakan agen perubahan sekaligus generasi penerus bangsa. “Maka, penting bagi mereka untuk mendapatkan pemahaman dan wawasan yang lebih tentang ilmu agama. Supaya para siswa dan siswi juga bisa membantu mewujudkan kerukunan umat beragama,” tukasnya@fauzi

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

PROGRAM PANEN PADI NUSANTARA 1JUTA HEKTAR DI DESA SIDODADI

BERITA UTAMA

DPO Pelaku Curanmor di Surabaya Akhirnya Dibekuk Satreskrim Polrestabes Surabaya

Artikel

Kapolri: Rapim Tahun Ini Fokus Membahas Penguatan Ekonomi dan Pangan

Artikel

SURAT DARI IRWASDA POLDA JATIM BELUM DISIKAPI SERIUS OLEH PENYIDIK POLRES SUMENEP.

Artikel

Gunakan Media Spanduk Anggota Satpolairud Berikan Edukasi

BERITA UTAMA

AMI Siap Gelar Aksi Demo Besar-besaran di Kanwil DJP Jatim I dan II

BERITA UTAMA

Agra Reynold Gurning Melesat Sendiri, Jadi Satu-Satunya Pendaftar Ketua Hanura Karo

Artikel

Bersama Jajaran Forkopimda Dandim 1009/Tanah Laut Turun Di Jalan Raya Bagikan Bendera Merah Putih Ke Masyarakat