Home / BERITA UTAMA / DAERAH

Senin, 5 Juni 2023 - 16:59 WIB

Kasus Perdagangan Orang Mengkhawatirkan, Milano Dukung Pemerintah Ambil Langkah Tegas

Jakarta, — Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sangat memprihatinkan dimana disebutkan ada ribuan mayat yang dipulangkan ke Indonesia dalam satu tahun.

Terbaru, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud Md mengungkapkan hasil rapat internal kabinet yang dipimpin oleh Presiden RI, Joko Widodo terkait TPPO.

“Begini kita punya masalah dengan tindak pidana perdagangan orang. Di mana orang, dikirim ke luar negeri lalu menjadi budak yang dianiaya atau terlibat dalam kejahatan dalam sebuah pengiriman tenaga kerja yang ilegal,” papar Mahfud melalui keterangan pers yang diposting di Sekretariat Presiden, Rabu (31/5/23).

Mengutip laporan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kepada Presiden, Mahfud mengungkapkam bahwa dalam satu tahun saja mayat yang pulang karena TPPO mencapai 1900 orang lebih.

Baca juga  Perkuat Sinergitas, Pasmar 3 Gelar Olahraga Bersama Jelang Peringatan HUT TNI Ke-78 Tahun 2023

“Sejak Januari sampai Mei khusus di NTT saja sudah mencapai 55 orang mayat pulang karena perdagangan orang,” ungkapnya.

Praktisi Hukum, Milano, S.H., M.H. menyebut bahwa kejadian tersebut sudah menjadi kejahatan kemanusiaan.

“Kan kasian, korban-korban itu berangkat dari rumah niat untuk kerja dan merubah nasib, eh ternyata malah jadi korban dan pulang sudah jadi mayat,” ungkap Milano. Jumat (2/6/23)

Untuk itu Sekjend Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) ini sangat berharap pemerintah segera mengambil langkah serius.

“Pemerintah harus segera mengambil langkah tegas, jangan lagi ada cela untuk para pemain, terlebih belakangan kita sama-sama lihat bahwa BP2MI sudah cukup bagus dalam upaya penanggulangan,” ucapnya.

Baca juga  Wujud Kepedulian TNI AD, Babinsa Dampingi Posbindu Lansia di Barabai

“Namun BP2MI tidak bisa juga bekerja sendiri, harus benar-benar mendapat dukungan penuh dari semua sektor hingga masyarakat,” tambahnya.

Respon Negara ASEAN

Menkopolhukam, Mahfud. MD juga mengungkapkan bahwa dalam KTT ASEAN Pilar Polkam, semua negara meminta agar Indonesia mengambil posisi kepemimpinan di dalam TPPO.

“Karena bagi mereka tindak perdagangan orang ini sudah begitu mengganggu kehidupan bernegara mereka, karena ini adalah kejahatan lintas negara dan sangat rapi kerjanya,” papar Mahfud.

Sementara kita sendiri, lanjutnya, terkadang sudah mengetahui simpul simpulnya tapi terhambat.

“Terhambat oleh birokrasi mungkin juga oleh perbaikan dan sebagainya, sehingga Presiden tadi memerintahkan kepada Kapolri tidak ada backing backingan,” tegasnya.

“Tidak ada backing backingan bagi penjahat,” pungkas Mahfud.fauzi

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Sambangi Warga Dengan Humanis, personel Polsek Sebangau Kuala Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Warganya

BERITA UTAMA

Inilah Anak Asuh Stunting Sertu Sudarto

Artikel

Polsek Asemrowo Amankan Komplotan Pencuri Kabel Milik PT. Telkom di Bawah Jembatan Kalianak Surabaya

BERITA UTAMA

Pastikan Personel Fit, Sidokkes Polres Pulang Pisau Kawal Tes Kesamaptaan Jasmani Semester I 2026

BERITA UTAMA

Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Anggaran 2023-2024 Sebesar 2,69 miliar

Artikel

Polres Sumenep Amankan Warga Gapura Pelaku Penganiayaan

BERITA UTAMA

Senator Cantik Jawa Timur Lia Istifhama: Hari Pajak Nasional Jadi Momentum Reformasi Sistem Keuangan Negara

BERITA UTAMA

GPMN, Puan Pembawa Peradaban Cocok Capres Koalisi Besar