Home / BERITA UTAMA / DAERAH / Home / TargetNews.id

Selasa, 27 Juni 2023 - 01:33 WIB

Kemenkumham – Pemprov Jatim Jajaki Penyelesaian Kasus TPPO

SURABAYA – Kanwil Kemenkumham dan Pemprov Jatim menjajaki penyelesaian kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang sedang marak akhir-akhir ini. Salah satunya dengan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak.

Hal itu disampaikan Kakanwil Kemenkumham Jatim Imam Jauhari saat menggelar audiensi dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sore ini (26/ 6). Imam menyampaikan isu-isu terkini terkait hukum dan HAM di Jatim.

“Kami menyampaikan update terkini terkait isu-isu hukum dan HAM di Jawa Timur, mulai dari pemasyarakatan, keimigrasian maupun pelayanan hukum dan HAM,” ujar Imam.

Salah satu yang menjadi perhatian Imam adalah terkait pencegahan TPPO yang sedang marak akhir-akhir ini. Menurutnya, pencegahan TPPO adalah tanggung jawab bersama dan memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Akar masalah terjadinya TPPO sangatlah kompleks.

“Faktor ekonomi seperti kemiskinan, pendidikan yang rendah, kesulitan mencari lapangan pekerjaan di dalam negeri, sosial dan budaya, merupakan pemicu terjadinya TPPO selama ini,” urai Imam.

Untuk itu, Imam menegaskan pentingnya peran instansi terkait seperti TNI, Polri, Dinas di Pemerintahan hingga BP3MI dalam upaya pencegahan TPPO. Oleh karenanya diperlukan kerjasama yang harmonis dan sinergis dari seluruh lembaga terkait serta peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam memberantas tindak kejahatan ini.

Baca juga  Polres Tuban Gandeng Brimob Polda Jatim, dan Pemkab Patroli Skala Besar Pastikan Bumi Wali Kondusif

“Kami berharap mendapatkan dukungan dari Gubernur untuk menyelesaikan persoalan ini, mengingat Jawa Timur menjadi daerah yang cukup rawan dalam TPPO,” ujar Imam.

Imam juga menjelaskan terkait kondisi lapas dan rutan di Jatim. Saat ini, 39 lapas dan rutan di Jatim, dihuni sekitar 29 ribu orang dari kapasitas hunian sekitar 13 ribu orang saja.

“Kami berharap, Pemprov bisa mendorong optimalisasi penerapan restorative justice, agar tidak semua pelaku tindak pidana dimasukkan lapas dan rutan, namun bisa mengoptimalkan pidana alternatif,” urai Imam.

Sementara itu, Khofifah menanggapi bahwa TPPO harus mendapatkan atensi khusus. Karena modus operandinya semakin berkembang dan korbannya juga bertambah banyak jika dibandingkan dengan di masa lalu.

“Dulu kita mengenal trafficking in person, sekarang sudah lebih sistematis dan korbannya melibatkan sekelompok orang, hal ini yang harus diantisipasi,” terang Khofifah.

Senada dengan Imam, Khofifah mengatakan bahwa perlu keterlibatan banyak pihak untuk mengurai benang persoalan TPPO.

“Ke depan sepertinya kita perlu ada FGD yang melibatkan stakeholder terkait, tujuannya untuk identifikasi dan kanalisasi masalah serta menyiapkan action plan bersama untuk pencegahan TPPO,” usul Gubernur.

Usul ini muncul karena sebelumnya Pemprov juga telah menggelar FGD untuk masalah pertambangan dan perlintasan sebidang kereta api. Dan terbukti konkrit menyelesaikan masalah yang ada.

Baca juga  Jaga Sinergitas, Patroli Satsamapta Polresta Palangka Raya ke KPU

“TPPO ini masalah internasional, jadi lebih complicated, saya kira perlu pembahasan lebih komprehensif,” urainya.

Khofifah mengapresiasi program Imigrasi Madiun yang membuat inovasi Desa Binaan Imigrasi. Salah satu tujuannya agar terjalin kerja sama dengan desa di Kabupaten Madiun sebagai Desa Binaan Imigrasi.

“Desa binaan di Madiun itu bagus sekali. Karena akan menjadi pelayanan pro aktif yang menjangkau langsung masyarakat di pedesaan,” pujinya.

Selain TPPO, gubernur perempuan pertama di Jatim itu memberikan atensi khusus terhadap anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Menurutnya, anak sebisa mungkin mendapatkan pendampingan lebih.

“Hal ini juga harus diantisipasi, misalnya ada kerjasama dengan RSJ Menur untuk mengidentifikasi masalah anak. Sehingga anak tidak sampai berhadapan dengan hukum,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Kadiv Administrasi Saefur Rochim, Kadiv Pemasyarakatan Teguh Wibowo, Kadiv Keimigrasian Hendro Tri Prasetyo serta Kabid Pelayanan Hukum Mustiqo Vitra Ardhiansyah. Sementara dari Pemprov hadir Asisten I Benny Sampirwanto, Kepala Disnaker Himawan Estu Bagijo, Kepala Satpol PP Muhamad Hadi Wawan Guntoro dan Karo Hukum Lilik Pudjiastuti. (Humas Kemenkumham Jatim)

Share :

Baca Juga

Artikel

Personel Polsek Sebangau Kuala Terus Berikan Himbauan dan Sosialisasi Karhutla Kepada Warga

Artikel

Sinergi TNI-Polri, Polsek Kahayan Kuala dan Koramil 1011-12 Bahaur Gelar Patroli Dialogis Jaga Kamtibmas

BERITA UTAMA

Jaga Kamtibmas Ramadhan, Polresta Palangka Raya Pam Sholat Tarawih Masjid Al-Munawwarah

BERITA UTAMA

CARI TEMPAT NONGKRONG? PARI KUNING & BISTRO YANG ASIK BUAT NONGKRONG DI BANYUWANGI BARENG TEMAN, COZY ABIS

BERITA UTAMA

Wali Kota Tegal Hadiri Gala Dinner Bank Central Artha

BERITA UTAMA

Lagi, Polsek Rakumpit Sebarkan Nomor Pengaduan bagi Warga

BERITA UTAMA

Patroli terus di giatkan untuk antisipasi tindak kejahatan pada Obyek Vital dan sekitarnya

Artikel

Kunker YKB Jatim, Kapolres Bangkalan Dampingi Ketua Bhayangkari Cabang Bangkalan