Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / NASIONAL / TNI-POLRI / Uncategorized

Jumat, 7 Juli 2023 - 03:54 WIB

TNI AL Wujudkan Kemandirian Alutsista, KRI Tuna-876 Segera Perkuat Koarmada I

Foto : TNI AL Wujudkan Kemandirian Alutsista, KRI Tuna-876 Segera Perkuat Koarmada I

Foto : TNI AL Wujudkan Kemandirian Alutsista, KRI Tuna-876 Segera Perkuat Koarmada I

 

Dalam rangka pemenuhan atas alutsista TNI AL terutama kapal jenis PC 60, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin upacara shipnaming dan launching Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jenis Patroli Cepat (PC) 60 Meter karya putra-putri bangsa yang dibangun PT Karimun Anugrah Sejati (KAS) bertempat di Galangan Kapal PT. KAS, Batam, Rabu (05/07).

Kapal PC 60 Meter ini sebagai Kapal Perang Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Panglima TNI nomor Kep/222/II/2023 tanggal 28 Februari 2023 dengan Nama KRI Tuna bernomor lambung 876 yang nantinya akan memperkuat jajaran Koarmada I, yaitu pada Satuan Patroli Lantamal I Belawan.

Nama Tuna memiliki arti filosofis dimana dalam bahasa Yunani Tuna disebut dengan Thino yang bermakna “melesat”. Selain kecepatannya, ikan Tuna juga memiliki kemampuan dapat beradaptasi dalam kondisi air yang beragam, kemampuan fisiologis tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan nama kapal.

Baca juga  Komandan Pasmar 2 Berikan Pengarahan Kepada Prajurit Yontaifib 2 Marinir
Foto : TNI AL Wujudkan Kemandirian Alutsista, KRI Tuna-876 Segera Perkuat Koarmada I

Dengan disematkannya nama tersebut, diharapkan KRI Tuna dapat berfungsi sebagai kapal patroli yang berkemampuan mendukung kegiatan-kegiatan operasi pada situasi damai maupun perang, serta responsif terhadap segala bentuk penegakkan hukum dilaut, dan misi kemanusiaan.

“Pembangunan kapal ini merupakan manifestasi penting dari pemenuhan kebutuhan alutsista TNI AL sesuai dengan perencanaan strategis yang telah ditetapkan. Dengan adanya kapal patroli cepat 60 meter ini, akan meningkatkan kekuatan dan kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai komponen utama pertahanan negara di laut”, ungkap Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali.

Lebih lanjut disampaikan Kasal bahwa, pembangunan kapal patroli cepat 60 meter ini memiliki makna yang sangat strategis dalam pemberdayaan dan peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri serta kemandirian pemenuhan alutsista. “Hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI, Ir. Joko Widodo kepada saya bahwa kita harus mengembangkan industri perkapalan dalam negeri”, ujar Kasal dihadapan awak media.

Baca juga  Bhabinkamtibmas Polsek Kahayan Kuala menyampaikan pesan Kamtibmas, dan Himbauan kamtibmas

“Pembangunan kapal ini merupakan manifestasi penting dari pemenuhan kebutuhan alutsista TNI AL, sesuai dengan perencanaan strategis yang telah ditetapkan. Dengan ini, akan meningkatkan kekuatan dan kemampuan, dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai komponen utama pertahanan negara di laut”, tegas Kasal.

KRI Tuna-876 memiliki panjang keseluruhan 62,40 meter, lebar 8,80 meter dan tinggi 19,37 meter, memiliki kecepatan maksimal 24 knot serta kecepatan jelajah sejauh 17 knots. Kapal ini dipersenjatai dengan 1 unit Meriam Kaliber 40 mm dan 2 unit Meriam Kaliber 12,7 dengan jumlah personel pengawak 50 orang.

#tnipatriotnkri
#nkrihargamati
#tnikuatrakyatbermartabat

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Wujudkan Pelayanan Polri yang Presisi, Bhabinkamtibmas Polsek Maliku Sosialisasikan Aplikasi Polri Super App.

BERITA UTAMA

Polres Situbondo Berhasil Identifikasi Temuan Mayat di Banyuglugur

BERITA UTAMA

BABINSA BERSAMA TIM RELAWAN GABUNGAN MELAKSANAKAN PENCARIAN KORBAN TENGGELAM DI PANTAI

BERITA UTAMA

POLRES SINTANG KERAHKAN RATUSAN PERSONEL DALAM PENGAMANAN AKSI DAMAI MASYARAKAT

Artikel

ASOPS DANKORMAR BUKA RAKERNISOPS 2024

Uncategorized

Rutinitas Bhabinkamtibmas Polsek Kahayan Kuala Sosialisasi Aplikasi Super APP Polres Pulpis

Uncategorized

Babinsa Koramil 1612-04/Borong Memantau dan Mengawasi Harga Bahan Pokok di Pasar

Artikel

Men Sie Hono Mengecam Penganiayaan dan Pelecehan yang Dialaminya: “Saya Tidak Bisa Lagi Diam