Home / Uncategorized

Rabu, 6 September 2023 - 01:37 WIB

Ketersediaan Beras Saat Ini Mengkhawatirkan

 

Menuju akhir dan awal tahun depan harga beras berpotensi terus naik. Sebab kini ketersediaan beras dinilai mengkhawatirkan.

Pengamat pangan Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan rencana pemerintah mengimpor satu juta ton beras dari India sebagai bentuk antisipatif apabila terjadi penurunan produktivitas dalam negeri akibat El Nino. “Makanya, skemanya pakai kontrak beli. Kontrak itu akan didatangkan jika Indonesia benar-benar butuh. Jika tidak, ya kontrak belinya tidak direalisasikan,” ujar Khudori, Senin (4/9/2023).

Khudori menambahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memperkirakan penurunan produksi beras hingga 1,2 juta ton akibat El Nino. Mengikuti siklus produksi padi, hingga akhir September nanti adalah musim panen gadu lantaran produksi lebih rendah dari panen rendeng atau panen raya, harga gabah/beras akan lebih tinggi.

Baca juga  Kapolres Kunjungi Rumah Korban Tragedi Tradisi Pesta Kembang Api Lebaran Idul Fitri Di Pamekasan, Polisi Lakukan Penyidikan

Khudori menyampaikan Indonesia akan mulai mengalami musim paceklik pada Oktober. Biasanya, Oktober adalah waktu awal tanam dan akan dipanen akhir Januari atau awal Februari di musim panen raya. Namun, adanya El Nino membuat hujan datang terlambat alias mundur. “Artinya musim paceklik akan lebih lama. Sementara 14 Februari 2024 ada Pilpres, lanjut Ramadhan di Maret yang disusul Idul Fitri, juga Natal dan Tahun Baru 2024. Ini semua butuh konsumsi lebih,” jelasnya.

Khudori menyampaikan saat ini cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog sebesar 1,6 juta ton. Khudori menilai peluang mengharapkan pengadaan dari dalam negeri sangat kecil. Sebab, saat ini harga gabah dan beras medium sudah di atas HET.

Baca juga  Bhabinkamtibmas Sambangi Warganya Terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang

Apalagi, Bulog mesti menyalurkan bansos beras selama tiga bulan dari September sampai dengan November 2023 sekitar 640 ribu ton. Selain itu, Khudori mengatakan Bulog masih perlu mengamankan harga beras lewat Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bisa mencapai 150 ribu ton-200 ribu ton hingga akhir tahun.

“Jadi, stok akhir tahun kemungkinan tinggal 750-800 ribu ton. Ini bisa cukup, bisa tidak. Cukup jika Bulog di awal 2024 tidak diminta menyalurkan bansos beras lagi. Jika ini langkah pemerintah, harga beras mungkin akan tinggi,” jelasnya.(Anil)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Bhabinkamtibmas Food Estate Sampaikan Himbauan Prokes Covid-19

Artikel

Pemkab Brebes Serahkan Dua Aset ke Perumda Tirta Baribis

Uncategorized

Bhabinkamtibmas Polsek Kahayan Kuala Sosialisasi Aplikasi Super APP Polres Pulpis

Artikel

Police Goes to School dan Pesantren, Satlantas Polres Sampang Ajak Santri Tertib Berlalu Lintas

Artikel

Nguri-uri Budaya Jawa, Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Resmikan Tetenger Gubuk Praja Ananta Raya

Artikel

Guru Besar Unair, Kampus Harus Jadi Penjaga Moralitas dan Kontributor Intelektual Bangsa

Artikel

Komandan Wingdik 400/Matukjur Tutup Latganda Semata PK A-88

Artikel

Manfaatkan Acara Car Free Day, Polres Tegal Kota Sosialisasikan Ops Patuh Candi 2024