KOTA BATU, TargetNews.id – Pemerintah kota Batu melalui Dinas PUPR dalam mengantisipasi terjadinya beberapa kali terjadi banjir dengan meluapnya Kali Paron yang berada di dusun Beru Desa Bumiaji Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Sesuai data banjir/meluapnya Kali Paron sejak awal tanggal,4 November 2021, 8 Maret 2023, 26 Maret 2023, 8 Desember 2023 dan terakhir tanggal 7 Januari 2024.
“Faktor dari penyebab langganan banjir di Kali Paron itu, akibat dari curah hujan tinggi, juga topografi kemiringan lereng Das sangat curah. Juga ditambahnya tata guna lahan atau tutupan lahan,jenis tanah aluvial dan sungai type DAS, kapasitas saluran pembuang sudah tidak memadai serta,saluran tersumbat sampah disertai material kayu,bambu,”kata Kadis PUPR Batu Ir. Alfi Nurhidayat ST, MT,ketika menyampaikan pada Media Targetnews.id, Rabu (10/1/24) siang.
Menurutnya, banjir yang terjadi pada tanggal 8 Desember 2023 sesuai data BMKG,terjadi curah hujan tinggi sebesar 41 mm dengan kata gori lebat. Dengan seperti itu, maka sumber debet air hujan yang memicu melubernya Kali Sambong,Kali Pucung,Kali Biru,Kali Sengonan yang dikenal oleh warga sekitar dengan sebutan Lembah Pusung Lading. Dengan meluapnya beberapa sungai tersebut, maka aliran terakhir menyatu di Kali Paron berdampak meluap.
“Karena karakteristik DAS Kali Paron mempunyai type daerah pengaliran sejajar, dimana debit banjir besar dan konsentrasi pada titik pertemuan sungai di bagian hilir yaitu,Kali Paron dimana aliran sungainya berasal dari Sub DAS Sambong dan Sub DAS Sengonan,”jelas Alfi Nurhidayat.
Analisa sementara, karakteristik DAS Kali Paron mempunyai potensi erosi yang sangat besar dilihat dari tata guna lahan atau tutupan lahan yang sebagian besar terdiri dari hutan produksi, juga kemiringan lereng cukup curam. Dengan curah hujan cukup tinggi,maka sendimentasi bisa mencapai 2756,208m3, yang memicu pendangkalan di Dam pembagi BPKr 9 Disun Beru Desa Bumiaji Kota Batu.
“Mengacu dengan beberapa kali terjadi luapan Kali Paron, maka dinas PUPR kota Batu dalam jangka pendek mengoptimalisasikan pembuangan air ke pelimpah samping pada pembagi BPKr 9, untuk dilakukan peninggian ambang dengan penempatan kisdam dari karung serta gali waled disekitar lokasi.
Sedangkan dalam jangka menengah dan jangka panjangnya, Dinas PUPR Batu,akan melaksanakan pembangunan Chek Dam series di hulu bangunan BPKr 9 untuk meminimalisir Bed Load dan suspended Load, maka dengan seoerti itu, pendangkalan di Dam bisa berkurang. Namun dalam jangka panjangnya, PUPR Batu,sudah melakukan perencanaanya akan membangunan bending gerak menggantikan bendung yang ada yang berfungsi diperuntukan saluran irigasi dan fungsi pengendalian banjir,”ujar Kadis PUPR Batu.
“Untuk bisa terlaksananya perencanaan pembangunan yang di sentralkan pada Kali Paron juga satu paket Dam pembuangan samping, Dinas PUPR Batu sudah gerak cepat melakukan hearing bersama DPRD Batu melalui dana BTT 2024 dengan istimasi Rp.1 Milyar. Ketika dana tersebut masih dirasa belum mencukupi, jika dilakukan pembangunan skala besar. Akan tetapi jika hanya pekerjaan skala menengah normalisasi untuk Kali Paron dari nilai itu dirasa cukup,”ucapnya.
Padahal Dinas PUPR Batu, sudah mempunyai perencanaan dalam optimalisasi pembuangan air ke pelimpah samping pada pembagi BPKr 9 yang masuk perencaanya juga detail gambar data beserta RAB nya pada tahun 2022 lalu dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp. 3,55 miliyar. Dengan rincian pekerjaan, pemasangan boxculvert 500 juta, bangunan pengendali banjir 300 juta, rehabilitasi saluran dan bangunan pelimpah 2 miliyar beserta unit cek Dam series ada 3 titik untuk penahan sendimen sebesar Rp.750 juta,”urai Alfi Nurhidayat.
Harapanya, penaganan Kali Paron ini segera kita lakukan dengan tujuan,untuk memberikan rasa aman dan nyaman buat masyarakat Bumiaji khususnya dusun Beru dan Banaran,agar supaya pada saat musim hujan tiba warga tidak was-was dengan luberan air dari Kali Paron. Karena kata Alfi Nurhidayat, air ini sifatnya over flow yang sifatnya membawa material berupa pasir,bebatuan,ranting pohon. Maka dengan kejadian seperti ini, masyarakat dihimbau tetap waspada ketika hujan lebat dengan itensitas tinggi ketika melanda di wilayah Kecamatan Bumiaji Kota Batu.
Pewarta : (Wanto)










