Diduga Tampung Dan Olah Sisa Hasil Produksi (SHP)/D3 Dari PT.Timah Tak Kantongi Izin

Produksi (SHP)/D3 Dari PT.Timah Tak Kantongi Izin

Produksi (SHP)/D3 Dari PT.Timah Tak Kantongi Izin

 

Adanya temuan tempat pengolahan limbah B3 berupa slag, Rabu 5 Juni 2024 Di Kimak, Kec. Merawang, Kab. Bangka, Kep. Bangka Belitung, yang diduga tidak mengantongi izin dari dinas/instansi terkait.

Tim Targetnews.id berupaya mengkonfirmasi langsung ke pemilik inisial (MKS) dan menanyakan perihal perizinan juga asal muasal barang yang diduga slag yang saat itu ada dilokasi tempat pengolahan

keterangan dari MKS, bahwa slag tersebut milik TN dirinya hanya mengambil upah jasa gross per/kg seharga Rp 2000,-

“Slag ini bukan punya saya pak, ini milik pak TN, coba bapak tanya langsung saja ke pak TN. saya cuma ngambil upah gross pak per/kg Rp 2000,- kalau untuk izinnya memang saya tidak punya izin pak, saya tidak tahu jika harus ada izin dan bagaimana cara mengurus izin usaha ini”,Jelas nya. Rabu 4 Juni 2024.

Menurut keterangan Pihak PT.Timah Tbk Unit Metalurgi mengenai sisa hasil produksi (SHP) berupa slag ini masuk dalam kategori B3 yang mana limbah tersebut mengandung zat kimia berbahaya bagi lingkungan hidup dan masyarakat sekitar, dari sebab itu pihak Pemerintah dan PT.Timah Tbk sebagai perusahaan BUMN sudah mengatur dalam pengolahan sisa hasil produksi (SHP) dengan benar dan sesuai SOP agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan

Terutama syarat mutlak untuk pengolahan limbah B3 berupa Tin slag harus ada persetujuan dari Pihak PT.Timah itu sendiri, dan harus memiliki izin dari pemerintah/instansi setempat,

Sesua ketentuan izin pengelolaan limbah B3 dalam Pasal 59 ayat (4), Pasal 95 ayat (1), dan Pasal 102 UU Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PLH)

“Setiap orang yang melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)”.

Sampai berita ini diterbitkan, Tim sudah mengkonfirmasi ke Pihak Aph Polres Bangka melalui Kapolres AKBP Toni Sarjaka S.H T.I.K M.I.K, melalui pesan Whats’up, Rabu 5 Juni 2024.
“Terimakasih infonya, Kita lidik”.Jawab Toni Sarjaka

Tim akan terus berupaya mengkonfirmasi ke PT.Timah dan Instansi terkait agar segera untuk ditindak lanjut terkait perma..Reno Van Happy

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Kapolres Tanjung Perak Silaturahmi ke Ponpes Al Fitrah, Perkuat Sinergi Kamtibmas

BERITA UTAMA

Polresta Sumenep Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Perkuat Sinergi Kamtibmas

BERITA UTAMA

Kapolda Jatim Temui KSPI, Tegaskan Komitmen Kawal Hak Buruh dan Upah 2027

BERITA UTAMA

Polres Lumajang Berikan Trauma Healing bagi Korban Banjir Lahar Semeru

BERITA UTAMA

Polres Jember Hentikan Kasus Pencurian Beras, Kapolda Jatim Beri Modal Usaha untuk Ibu Tiga Anak

BERITA UTAMA

Pelapor menunggu keseriusan Penyidik Akan Gelar Perkara tahap ke dua. Kasus Pelabuhan TUKS Sumenep

BERITA UTAMA

Propam Polda Jatim Didesak Telusuri Dugaan Transaksi Pembebasan Terduga Narkoba

BERITA UTAMA

Dugaan Transaksi Pembebasan 10 Terduga Kasus Narkoba di Polda Jatim, Rp285 Juta Jadi Sorotan