KOTA BATU, Targetnews.id – Gerak cepat yang dilakukan oleh Pemerintah desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu dalam mengantisipasi agar tidak terjadi perundungan di wilayah Desa Junrejo. Program kerja ini, atas dasar paska kejadian perundungan yang menimpa pelajar di salah satu SMPN di Kecamatan Batu Kota Batu hingga sampai mengakibatkan satu siswa meninggal dunia pada tanggal 31 Mei 2024 korban perundungan.
“Melihat dari kejadian perundungan pada pelajar SMPN di Kota Batu itu, Pemerintah desa Junrejo mengundang seluruh Kepala Sekolah mulai SD, SMP, SMA, SMK, juga dihadiri oleh anggota Babinsa dan Babinkamtibmas wilayah Junrejo. Acara ini digelar langsung di kantor Balai desa Junrejo.
Semua itu tujuanya agar obyek sekolahan di wilayah desa Junrejo untuk kordinasi agar tidak sampai terulang lagi model perundungan. Peristiwa pada siswa hingga sampai meninggal dunia. Itu cukup mengagetkan para orang tua murid, yang terjadi di SMPN di Kecamatan Batu, kata Kades Junrejo Andi Faisal Hasan, Selasa (4/6/24).
“Dengan kejadian perundungan pada siswa itu, kita selaku Pemerintah desa Junrejo mengajak pada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah khususnya di wilayah Junrejo agar melakukan semacam himbauan berupa pamflet kalimatnya semisa, jauhkan anak kita terlibat dalam perundungan, atau kawal dan awasi proses belajar anak kita sampai tiba di rumah,”terang Faisal.
Kades Faisal menyebutkan, maka gagasan awal Pemdes Junrejo mengundang seluruh kepala sekolah, agar ada informasi yang lebih terbuka lagi tentang siswanya. Memang setiap sekolah pasti ada perbedaan cara sistim belajar mengajar pada siswanya juga berbeda permasalahanya. Dari kontek perbedaan itu, semisal ada kejadian pencurian HP, alat pendukung belajar, kekerasan fisik, atau mungkin ada terjadi pelecehan baik antar murid atau dari pihak lain,”tandas Andi Faisal.
“Kita memahami betapa sulitnya pengawasan anak didik baik di dalam lingkungan sekolah lebih lagi di
sekolah. Hal tersebut kita tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pada pihak sekolahan. Akan tetapi dalam pengawasan siswa itu merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita mengajak keterlibatan aparat dalam hal ini TNI, Polri bisa masuk di sekolah memberikan tredmen mungkin satu minggu sekali,”ujarnya.
Diakui oleh Andi Faisal, memang pihak sekolah sudah sering kali guru memberikan pemahaman pada siswanya, ketika melakukan tindakan kekerasan atau hal yang tidak patut dilakukan oleh pelajar. Tetapi melihat kondisi saat ini perundungan sangat marak, maka gagasan kami Pemdes Junrejo untuk menjaga anak didik ini keterlibatan aparat bukan untuk menakut-nakuti.
Tapi bagaimana murid itu faham ketika melakukan kekerasan atau yang lainya, ada konsekwensi yang bakal diterima oleh pelajar. Harapanya agar di wilayah Junrejo atau di wilayah Kota Batu bisa bebas dari perundungan anak pelajar juga non pelajar yang bisa berdampak buruk bagi pelaku bahkan keluarga. Supaya kehidupan masyarakat bisa berlangsung aman, nyaman dan kondusif,”singkat Andi Faisal.
Pewarta : (Wanto)










