Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / NEWS / Tag / TNI / Uncategorized

Rabu, 24 Juli 2024 - 20:38 WIB

Peduli AKI, Brebes Luncurkan Gema Hati

Peduli AKI, Brebes Luncurkan Gema Hati

Peduli AKI, Brebes Luncurkan Gema Hati

 

Masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi isu strategis pemerintah, pasalnya selama lebih dari 5 tahun terakhir kasus kematian ibu di Kabupaten Brebes paling banyak di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Untuk itu, Pemkab Brebes meluncurkan Gerakan Bersama Peduli Kesehatan Ibu (Gema Hati) sebagai bentuk gerakan kepedulian bersama untuk menurunkan AKI di Kabupaten Brebes.

“Tadi baru saja saya melaunching Gema Hati, upaya pemerintah Kabupaten Brebes mengatasi kematian ibu,” ujar Pj Bupati Brebes Iwannudin Iskandar SH MHum saat launching Gema Hati di Desa Pesantunan Kecamatan Wanasari Brebes, Rabu (24/7/2024).

Iwan mengatakan, semuanya harus turut berperan baik masyarakat, bidan, puskesmas, rumah sakit. Tetapi ada peran paling utama yakni pemangku kepentingan dari tingkat kades, camat termasuk bupati.

“Apa artinya launching, apa artinya gerakan kalau kita tidak bisa menangani itu semua, di desa harus tahu potensi-potensi ibu hamil, camat juga harus libatkan forkopimca,” terangnya.

Baca juga  Polsek Maliku, Melaksanakan Sosialisasi Larangan Karhutla bersama dengan Babinsa dan MPA

Lanjut Iwan, Gema Hati harus ada targetnya, ini sudah jelas ada peraturan bupati tentang sinergitas, artinya kalau urusan ini Brebes tidak bisa mengatasi, bisa menjalin kerja sama dengan provinsi bahkan sampai ke pusat, karena AKI merupakan urusan seluruh Pemerintahan Indonesia.

“Insyallah kami akan menganggarkan kegiatan seperti ini, karena ini urusan wajib bagi pemerintah,” tuturnya.

Iwan mengharapkan, ada evaluasi kegiatan setiap tiga bulan, kesulitan apa saja yang dihadapi. Biasanya kematian ibu karena dua faktor yakni hipertensi dan pendarahan.

“Setelah saya cek ada juga karena masalah TBC, jantung, jadi nanti kita intervensi penyakit penyerta lainnya apa saja, nanti kita intervensi bersama,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Brebes Ineke Tri Sulistyowaty menyampaikan banyak aspek yang menjadi penyebab terjadinya kematian ibu, sehingga upaya menurunkan aki harus dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Setidaknya ada empat simpul masalah yang menyebabkan kematian ibu simpul masalah di masyarakat, masalah di bidan desa, masalah di puskesmas dan masalah di rumah sakit,” ungkapnya.

Baca juga  Tekan Laka Lantas, Satlantas Polres Pulang Pisau Gencar Penling ke Masyarakat

Ineke mengatakan, Desa Pesantunan jadi percontohan Gema Hati, juga Desa Kaligiri Kecamatan Sirampog. Keduanya merupakan desa siaga peduli kesehatan ibu yang sudah menerapkan konsep desa siaga Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (KIBBL).

“Selain itu, penguatan rumah sakit sebagai fasilitas rujukan harus mampu memberikan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), supaya kasus kegawat darutan dapat ditangani dengan cepat dan tepat untuk menurunkan kematian ibu,” jelasnya.

Ineke melaporkan, AKI Brebes tahun 2024 sampai hari ini ada 37. Sedangkan untuk tahun kemarin ada 54 kasus.

“Gema Hati goalnya yakni keterlibatan seluruh unsur untuk kematian ibu secara langsung dan tidak langsung, jadi ada kepedulian dan gerakan bersama, siapa berbuat apa sesuai kewenangan, tugas dan fungsinya,” pungkasnya.
Penulis: fauzi

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Bhabinkamtibmas Jabiren Raya Aktif sebarkan Akun Media Sosial Kepada Masyarakat

BERITA UTAMA

Anggota Koramil 1612-03/Reo Melakukan Pembersihan Lokasi Penanaman Bibit Jambu Mente Bersama Pekerja Sibat Kecamatan Reo

Artikel

Komandan Korem 092/Mrl Sambut Kunjungan Bilateral Bersama TDM.

Artikel

Polri Kirim Bantuan Ke Daerah Terisolir di Sumatera

Artikel

Hakim Kabulkan Ellen Sulistyo Hadirkan Saksi Ahli, Hakim Tidak Konsisten

Uncategorized

Babinsa Koramil 08/Alian Hadiri Rakord Kemah Jumtek

BERITA UTAMA

Polres Situbondo Tempel Bercode Aduan ”Polisi Nakal” di Mobil dinas

Uncategorized

Sosialisasikan Saber Pungli di Lakukan Oleh Personil Polsek Jabiren Raya