TargetNews.id Rembang, Ketua BAI (badan advokasi indonesia) DPC Rembang Rachmad Nur Wahyudi mendampingi Suami yang meminta keadilan karena istrinya telah di selingkuhi oleh temanya sendiri (Senin/10/12/2025).
Awal mula MD Warga Ngemplak Rejo Kecamatan Pamotan merasa curiga setiap kali istrinya di kasih uang berapapun selalu habis, hal itu di curigai dirinya satu bulan terakhir ini di bulan Oktober 2025 istrinya terlalu boros dalam menggunakan uang, setelah di selidiki oleh MD selaku suami ternyata istrinya punya selingkuhan yaitu temanya sendiri BSR.
BSR di ketahui adalah warga desa Gunem Kecamatan Gunem, yang mana di berikan tugas MD untuk merawat Ayamnya sehari-hari, MD mengaku dirinya mendapat info dari sepupunya mengenai gerak-gerik BSR yang sering datang ke rumah MD untuk menemui istrinya ketika MD sedang bekerja di luar rumah, hal itu di perkuat dengan Kesaksian para pemuda sekitar yang juga beberapa kali mengetahui BSR sering bertamu ke rumah MD saat dirinya sedang tidak ada di rumah.
Akhirnya saya bergerak sendiri dan atas ijin pak kades Ngemplak Rejo pak badrus yang bersangkutan BSR bersedia untuk saya ajak ketemuan di rumah pak kades, untuk saya mintai keterangan, jawab MD.
Setelah di mintai keterangan di rumah kades Badrus BSR mengakui perbuatanya yang telah melakukan hubungan intim dengan istri MD, pengakuan nya sii dua kali pak, tapi saya tidak percaya dengan keterangan BSR maupun keterangan istri saya, jelas MD.
Walaupun sudah di mediasikan di rumah pak Kades, informasinya setelah itu beberapa hari kemudian hal.itu di ulangi lagi oleh pihaknya BSR dengan melakukan hubungan intim sama istrinya MD, hal itu membuat MD geram hingga akhirnya MD melaporkan kejadian tersebut ke Polres Rembang dan di dampingi Oleh BAI (badan advokasi indonesia) DPC Rembang yang di ketuai oleh Rachmad Nur Wahyudi (mamik).
Penerima Kuasa MD Rachmad Menegaskan untuk Polres Rembang segera memproses kasus klienya karena ini sangat merugikan bagi rumah tangganya, karena atas kelakuan saudara BSR rumah tangganya MD jadi hancur dan di desa jadi bahan omongan. Tegas Rachmad.
(Media Jambul)










