SAMPANG TargetNews.id – Upaya penyelamatan sebuah kapal penangkap ikan milik nelayan Desa Dharma Camplong, Kabupaten Sampang, terus dilakukan setelah KM Mulya dilaporkan karam akibat gelombang tinggi pada Sabtu (29/11) dini hari.
Kapal jenis slerek sepanjang 10 meter itu tenggelam sekitar pukul 04.30 WIB, sesaat setelah ombak besar menghantam badan kapal. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, proses evakuasi hingga Sabtu siang masih terkendala cuaca laut yang tidak bersahabat.
Tim BPBD Sampang Bergerak Cepat
Informasi karamnya kapal diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang pada pukul 08.15 WIB. Tim langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian di Dusun Pesisir Kecamatan Camplong.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengungkapkan bahwa pihaknya mengirim satu tim selam untuk meninjau kondisi kapal dan menyiapkan metode pengangkatan yang aman.
“Langkah awal kami adalah memastikan posisi kapal melalui penyelam. Setelah itu, tim gabungan menentukan teknik evakuasi paling memungkinkan di tengah cuaca ekstrem,” ujar Hozin.
Evakuasi Mengandalkan Drum Apung
Upaya pengangkatan dilakukan dengan memasang drum kosong pada bagian badan kapal. Teknik ini memanfaatkan daya apung agar KM Mulya dapat terangkat ke permukaan.
Kerja sama antara tim gabungan—terdiri dari BPBD Sampang, Polsek Camplong, pemerintah desa, serta masyarakat pesisir—membuahkan hasil. Kapal kini dalam posisi setengah mengapung, menjadi progres penting dalam proses penyelamatan.
Cuaca Memburuk, Penarikan Kapal Dihentikan Sementara
Meski badan kapal mulai terangkat, tim SAR memutuskan menghentikan sementara proses penarikan kapal ke pantai. Ombak tinggi dan angin kencang kembali melanda perairan Camplong, sehingga dinilai terlalu berisiko bagi petugas maupun warga yang membantu evakuasi.
BPBD Sampang mengerahkan dua unit Rescue Car dan satu perahu karet, namun seluruh unsur SAR kini siaga sambil menunggu cuaca membaik.
“Keselamatan petugas dan warga menjadi prioritas utama. Penarikan akan dilanjutkan ketika kondisi laut memungkinkan,” kata Hozin.
Imbauan Waspada Cuaca Maritim
BPBD Sampang mengimbau seluruh nelayan dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang datang tiba-tiba. Gelombang tinggi yang mengakibatkan karamnya KM Mulya menjadi peringatan bahwa kondisi maritim Madura cukup dinamis dalam beberapa hari terakhir.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan potensi kedaruratan melalui Emergency Call BPBD Sampang: 0817-0322-4440.
Red T










