Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / Home / Uncategorized

Minggu, 28 Desember 2025 - 02:08 WIB

KETUA ORKES MELAYU OM. DEVISTA SAMPANG MOH MAHRUS ANGKAT BICARA TERKAIT URUTAN KEMENANGAN VALEN

Foto: KETUA ORKES MELAYU OM. DEVISTA SAMPANG MOH MAHRUS ANGKAT BICARA TERKAIT URUTAN KEMENANGAN VALEN

Foto: KETUA ORKES MELAYU OM. DEVISTA SAMPANG MOH MAHRUS ANGKAT BICARA TERKAIT URUTAN KEMENANGAN VALEN

SAMPANG TargetNews.id Dunia kompetisi dangdut tanah air kembali memanas. Bukan hanya soal adu cengkok atau teknik vokal, namun soal drama di balik layar yang menyisakan Para Pendukung Valen dan setia Dangdut Academy 7 (DA 7).

Sosok yang menjadi pusat perhatian adalah Valen Pamekasan, talenta muda asal Madura yang perjalanannya di panggung megah tersebut berakhir dengan sebuah “Plot Twist” yang pahit bagi para pendukungnya.
Sejak awal kemunculannya, Valen bukan sekadar peserta biasa, namun Ia adalah magnet. Dengan karakter vokal yang matang dan kemampuannya “bercerita” di setiap bait lagu, Valen diprediksi oleh banyak pihak akan melenggang mulus ke tahta juara.

Namun, kenyataan di atas panggung seringkali lebih rumit daripada sekadar kualitas suara. Puncak kekecewaan penggemar terjadi saat Konser Kemenangan, di mana Valen harus merelakan posisi puncaknya kalah dalam perolehan virtual gifts.

Dan dari sinilah muncul kecurigaan adanya “Plot Twist” yang di skenariokan. Banyak penonton mencium kejanggalan pada pergerakan angka gift yang tiba-tiba melesat untuk lawan bicaranya, Tasya.

Baca juga  Pengamanan Bersama Jaga Kondusivitas Natal dan Tahun Baru di Hulu Sungai Tengah

Beberapa poin yang menjadi sorotan publik, diantaranya masalah identitas pemberi Gift serta nama-nama “Sultan” yang muncul terasa asing, tanpa rekam jejak di komunitas fans resmi dan seolah muncul entah dari mana di menit-menit terakhir.

Logika promosi secara umum, penyumbang besar (Sultan ; red) biasanya mencari pengakuan atau branding, namun dalam momen ini, para pemberi gift tersebut terasa “gaib” dan bergerak secara mekanis.

Kebutuhan rating: industri televisi membutuhkan ketegangan. Skor yang terlalu timpang atau pemenang yang terlalu mudah ditebak dianggap tidak menjual.
Dari ini semua, maka drama “kejar-kejaran angka” adalah bumbu utama untuk menjaga engagement penonton tetap tinggi.

Apakah ini murni kemenangan dukungan massa, ataukah Valen hanya menjadi “pion” dalam skenario besar demi menaikkan tensi acara? Dalam industri hiburan, batas antara realitas dan scripted drama memang sangat tipis.
Banyak yang berpendapat bahwa Valen “dikalahkan” oleh sistem dan algoritma, bukan oleh kualitas vokal.

Baca juga  Stop Peti Personil Polsek Banama Tingang Himbau Masyarakat Agar Stop Lakukan Penambangan Liar Yang Dapat Merusak Lingkungan

Namun, di balik rasa sesak para penggemar, ada sebuah pelajaran penting, bahwa popularitas yang lahir dari simpati publik jauh lebih abadi daripada piala yang didapat dari drama.

Akhir yang menjadi awal kekecewaan ini justru akan menjadi modal besar bagi seorang Valen. Sejarah mencatat, bahwa banyak bintang besar lahir bukan dari podium juara pertama, melainkan dari mereka yang “tersingkir secara terhormat” dan meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat.

Valen Pamekasan mungkin kalah dalam angka digital dan “Sultan Gaib”, tetapi ia memenangkan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan gift manapun, namun melalui loyalitas tanpa batas dari para penggemarnya.

Penulis:mahrus

Share :

Baca Juga

Artikel

Polsek Sebangau Kuala Laksanakan Sosialisasi Saber Pungli.

BERITA UTAMA

Personil Polsek Pandih Batu Melaksanakan Kegiatan, Polisi Peduli Masalah Sosial dengan aksi Polri Peduli Pengangguran

Artikel

Rutin personil polsek Pandig Batu sosialisasi tentang larangan karhutla

BERITA UTAMA

Polisi Berhasil Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Korban Meninggal di Pamekasan

Artikel

Jaga Keamanan Di Hari Pemungutan Suara, Polres Pulang Pisau Terjunkan Ratusan Personel Pengamanan

Artikel

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Lamongan Tanam Jagung di Lahan Baku Desa Kedali

Artikel

Gejolak Dugaan Perusakan Alat Berat di Desa Sawo Mojokerto, LBH Djawa Dwipa Tampilkan Kesaksian Korban

Artikel

Sosialisasi Standar Pelayanan Publik (SKCK) untuk Warga Masyarakat Kecamatan Kahayan Kuala.
error: Konten dilindungi!!