TargetNews.id NGANJUK – Rabu 14 Januari 2026 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk mengambil langkah berani untuk menjamin keselamatan warga di ruang publik.
Di bawah komando Kepala DLH yang baru, Bapak Sujito, pihak dinas memetakan sedikitnya 1.500 pohon dalam kondisi membahayakan dari total populasi 35.000 pohon di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.
Program peremajaan ini terpantau berjalan intensif selama lima bulan terakhir semenjak Bapak Sujito menjabat sebagai Kepala DLH.
Prioritas utama difokuskan pada pembersihan pohon-pohon “darurat” yang memiliki bobot rata-rata mencapai 1 ton per batang guna menghindari risiko kecelakaan fatal.
Berdasarkan evaluasi teknis di lapangan, Bapak Sujito melalui tim DLH menetapkan empat kriteria utama pohon yang harus segera dieksekusi:
Pohon Mati:
Banyak ditemukan pohon yang sudah mati namun posisinya masih berdiri tegak di jalur hijau.
Perusakan oleh Oknum:
Adanya temuan pohon yang sengaja dirusak dengan cara disuntik racun atau dibakar pada bagian bawahnya oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Posisi Miring: Pohon dengan tingkat kemiringan ekstrem yang mengarah langsung ke badan jalan atau area pemukiman warga.
Kerusakan Infrastruktur: Akar pohon yang terdeteksi merusak fasilitas publik, menyumbat saluran air, merusak fondasi bangunan, hingga menjebol lapisan aspal jalan.
Pihak DLH menegaskan bahwa tindakan ini murni merupakan program peremajaan jalan nasional dan kabupaten.
Setiap pohon yang ditebang akan digantikan dengan bibit tanaman baru yang lebih aman bagi infrastruktur jalan namun tetap menjaga fungsi penghijauan kota.
Keputusan penebangan total diambil karena jika hanya dilakukan perapian dahan (pronggol), potensi bahaya dari akar yang sudah membusuk tetap akan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat.
Meskipun menghadapi tantangan keterbatasan tenaga lapangan, dalam lima bulan masa jabatan Bapak Sujito, sekitar 50 hingga 60 batang pohon telah berhasil dieksekusi dengan aman. Saat ini, pengerjaan masih terkonsentrasi di tiga wilayah utama:
Kecamatan Nganjuk: Mencakup wilayah Cangkringan dan Werungotok, termasuk penyisiran di sepanjang Jalan Kartini, Jalan Merdeka, dan Jalan Megantoro.
Kecamatan Prambon: Fokus penanganan di wilayah Desa Tegaron.
Kecamatan Baron: Penanganan di wilayah Desa Jokomerto.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui DLH berkomitmen untuk terus menyisir titik-titik rawan lainnya demi memastikan seluruh fasilitas publik di Nganjuk dalam kondisi aman dan nyaman untuk digunakan masyarakat. Jomsen Silitonga Kabiro Nganjuk










