Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:00 WIB

“PHK Itu Menyakitkan!” Senator Lia Istifhama Minta Tak Ada Drama Pemecatan Jelang Lebaran

TARGETNEWS.ID SURABAYA – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, meminta dunia usaha tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak menjelang Lebaran. Ia menegaskan, PHK bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menyangkut martabat dan hak asasi pekerja.

“PHK itu sangat menyakitkan. Apalagi kalau dilakukan sepihak tanpa dasar yang jelas. Itu bisa menjadi pelanggaran hak asasi manusia,” tegas Lia saat ditemui di Surabaya, Sabtu (28/02/2026).

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut mengaku pernah mengalami PHK saat bekerja sebagai HRD sebuah pabrik di Surabaya.

Menurut Lia, saat itu ia berkontribusi besar terhadap perbaikan kondisi keuangan perusahaan. Perusahaan yang sebelumnya mengalami tekanan finansial berhasil menjadi surplus. Bahkan, sejumlah piutang yang sebelumnya dinilai sulit tertagih berhasil ia pulihkan.

Baca juga  Konsisten Laksanakan Kryd diwilkumnya Kamtibmas di Wilkum Polsek Maliku tetap Kondusif.

“Perusahaan yang awalnya tidak sehat, akhirnya bisa surplus. Piutang-piutang sekian milyar yang macet sebelum saya bergabung dalam perusahaan, berhasil saya tagih sepenuhnya,” ujarnya.

Namun, lanjut Lia, situasi berubah ketika ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Jatim.

“Saat itu karyawan, terutama security, senang mendengar kabar saya masuk pencalegan sekalipun mereka tahu bahwa saya sekedar pelengkap.”

“Kemudian mereka meminta kalender kepada saya, dan saya berikan meski hanya beberapa. Namun esoknya, saya diminta berhenti kerja dalam 30 hari ke depan.”

“Padahal dalam kontrak kerja tidak ada klausul yang mewajibkan saya berhenti jika mencalonkan diri. Tapi tiba-tiba saya diberhentikan,” imbuhnya.

Lia menilai pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa perlindungan terhadap pekerja harus diperkuat, terutama menjelang momentum Lebaran, ketika kebutuhan ekonomi keluarga meningkat.

Baca juga  Kegiatan Sosialisasi call center Polsek Sebangau Kuala

Menurutnya, PHK sepihak tanpa dasar hukum yang kuat dapat berdampak serius terhadap psikologis pekerja dan keluarganya.

“Menjelang Lebaran, pekerja sedang mempersiapkan kebutuhan keluarga. Kalau tiba-tiba diberhentikan tanpa kejelasan, itu bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal kemanusiaan,” tandasnya.

Ia meminta pemerintah memperkuat pengawasan ketenagakerjaan dan memastikan perusahaan mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk mekanisme PHK yang adil dan transparan.

“Perusahaan tentu punya hak melakukan evaluasi kinerja. Tetapi harus sesuai aturan. Jangan sampai ada kesewenang-wenangan,” ujarnya.

Lia berharap dunia usaha dan pemerintah bisa bersinergi menjaga stabilitas ketenagakerjaan, terutama di momen menjelang hari besar keagamaan.

“Pekerja adalah tulang punggung ekonomi. Jangan sampai ada drama PHK yang menyakitkan menjelang Lebaran,” pungkasnya.

ANIL

Share :

Baca Juga

Artikel

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ajak Mahasiswa Panen Jagung

BERITA UTAMA

Ciptakan Kamseltibcarlantas, Satlantas Polres Pulang Pisau Bagikan Brosur Keselamatan kepada Pengendara

BERITA UTAMA

Batituud Koramil 04/Karanganyar Gelar Patroli Malam Usai Pergantian Tahun Baru 2023

BERITA UTAMA

DANKORMAR PIMPIN SERTIJAB TIGA JABATAN STRATEGIS KORPS MARINIR

Artikel

Kodim 0808/Blitar Ikuti Pembinaan Rohani Islam Virtual Terpusat : Perkuat Mental Prajurit, Wujudkan Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Artikel

Merasa Di Persulit!!  Sangat Lucu yang di Ucapkan Tim Penyidik Polda Babel  Kami tidak Mengetahui dan Mengerti Mengenai UU pers

BERITA UTAMA

Apel Kesiapan Patroli Karhutla di Wilkum Polsek Maliku

Artikel

Bea Cukai Sita 16 Kontainer Rokok Impor Ilegal Merk Dunston