SIDOARJO – Hujan turun cukup deras sore itu. Air bahkan mulai menggenang di sejumlah titik di Jalan By Pass Juanda, tepatnya di depan Klinik Sheila Medika. Namun kondisi tersebut tidak membuat langkah Tim Takjil dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur berhenti.
Dengan pakaian yang mulai basah dan kaki yang harus berdiri di tengah genangan air, para relawan tetap setia menunggu para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa, Senin (16/3/2026), bertepatan dengan hari ke-26 Ramadan.
Tak ada keluhan. Yang terlihat justru senyum tulus ketika satu per satu pengendara menerima paket takjil dengan ucapan terima kasih yang hangat.
Bagi Tim Takjil MAKI Jatim, kebahagiaan sederhana itu sudah cukup menjadi alasan untuk tetap bertahan di tengah hujan.
Dalam kegiatan berbagi tersebut, tim menyiapkan 250 paket nasi kuning berisi kering tempe, mihun dan irisan telur dadar. Selain itu juga dibagikan 250 paket kurma, 250 botol es melon sirup dengan irisan blewah segar, serta 250 paket gorengan berupa lumpia dan tahu bakso yang disiapkan oleh Mbak Pipin.
Meski hujan tak kunjung reda dan air mulai menggenang di sekitar lokasi pembagian, kegiatan sosial tersebut tetap berjalan dengan penuh keikhlasan. Para relawan terus membagikan takjil kepada pengendara motor, sopir angkutan, hingga masyarakat yang melintas.
Di tengah kondisi itu, ucapan syukur terus terucap dari para relawan.
“Alhamdulillah, walaupun hujan agak deras dan ada genangan air, kegiatan berbagi tetap bisa berjalan. Semoga apa yang kami lakukan ini membawa keberkahan dan bisa membantu saudara-saudara kita yang masih di perjalanan saat waktu berbuka tiba,” ungkap perwakilan tim.
Ramadan memang selalu menghadirkan kisah-kisah sederhana yang menyentuh hati. Di tengah hujan dan banjir yang mengguyur sore itu, Tim Takjil MAKI Jatim membuktikan bahwa kebaikan tidak pernah mengenal cuaca.
Selama masih ada niat untuk berbagi, selalu ada jalan untuk menghadirkan senyum bagi sesama
ANIL










