Home / BERITA UTAMA / DAERAH / Tag

Selasa, 14 April 2026 - 03:54 WIB

MAKI Jatim Ancam Sweeping Mobil Dinas: “Tinggalkan Kendaraan di Kantor, Bawa Pulang Integritas!”

Surabaya — Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur melontarkan peringatan keras kepada seluruh pejabat dan aparatur sipil negara agar tidak menyalahgunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi maupun keluarga.

Ketua MAKI Jatim, Heru, menegaskan bahwa penggunaan mobil dinas di luar kepentingan kedinasan, termasuk saat momentum mudik Lebaran maupun aktivitas pribadi lainnya, merupakan bentuk nyata pelanggaran integritas yang tidak bisa ditoleransi.
“Mobil dinas itu bukan fasilitas pribadi. Itu amanah negara. Kalau tidak ada kepentingan dinas, tinggalkan di kantor.

Yang dibawa pulang itu integritas dan loyalitas pengabdian, bukan aset negara,” tegas Heru.

Menurutnya, langkah sederhana seperti meninggalkan kendaraan dinas di kantor justru menjadi indikator penting dalam menjaga kehati-hatian dan mencegah potensi penyalahgunaan wewenang, sekecil apa pun bentuknya.

Baca juga  Bhabinkamtibmas Polsek Maliku Sampaikan Himbauan TPPO untuk Warga Masyarakat.

MAKI Jatim menilai, hingga saat ini masih banyak ditemukan pejabat, khususnya di level kepala dinas maupun pimpinan OPD, yang menggunakan lebih dari satu kendaraan dinas untuk kebutuhan pribadi dan keluarga. Praktik tersebut dinilai mencederai etika publik sekaligus merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.

“Fasilitas negara bukan sekadar alat transportasi, tapi simbol amanah. Kalau ini dilanggar, maka batas antara kepentingan pribadi dan jabatan sudah kabur,” lanjutnya.
Sebagai bentuk keseriusan, MAKI Jatim menyatakan siap turun langsung ke lapangan dengan menggelar aksi sweeping terhadap kendaraan plat merah yang diduga digunakan di luar kepentingan dinas.

“Bismillah, atas nama masyarakat, saya instruksikan seluruh jajaran MAKI Jatim untuk melakukan sweeping. Cegat, dokumentasikan, foto dan video setiap mobil dinas yang digunakan di luar jam kerja atau tidak ada kaitannya dengan tugas kedinasan,” tegas Heru.

Baca juga  Rutan Kelas I Surabaya Siap Perkuat Layanan Tata Kelola Pemasyarakatan

Ia menambahkan, seluruh temuan di lapangan akan dilaporkan secara resmi kepada Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), serta Inspektorat sebagai Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).

Langkah ini disebut sebagai ultimatum keras sekaligus bentuk kontrol sosial agar aparatur negara kembali pada koridor pengabdian yang bersih dan bertanggung jawab.

“Ini bukan sekadar penertiban, tapi peringatan serius. Jangan main-main dengan fasilitas negara. Kalau masih nekat, siap-siap berhadapan dengan laporan dan konsekuensi hukum,” pungkasnya.

Anil

Share :

Baca Juga

Artikel

Selesai Apel Pagi, Danrem 045/Gaya Halal Bihalal Dengan Anggota

Artikel

PT Pelindo Diobok-obok Kejaksaan Tanjung Perak Korupsi Rp 196 M

Artikel

Diduga,, “TN” Big Bos Dari Suraji Sang Mafia Timah Caci Maki Wartawan Ketika Tawarannya Ditolak

BERITA UTAMA

Satgas TMMD Reguler Ke-129 Rangkai Besi RTLH, Perkuat Konstruksi Demi Hunian Layak

Artikel

Personil Polsek Pandih Batu Laksanakan Sosialisasi Dengan Menggunakan Spanduk Larangan Karhutla

BERITA UTAMA

Bhabinkamtibmas Polsek Kahayan Tengah Rangkul Warga Masyarakat Wujudkan Pemilu Damai 2024

BERITA UTAMA

Kodam Pattimura Siap Dukung Ketahanan Pangan Nasional Di Daerah

BERITA UTAMA

Danramil 19/ Kuwarasan Hadiri HUT Ke-40 SMP Negeri 1 Kuwarasan