BANJARMASIN – Isu menyebut adanya larangan bagi mahasiswa melintas di depan markas militer saat aksi unjuk rasa BEM se-Kalsel di Banjarmasin, Pihak TNI melalui Korem 101/Antasari memberikan klarifikasi terkait isu tersebut.
Melalui Kepala Penerangan (Kapen) Korem 101/Antasari, Mayor Inf Wartono, menegaskan bahwa tidak ada pelarangan bagi BEM Mahasiswa se-Kalsel untuk melintasi Jalan Jend. Sudirman Siring Menara Pandang, termasuk di depan Markas Korem 101/Antasari.
Ia menyampaikan, pihaknya justru memberikan dukungan nyata agar aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan dengan aman, tertib dan lancar.
Sebagai bentuk dukungan tersebut, Korem 101/Antasari bahkan menyediakan fasilitas transportasi bagi mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasi.
“Pihak Korem telah mengerahkan tiga unit truk untuk membantu transportasi para mahasiswa menuju titik aksi di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Kapenrem 101/Ant kepada awak media.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen aparat keamanan untuk memastikan aksi tetap berlangsung kondusif, sekaligus menjamin keselamatan peserta selama perjalanan menuju lokasi.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dalam mengamankan rekan-rekan mahasiswa selama menyampaikan pendapat di muka umum,” tambahnya.
Pernyataan ini sekaligus menanggapi berkembangnya informasi yang menyebut mahasiswa dihadang saat hendak melintas menuju Gedung DPRD Kalsel dalam aksi yang digelar sebelumnya.
TNI menegaskan, pengamanan yang dilakukan di lapangan bertujuan menjaga ketertiban umum tanpa menghambat penyampaian aspirasi masyarakat. (Relima)










