Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag

Rabu, 22 April 2026 - 15:04 WIB

“Pledoi Kasus Ekstasi: Penasehat Hukum Terdakwa Klaim Kliennya Tidak Punya Mens Rea”

Surabaya, TargetNews.id Sidang terdakwa Supriyadi Bin Sahrandi perkara tindak pidana narkotika, kembali di gelar diruang Garuda 2 pengadilan negeri (PN) Surabaya, dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) dari Hopaldes Pirman Nadaek selaku penasehat hukum terdakwa, Senin, (20/4/2026).

Dalam pledoinya, Hopaldes Pirman Nadaek menegaskan bahwa actus Reus (perbuatan fisik menemukan barang) saja tidak cukup, harus ada Mens Rea (niat batin) bahkan terdakwa Supriyadi Bin Sahrandi tidak terpenuhi unsur-unsur yang didakwakan jaksa penuntut umum.
terdakwa Supriyadi hanya berposisi sebagai pelayan Apartemen untuk mengantar tamu ke kamar,

Bahkan terdakwa Supriyadi Bin Sahrandi, “Berulang kali menghubungi Achmad Saiful pemilik barang agar segera mengambil barang titipannya. Ini terbukti kalau terdakwa menunjukkan tidak ada niat jahat untuk menguasai secara melawan hukum,” ujar penasihat hukum di hadapan majelis hakim, Senin (20/4/2026).

Baca juga  Polsek Kahayan Kuala lakukan sosialisasi kepada warga terkait telah di bentuknya Tim Satgas Saber Pungli di Wilkum Polres Pulang Pisau

Selanjutnya pasal yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum pasal 132 UU Narkotika tentang pemufakatan jahat juga tidak terbukti pada terdakwa dipersidangan. bahkan unsur menyimpan atau menguasai narkotika dinilai terdakwa Supriyadi tidak terpenuhi karena penguasaan barang bersifat sementara dan pasif. dalam persidangan dihadapan Ketua Majelis Hakim Antyo Harri Susetyo terungkap juga bahwa barang bukti berupa 46,5 butir ekstasi adalah milik terdakwa Ahmad Saiful (berkas terpisah) yang sudah lebih dulu divonis rehab.

Baca juga  Gerakan 1 Juta Hektare Jagung: Sinergi Polri dan Kementrian Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan 2025

Hapoldes juga menyinggung asas hukum pidana “geen straf zonder schuld” atau tidak ada pidana tanpa kesalahan, serta asas “in dubio pro reo” yang mengharuskan putusan dijatuhkan untuk kepentingan terdakwa apabila terdapat keraguan.

“Berdasarkan uraian tersebut, kami selaku penasehat hukum terdakwa memohon kepada Ketua Majelis Hakim untuk menyatakan terdakwa Supriyadi Bin Sahrandi Tidak Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan primair, dan memohon agar terdakwa Supriyadi dibebaskan dari seluruh dakwaan. kami juga memohon agar terdakwa Supriyadi Bin Sahrandi segera dikeluarkan dari tahanan dan dipulihkan hak-haknya.@NUR.

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Hari Bhayangkara ke – 80 Polres Blitar Gelar Khitanan Massal Gratis di Kanigoro

BERITA UTAMA

Kedatangan presiden RI ke labuhan Bajo Kabupaten Manggarai Barat

Artikel

Dadang Somantri : Goes To Scool And Campus Di Politeknik Harapan Bersama

BERITA UTAMA

Cetak Auditor Tangguh, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Tuntaskan Pelatihan Sispamobvitnas

Artikel

Kanit Samapta Polsek Kahayan Kuala sambangi warga dan Memberikan himbauan Maklumat Kapolda Kalteng Tentang Larangan Membakar hutan dan lahan

Artikel

Satlantas Ingatkan Pengemudi Pakai Sabuk Pengaman

BERITA UTAMA

Personel Polsek Maliku Awali Tugas Dengan Laksanakan Apel Pagi dan Serah Terima Piket Jaga

BERITA UTAMA

Cegah Lakalantas Personil Satlantas Polres Pulang Pisau Patroli Daerah Rawan Laka