SampangĀ – Warga Desa Barunggagah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga sengaja ditelantarkan sesaat setelah dilahirkan. Bayi tersebut ditemukan di semak-semak di kawasan perbatasan Kabupaten Sampang dan Bangkalan, Minggu (7/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bayi malang itu ditemukan dalam kondisi masih hidup. Warga yang pertama kali mengetahui keberadaannya segera memberikan pertolongan setelah mendengar suara tangisan dari arah semak-semak.
Zainal, salah seorang warga Kecamatan Tambelangan, mengatakan bayi tersebut ditemukan di belakang rumah ibunya yang berada di wilayah perbatasan dua kabupaten.
“Bayinya ditemukan di semak-semak belakang rumah ibunya. Alhamdulillah kondisinya masih sehat meskipun sempat dikerubuti semut,” ujarnya.
Menurut Zainal, saat kejadian terungkap, ibu bayi telah lebih dahulu mendapatkan penanganan medis di salah satu rumah sakit di Kabupaten Bangkalan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tambelangan dr. Bustanul Arifin membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, berdasarkan alamat pada kartu tanda penduduk (KTP), ibu bayi diketahui merupakan warga Kabupaten Bangkalan, meskipun lokasi penemuan bayi berada di wilayah Kabupaten Sampang.
“Ibu bayi ditangani oleh Bidan Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, karena mengalami pendarahan pascamelahirkan. Sedangkan bayinya sudah dibawa oleh pihak kepolisian,” katanya.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebut bayi tersebut diduga lahir dari hubungan di luar nikah. Namun, dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Sampang masih belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun motif dugaan penelantaran bayi tersebut.
Kasi Humas Polres Sampang saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengaku belum menerima laporan lengkap terkait peristiwa tersebut.
“Mohon waktunya karena laporan belum masuk,” ujarnya singkat.
Polisi saat ini masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta dalam kasus penemuan bayi tersebut.
“Redaksi”










