Home / BERITA UTAMA

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:37 WIB

Wabup Tanjab barat Katamso Resmikan Pelatihan Bisnis Mangrove Inklusif, Pangkal Babu

TANJAB BARAT, –TARGETNEWS.ID Upaya mengembangkan ekonomi masyarakat pesisir berbasis kelestarian lingkungan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat). Hal tersebut ditandai dengan dibukanya kegiatan Training of Trainers (ToT) Model Bisnis Berbasis Mangrove yang Responsif Gender oleh Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., di Aula Bapperida Tanjab Barat, Rabu (3/6/2026).

 

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 3 hingga 5 Juni 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya model usaha berbasis ekosistem mangrove yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan kesetaraan gender.

 

Sebanyak 25 peserta dari Desa Tungkal I mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari nelayan, pelaku UMKM, pemilik warung, kelompok pembibit mangrove, pegiat lingkungan, hingga influencer yang aktif mengampanyekan pelestarian kawasan pesisir.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Katamso menegaskan bahwa kawasan mangrove merupakan aset strategis daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

 

Menurutnya, perhatian terhadap kawasan mangrove di Tanjung Jabung Barat terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya sebagai benteng alami pelindung pesisir, kawasan tersebut juga dinilai memiliki peluang besar dalam pengembangan wisata edukasi, usaha berbasis lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca juga  Program Jembatan Garuda Merah Putih Berlanjut, Desa Muang Jadi Sasaran Pembangunan

 

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mengedepankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Katamso.

 

Ia menjelaskan, pemerintah daerah selama ini telah memberikan dukungan melalui pembangunan berbagai fasilitas penunjang menuju kawasan mangrove. Meskipun beberapa program infrastruktur sempat tertunda akibat penyesuaian anggaran, pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan tersebut secara bertahap.

 

Selain itu, pengembangan kawasan mangrove juga diperkuat melalui kolaborasi bersama berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanjung Jabung Barat, termasuk PetroChina dan SKK Migas, yang turut mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program pendampingan dan bantuan fasilitas.

 

Pada kesempatan tersebut, Wabup Katamso menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kawasan Wisata Mangrove Pangkal Babu di Desa Tungkal I sebagai lokasi proyek percontohan (pilot project) sekaligus living laboratory dalam program pengelolaan mangrove berbasis masyarakat.

 

Ia berharap kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran sekaligus penggerak ekonomi hijau yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Baca juga  Polsek Kahayan Kuala lakukan sosialisasi kepada warga terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang

 

“Kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengelolaan mangrove yang sukses. Kita ingin masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi, namun lingkungan tetap terjaga untuk generasi mendatang,” katanya.

 

Sementara itu, Field Director FINCAPES, Paulo Vaggi, menjelaskan bahwa program tersebut dijalankan oleh IPB Centre for Applied Research in Nature-based Solutions (I-CAN), sebuah pusat studi terapan di bawah Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja sama dengan University of Waterloo, Kanada, dengan dukungan pendanaan dari Global Affairs Canada.

 

Menurut Paulo, Desa Tungkal I menjadi salah satu dari tiga desa dampingan di Provinsi Jambi yang dipilih karena memiliki potensi besar dalam pengelolaan ekosistem mangrove berbasis masyarakat.

 

Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu menyusun model bisnis yang berkelanjutan, menciptakan peluang usaha baru, sekaligus memperkuat upaya konservasi lingkungan pesisir.

 

“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga memastikan kelompok perempuan, pelaku UMKM, dan masyarakat lokal memperoleh ruang yang lebih besar untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat ekonomi,” jelasnya.

 

Program ini dihar

Share :

Baca Juga

Artikel

Koramil 1612/05 Elar Aktif Dalam Mendorong Pertanian dan Pembangunan Infrastruktur Lokal

Artikel

48 Paket Sabu Siap Edar di Kubu Raya Ditangkap Polisi

Artikel

Momen Pangdam IV/Diponegoro: Apel Dansat Ini Sebagai Penyamaan Persepsi TNI Angkatan Darat

BERITA UTAMA

Polsek Kahayan Kuala sambangi warga dan Memberikan himbauan Maklumat Kapolda Kalteng Tentang Larangan Membakar hutan dan lahan

Artikel

Polsek Kahayan Kuala lakukan sosialisasi kepada warga terkait telah di bentuknya Tim Satgas Saber Pungli di Wilkum Polres Pulang Pisau

Artikel

Diduga Depresi Seorang Pria Bakar Motor dan Rusak Rumah, Polsek Kahayan Hilir Cepat Amankan Warganya

Artikel

Melalui Kegiatan Sambang, Polsek Maliku Ajak Masyarakat untuk Wujudkan Kamtibmas yang Aman

Artikel

Anggota Koramil 15/Klirong Laksanakan Takziah Warga Binaan Sekitar Makoramil