Home / BERITA UTAMA / DAERAH

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:01 WIB

PENEMUAN GUNUNG EMAS BARU PAPUA – ‘AKAN ADA KISAH DUKA KEMBALI?’, WARGA: ‘TAK ADA TAMBANG GRATIS DI TANAH KITA!’

JAYAPURA, 16 November 2023 – Kabar penemuan potensi wilayah gunung emas baru di wilayah Pegunungan Papua tengah menjadi sorotan publik sejak kemarin malam, sekaligus memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat lokal yang khawatir akan terulangnya kisah masa lalu yang menyakitkan.

Wartawan yang mendatangi beberapa wilayah di Intan Jaya, Nduga, dan Paniai pada hari Selasa (15/11) mendengar suara keras dari berbagai lapisan masyarakat Papua yang bersatu dalam menyampaikan satu pesan: “Tak akan ada lagi tambang yang mengambil kekayaan alam kita dengan cara yang tidak adil dan merusak tanah adat.”

“DARAH TELAH MENGALIR, TANAH KITA DIRUSAK”

“Kita sudah merasakan apa yang terjadi dengan tambang lama di wilayah ini. Darah telah mengalir, tanah adat kita dirusak, sumber air kita tercemar, tapi apa yang kita dapatkan? Hanya kesusahan dan konflik yang tak kunjung berakhir,” ujar Lukas Uropmabin (41), seorang pemuka adat dari distrik Sugapa, Intan Jaya, saat ditemui di rumah adatnya. Wajahnya penuh dengan kesedihan namun juga tekad yang kuat.

Di wilayah Nduga, wartawan juga bertemu dengan sekelompok pemuda yang mengaku telah menyaksikan dampak langsung konflik yang berkepanjangan selama bertahun-tahun. “Mengapa konflik tak kunjung padam? Jawabannya jelas bagi kita: karena ada emas di bawah tanah kita, dan orang luar ingin mengambilnya dengan paksa. Kita bukan menentang pembangunan atau kemajuan, tapi kita menuntut keadilan yang setara,” papar Yohanis Wenda (28), salah satu aktivis masyarakat lokal.

Baca juga  Gedung Baru SMPN.7, Siap Ditempati Belajar Mengajar Di Awal Bulan Juli 2023

INFORMASI POTENSI EMAS MENYEBAR LUAS

Informasi tentang potensi penemuan gunung emas baru ini telah menyebar luas melalui berbagai kanal komunikasi masyarakat sejak beberapa minggu terakhir, dan kini mulai masuk ke permukaan publik. Banyak kalangan yang mengaku khawatir akan mengulang kisah masa lalu yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam di Papua.

Sejak tahun 1960-an, masalah status wilayah dan pengelolaan sumber daya alam telah menjadi akar konflik yang kompleks di tanah Papua. Kini, isu ini kembali muncul ke permukaan, bahkan dengan tuntutan diplomatik yang disampaikan oleh aktivis Papua Barat di forum internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa waktu lalu.

“KITA INGINKAN MEJA PERUNDINGAN, BUKAN KEKAYAAN SENJATA”

“Kita tidak ingin perang atau pertumpahan darah yang tak perlu. Yang kita inginkan adalah kesempatan yang sama untuk duduk bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya di meja perundingan yang datar. Tanah adat adalah nyawa kita – tanpa keadilan atas tanah ini, kata damai hanyalah omong kosong belaka,” tegas Markus Dogopia (52), seorang tokoh masyarakat dari Kabupaten Paniai.

Beberapa pihak yang ditemui wartawan juga menekankan pentingnya tidak hanya melihat satu sisi masalah semata. “Ada dua akar masalah yang tak bisa kita abaikan begitu saja: hak atas tanah adat yang jelas menjadi milik rakyat asli Papua, dan isu status wilayah yang hingga kini masih diperdebatkan. Kalau hanya diselesaikan dengan kekuatan senjata atau cara paksa, maka konflik akan terus berlanjut dari generasi ke generasi,” jelas Dr. Yulianus Pigai, seorang akademisi dari Universitas Cenderawasih yang juga aktif dalam gerakan perdamaian di Papua.

Baca juga  Dansatgas TMMD 116 Kebumen Tinjau Langsung Pengerjaan Sasaran Fisik

MASYARAKAT MENGAJAK SEMUA PIHAK BERPIKIR JERNIH

Masyarakat lokal mengajak semua pihak terkait, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk melihat kenyataan yang terjadi di tanah Papua dengan mata yang jernih dan hati yang tulus.

“Jangan tutup mata pada penderitaan yang kita alami selama puluhan tahun. Jangan pelintir fakta yang jelas dan nyata. Kita butuh solusi yang adil dan merata bagi semua pihak, bukan solusi yang hanya menguntungkan sebagian pihak saja,” pungkas Lukas Uropmabin dengan nada yang penuh harapan namun tetap tegas.

Wartawan telah mencoba menghubungi pihak pemerintah daerah dan pusat untuk mendapatkan tanggapan resmi terkait potensi penemuan gunung emas baru dan kekhawatiran masyarakat. Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih dalam proses menyusun tanggapan resmi.

Penulis : Ardy Raihan Baransano
Wartawan Khusus Papua

 

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

TIM RELAWAN ANIES BASWEDAN CALON PRESIDEN 2024 ADAKAN BUKA PUASA BERSAMA PENGURUS

Artikel

Lewat Sambang Personil Sat Binmas Polres Pulang pisau Wujudkan Kamtibmas Kondusif

Artikel

Kodim 1002/HST Gelar Upacara Hari Juang Kartika, Perkuat Semangat Korsa

BERITA UTAMA

SATLANTAS POLRES PULANG PISAU INGATKAN PENGEMUDI UNTUK PAKAI SAFETY BELT

Artikel

Kapolrestabes Surabaya Redam Perselisihan Dua Suku, di Embong Malang, Mediasi Jadi Pilihan

Artikel

Jasa Raharja Gelar Verifikasi Data dan Pengambilan Atribut Calon Peserta Mudik Gratis

Artikel

Polri Ungkap Kasus Perdagangan Ilegal 100 Ribu Benih Bening Lobster

Artikel

Satgas Yonif 611/Awang Long Bersama Tim Gabungan Melaksanakan Edukasi Cegah Tambang Ilegal